cerita fiksi

[Cermin]: Aku Tak Mau Punya Adik

Foto yang dipajang di ruang tengah adalah fotoku saat baru lahir bersama Mama dan Papa. “Hana… sayang… coba lihat ini…” Baju yang dipakai Hana adalah bajuku dulu. “Ini boneka beruang… lucu yaa…” Boneka beruang itu juga punyaku… dulu. Dari dulu sampai sekarang selalu bertiga. Tapi tiba tiba…

cerita fiksi

Al-Qur’an Bekas

“Hah? Ini kan Al-Qur’an?” ujar Nina setengah memekik. Sore itu seperti biasa ia pergi ke masjid untuk mengaji. Namun, ketika melewati tempat pembuangan barang bekas, matanya tertumbuk pada tumpukan buku yang bersebelahan dengan barang bekas lainnya. Buku bersampul resliting warna coklat yang sedikit koyak, telah menyita perhatiannya. Nina membolak balik Al-Qur’an itu. Reslitingnya sudah rusak,… Continue reading Al-Qur’an Bekas

cerita fiksi

Fiksi Mini: Nasi Goreng Papa

“Aku mau makan nasi goreng Papa,” kataku tiba-tiba. Papa menoleh sambil menurunkan kacamatanya. Menatapku heran. *** Lima belas tahun yang lalu. Seperti biasa pulang sekolah aku selalu mendapati sosok papa di dapur. Memasak makan malam. “Ah, sudah pulang? Makan malam kita hari ini nasi goreng!” seru papa sambil tersenyum. Aku diam saja. Sudah kuduga.

cerita fiksi

Prompt #29: 27 Maret

hyakkai gurai wasureyou toshita kedo mou dame dayo kidzukeba itsumo omae no koto bakkari omoidashiteta imasara datte wakatteru kedo yappari suki dayo aitai yo… mou ichido mata, yari naoshitai… * “Lagu ini lagi?” Kurebahkan tubuhku di kursi samping kasir sambil membuka majalah. Pria yang kuajak bicara tak menanggapiku. Ia meneruskan pekerjaannya merapikan tumpukan buku yang… Continue reading Prompt #29: 27 Maret

cerita fiksi

Prompt #14: Desa Bersalju -Otousan-

“Otousan….” Aku menggeser pintu dan memasuki genkan. Kubersihkan pakaianku dari sisa-sisa salju yang menempel. Aku melepas sepatuku dan menaruhnya di getabako yang ada di samping pintu. Kemudian aku masuk ke ruangan besar. Saat aku kecil dulu, ruangan ini terasa terlalu besar untukku. Tidak banyak perabot di sini, hanya ruangan kosong dengan sebuah tungku perapian di… Continue reading Prompt #14: Desa Bersalju -Otousan-

cerita fiksi

Quiz Monday FlashFiction Prompt #2: Semua Akan Baik-Baik Saja

Beberapa orang berseragam putih-putih itu datang lagi. Tidak! Aku tidak mau! Pergi sana! Jangan dekati aku! Mereka mencengkram tangan dan kakiku. Aku berontak dengan sisa tenagaku. Sia-sia. Jumlah mereka terlalu banyak. Aku tak bisa bergerak. Tubuhku dibebat. “Huaaaaa….!!!” Aku berteriak sekuat yang aku bisa. Tolong!! Mereka menancapkan benda tajam di pergelangan tanganku. Apa ini??

cerita fiksi

Prompt #8: Kendi

Ai pulang sekolah menyusuri jalan setapak yang ditumbuhi pohon sakura. Sudah terlalu sore. Teman-temannya sudah pulang daritadi. “Hei, berikan itu pada kami!” tiba-tiba beberapa bocah menghadang Ai. ” …. ” “Cepat berikan!” bocah-bocah itu makin tak sabar. Tanpa menunggu jawaban Ai, mereka menarik paksa benda dari tangan Ai. Ai jatuh tersungkur. Sebuah kendi.