Teliti mencari makanan halal di Jepang

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah”. (QS. Al-Baqarah: 173)

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…”. (QS. Al-Ma`idah: 3)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Ma`idah: 90)

Ayat di atas sudah jelas menerangkan makanan dan minuman yang haram dikonsumsi muslim. Selama tinggal di Indonesia, saya nggak terlalu memperhatikan tentang ini, karena saya yakin Indonesia adalah negeri mayoritas muslim jadi insyaAllah makanan halal gampang ditemui. Tetapi di Jepang saya harus berhati-hati.

Kalau anda di Indonesia penggemar masakan Jepang, begitu sampai di Jepang, belum tentu bisa menyantap masakan Jepang seperti di Indonesia. Walaupun menghindari daging babi dan sake (minuman keras Jepang), tapi masalahnya ternyata nggak se-simple itu. Siapa yang menjamin daging ayam dan sapi di sini yang disembelih atas nama Allah? Bukankah daging yang disembelih atas nama selain Allah adalah haram? Hmm… memang ada ulama yang berpendapat ada keringanan bagi muslim yang tinggal di negara minoritas muslim. Tapi saya memilih kalau keadaan nggak darurat dan mendesak, sebisa mungkin saya menghindarinya. Jadi kalo saya berkunjung ke restoran Jepang, saya lebih memilih menu seafood, sayur, ato mie udon yang bisa dikonsumsi. Jadi berasa vegetarian…🙂 Mc D, KFC, Pizza Hut, adalah tempat-tempat yang nggak pernah saya kunjungi selama di Jepang. Padahal kadang ngiler liat iklan ayam goreng KFC, aaarrghh…..😛

Untuk makanan sehari-hari, saya pilih masak sendiri, biar aman dan murah. Walaupun daging ayam dan sapi Jepang diragukan ke-halal-annya, bukan berarti saya nggak mengkonsumsi ayam dan sapi, ada kok toko impor yang menjual daging halal. Hal itu dibuktikan dari label halal pada kemasan dagingnya.

25072010599 copy
daging ayam halal yang dijual di toko impor

Selain produk daging, jika kita ingin membeli bahan-bahan makanan, atau snack2, atau kue dan roti, juga harus hati-hati. Periksa dulu komposisi nya. Pastikan nggak ada bahan haram di dalamnya. Saya begitu datang ke Jepang, langsung disuruh menghapal bahan2 apa saja yang haram beserta huruf kanji atau katakana nya. Sampai sekarang kadang saya masih suka teledor soal ini, dan pasrah harus diomelin suami karena udah terlanjur beli. Huhuhu….

Ini dia komposisi makanan yang dinilai haram untuk dikonsumsi menurut fatwa perhimpunan muslim di Jepang. Kalo nggak ngerti bacanya, ya dihapal aja bentuknya, hahaha…

ショーテニング = Shortening

ビーフエキス = ekstrak sapi

鳥イキス/ チキンエキス = ekstrak ayam

豚= Babi

肉エキス=  ekstrak daging

ビーフコンソメ = kaldu sapi

コンソメパウダー= serbuk kaldu

コンソメ = kaldu

洋酒 = Arak

酒 = Sake

アルコール= Alcohol

ブランヂ = Brendi

ラム =  Rum

みりん= sake merah

マーガリン=Margarin

ワイン= wain (minuman Anggur)

ゼラチン(ゲリ) = Gelatin (dari minyak hewan)

油脂 = Lemak

乳化剤 = pengemulsi (ada yang dari tumbuhan atau hewan)

Itulah yang bisa saya bagi soal info makanan halal dan haram di Jepang. Oya, orang Jepang sudah mulai terbuka kok soal Islam. Mereka benar2 menghargai, contoh waktu saya dirawat di RS pas melahirkan, saya bilang saya nggak makan daging terutama daging babi, pihak RS nggak keberatan mengganti menu makan saya dengan ikan, sayur, dan makanan lain. Begitu juga teman-teman Indonesia lain yang anaknya bersekolah di sini. Pihak sekolah mengijinkan mereka untuk membawa bekal sendiri dari rumah supaya terjaga kehalalannya. Semoga kita bisa selalu istiqomah di mana pun berada.

20 thoughts on “Teliti mencari makanan halal di Jepang

  1. Huaaa…aku bakalan bingung deh mbaaaak!
    Bisa-bisa gagal wisata kuliner deeeeh >___<

    Ternyata kehalalan di negara minoritas muslim, bisa diakali dengan seafood ya mbak *ngangguk-ngangguk* *mana tahu suatu hari bisa keliling eropa* *eh *amin!*

    1. aamiin… aamiin… aku ikut doong…. hehe… tp klo cuma travelling kan waktunya singkat dan terbatas ya, maksudnya bukan maksud tinggal dalam waktu tertentu gitu, jd mungkiiiin faktor keringanan yg dibilang para ulama untuk muslim bisa berlaku jika memang ga ada makanan yg bisa menggantikan,, asal kita bisa menghindari memakan daging babi dan minuman keras secara langsung… menurutku siiiih… hehe… *jgn dijadikan acuan, hanya sebagai pertimbangan*😀

    1. ya, ya, itu ga bisa jamin sih. pasti bercampur klo tempat makannya mah. silakan tanya ke ustadz atau yg lebih paham soal ini. makanya saya jaraaaaang banget makan di resto Jepang, kecuali kalo lg bener2 males masak di rumah ato lagi di perjalanan dan ga bawa bento. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s