cerita mama

Giveaway #1 “Me and Jogja” : Jogja Berhati Nyaman

Aaah,, banyak  banget kenangan sama kota Jogja!! Saya beruntung bisa merasakan hidup merantau di Jogja 10 tahun lalu waktu jadi mahasiswa. Jogja memang kota pelajar. Terbukti kotanya nyaman banget ditinggali para pelajar, seperti slogannya “Jogja Berhati Nyaman”. Apa sih yang nggak ada di Jogja? Pantes pada betah nggak pulang-pulang itu mahasiswa-mahasiswa yang merantau. Hahaha…  😀… Continue reading Giveaway #1 “Me and Jogja” : Jogja Berhati Nyaman

cerita Jepang · cerita mama

Jadi Pak RT

Saya tinggal di komplek apartemen tenaga kerja yang dikelola oleh pemerintah kementrian kesejahteraan kerja Jepang atau istilah Jepangnya 雇用住宅 (koyou juutaku). Beda dengan komplek apartemen milik pemerintah daerah. Apartemen ini dikhususkan bagi keluarga yang bekerja di Jepang. Dari segi biaya lebih mahal dari apartemen milik pemerintah daerah. Tapi cukup murah bila dibandingkan menyewa apartemen sendiri. Lumayan… Continue reading Jadi Pak RT

cerita Nisa

Menu GTM Nisa: Bola-bola nasi goreng tepung

Balita ibu lagi GTM alias mogok makan? Samaaa dong… hehe. Nisa (1,5 th) saat ini lagi musuhan sama nasi. Kalo waktunya makan sih semangat, tapi yang dicomot lauknya aja, nasinya dianggurin. Itu juga mulai pilih2, sayur juga kadang nggak dicolek sama Nisa, huhu. Disuapin udah ogah, padahal mau saya akalin sayurnya diumpetin diantara lauk gitu.… Continue reading Menu GTM Nisa: Bola-bola nasi goreng tepung

cerita Jepang · cerita mama

An Early Love Letter to Mama

Surat ini aslinya berbahasa Jepang. Dikutip dari film dorama jepang yang judulnya “Umareru”. Ceritanya tentang seorang ibu usia 51 tahun dengan 4 anak yang udah besar2. Saat tiba2 suaminya meninggal dunia, ia malah dinyatakan positif hamil. Ini cerita tentang perjuangannya mempertahankan janin di saat semua orang termasuk anak-anaknya menentangnya. Di Jepang, wanita melahirkan usia di… Continue reading An Early Love Letter to Mama

cerita Nisa

Love Papa: I’ll Carry You

Papa yang gagah… Papa yang kuat… Yang selalu menggendongku saat aku lelah berjalan… Yang selalu menjunjungku di bahunya untuk menghiburku… Tanganku yang kecil tak pernah mampu memeluk seluruh bahunya yang lebar… Tapi cukup tepukan kecil di punggungnya dan rebahan kepalaku di bahunya bisa membuatnya tertawa… Sesederhana itu…   Ah, aku mencintainya…