Lost in Sakae

Baru kali ini saya pergi ke Sakae sendirian. Kalau bukan karena ada urusan, saya malas pergi. Kenapa gitu?

Bukan apa-apa sih. Saya enggak tau kapan tepatnya selera saya pergi ke emol (mall) menurun drastis. Selama tiga tahun saya di Jepang, bisa dihitung jari kapan saya ke mol. Selain emang di Kariya enggak ada mol, haha. Eh, ada ding satu-satunya mol di Kariya, Apita. Itupun bukan mol besar macam MOI di Jakarta, hmm… mungkin sekelas mol Ramayana kali ya.πŸ˜€

Terus apa hubungannya mol sama Sakae? Ada dooong. Sakae ini pusatnya mol di Nagoya. Banyak butik butik branded nan mahal juga di sini. Tapi gedung gedung kantor juga banyak. Tak heran, orang-orang yang lalu lalang di kawasan Sakae berpenampilan trendi, necis, dan fashionable. Setidaknya itu menurut penglihatan saya.

Kenapa saya malas ke emol? Sejak tinggal di Jepang, saya jadi berat mengeluarkan beberapa ribu yen untuk beli baju atau sepatu atau apalah (fashion things) di mol. Mending cari di toko baju biasa yang murah ato malah toko second. Hahaha. *bukan sosialita*

Kemarin, pagi-pagi saya sudah ada di stasiun Sakae. Jam 9 pagi. Toko-toko yang ada di stasiun bawah tanah ini masih tutup. Saat keluar di salah satu pintu yang langsung nyambung ke pintu mol, sudah terlihat antrian orang-orang. Entah antri apa. Masa’ antri mau masuk pintu mol yang masih tertutup sih? Ya bisa jadi. Ckckck. :p

Keluar stasiun, saya tiba-tiba disoriented. Bingung arah. Lalu lintas sudah ramai, meski butik-butik masih tutup. Peta yang ada di tangan saya enggak membantu. Semua jalan terlihat sama. Yeah, ini lah kota besar. Kebanyakan nguplek di Kariya terus sih, jadi udik gini. Hihihi.

Untungnya saya dibekali iphone sama suami (satu hari ini aja tukeran hp :p). Saya gunakan aplikasi iphone map untuk menemukan lokasi. Fiuh, kalo enggak ada itu, beneran enggak nyampe deh. Hehe.

Jam 12 siang, urusan saya selesai. Saat jalan balik menuju stasiun, saya perhatikan banyak anak-anak muda bule yang nongkrong di sini ternyata. Memperhatikan cewek-cewek Jepang yang fashion abis itu menyenangkan juga. Saya sampe mikir, ini orang dandan dari jam berapa ya? Hihihi.

Tapi dandanannya enggak se-ekstrim di Harajuku-Shibuya Tokyo sih kayaknya. Fashionnya manis kok. Pas. Cocok. *halah*. Sayang, saya tengsin kalo harus curi curi foto. Nanti dikira stalker, ih amit amit. Ya udah, saya lihat sambil lalu aja.

Masuk lagi ke Sakae-Chika (stasiun bawah tanah Sakae). Rame bo! Toko-toko udah buka semua. Saya sempet bingung arah jadinya. Heuu. Ini stasiun bawah tanah paling ramai di Nagoya.

Kanan kiri warung makanan semua, cyiin. *ngeces*. Tapi cuma bisa menelan ludah karena enggak sembarangan bisa masuk (pertimbangan menu halal). Hiks. Andai semua makanan yang dijual ini terjamin kehalalannya, saya akan bilang “saya beli semua!!”. Hahaha. *gagal wiskul di Jepang*πŸ˜€

Apa boleh buat, saya percepat langkah menuju loket. Enggak usah tengak tengok lagi aaah. Mau cepet-cepet pulang, udah kangen Nisa chan, mau uyel-uyel. ^_^

 

PS: Kalau ada turis asal Indonesia tanya, tempat belanja di Nagoya mana? Mau yang berkelas, datang ke Sakae. Tapi kalo cari yang agak murah meriah, datang ke Osukanon, Nagoya. Mirip pasar baru kalo di Jakarta.πŸ˜€ Tapi kalo sekedar pengen jalan-jalan aja sih ya monggo ke Sakae. Ada taman tempat nongkrong yang lumayan luas kok (Oasis 21). Bisa buat jalan-jalan piknik bareng keluarga juga. Ada menara TV nhk juga yang bisa dimasuki.

Oya, sebenernya ada restoran Indonesia juga di sini. Ada restoran bulan bali yang ada di salah satu mol di Sakae (lupa mol mana). Trus ada juga sama-sama restaurant, tapi bukanya malem.

 

 

13 thoughts on “Lost in Sakae

  1. mbak saya jadi pingin jalan-jalan ke jepang nie, terutama pas musim semi ketika sakura mengembang, eh mbak kue monchin dr sakura itu enak ga? pingin kali cicipin (* hayal lagi nie

    1. Ayuuk Mak Lisa, bentar lg April, sakura blossom! ^_^ Kue mochi yg ada daun sakuranya itu ya? kata orang2 sih enak, tp saya ga suka makan daunnya, agak asem menurut saya. Hehe.

  2. kata Mall kalau di tulis Mol ya kok saya jadi inget Cimol ya :))

    Sakae itu pusatnya SKE48 ya? (eh ketahuan deh ngefans).hahahha..
    Jadi disana dandan nya ga kayak diharajuku? manis gitu ya?
    (jadi pengen banget ke Sakae!!! :D).

    Untungnya ada HP canggih, ga jadi nyasar seharian ya.hehehe.

    1. Seafood halal kok.πŸ™‚ Tapi tau sendiri kan yah, seafood di Jepang itu biasanya disajikan dalam bentuk mentah seperti sashimi atau sushi. Bagi sebagian orang yang ga biasa makan beginian repot juga, hehe. Tapi belakangan saya bisa sih makan sushi, cuma agak mahal ya bok. Hihihi.πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s