cerita fiksi

#MFF ULTAH: Bikin Malu!

“Bu Sandra, selamat ya! Cecil juara dua, pinter banget deh. Pasti belajar terus ya,” Itu adalah ucapan kesekian yang diterima Mama dari Ibu-Ibu temanku. Memang hari ini adalah hari pengambilan rapor sekaligus pengumuman siswa berprestasi selama semester ini. Dan aku berhasil meraih juara dua dalam perolehan nilai ujian akhir tertinggi satu sekolah.

cerita fiksi

Al-Qur’an Bekas

“Hah? Ini kan Al-Qur’an?” ujar Nina setengah memekik. Sore itu seperti biasa ia pergi ke masjid untuk mengaji. Namun, ketika melewati tempat pembuangan barang bekas, matanya tertumbuk pada tumpukan buku yang bersebelahan dengan barang bekas lainnya. Buku bersampul resliting warna coklat yang sedikit koyak, telah menyita perhatiannya. Nina membolak balik Al-Qur’an itu. Reslitingnya sudah rusak,… Continue reading Al-Qur’an Bekas

cerita fiksi

Prompt #37: Peri

“Huhuhu…” “Ugghh. Suaramu mengganggu tidurku. Tidak bisakah kau diam? Semua orang bisa terbangun karena mendengar tangismu.” “Aku kan menangis karena kamu! Lagipula yang bisa mendengarku cuma kamu.” “Justru karena cuma aku, jadi aku tidak bisa tidur. Besok aku harus berangkat pagi-pagi.” “Kenapa harus besok pagi? Kenapa tidak bulan depan atau tahun depan?” “Oh sudahlah, kita… Continue reading Prompt #37: Peri

cerita fiksi

Prompt #14: Desa Bersalju -Otousan-

“Otousan….” Aku menggeser pintu dan memasuki genkan. Kubersihkan pakaianku dari sisa-sisa salju yang menempel. Aku melepas sepatuku dan menaruhnya di getabako yang ada di samping pintu. Kemudian aku masuk ke ruangan besar. Saat aku kecil dulu, ruangan ini terasa terlalu besar untukku. Tidak banyak perabot di sini, hanya ruangan kosong dengan sebuah tungku perapian di… Continue reading Prompt #14: Desa Bersalju -Otousan-

cerita fiksi

Quiz Monday FlashFiction Prompt #2: Semua Akan Baik-Baik Saja

Beberapa orang berseragam putih-putih itu datang lagi. Tidak! Aku tidak mau! Pergi sana! Jangan dekati aku! Mereka mencengkram tangan dan kakiku. Aku berontak dengan sisa tenagaku. Sia-sia. Jumlah mereka terlalu banyak. Aku tak bisa bergerak. Tubuhku dibebat. “Huaaaaa….!!!” Aku berteriak sekuat yang aku bisa. Tolong!! Mereka menancapkan benda tajam di pergelangan tanganku. Apa ini??