Udah Karakter

Saya sering menganggap suami saya itu luar biasa irit. Kami beli beras yang paling murah, belanja di supermarket yang menjual barang murah meskipun jauh, sebagian besar perabot rumah kami beli di toko second, jarang jajan di luar (maksudnya makan di restoran), dan lain sebagainya.

Yah, nggak pa-pa juga sih. Kami memang harus mengirit, karena tiap bulan harus menyisihkan uang untuk ditabung. Biar nggak jadi kuli terus yak. Hehe.πŸ˜›

Pernah saya cerita tentang teman si A yang sering makan di luar, atau teman B yang kalau belanja jarang memperhatikan harga, atau teman C yang hobi shopping di mall.

Kata suami saya, “ya kan mereka suami istri kerja fulltime, tentu gaji yang diterima lebih banyak. Belum bonusnya. Jadi ya nggak pa-pa kalau mereka mau ngabisin duitnya. Papa juga kalau kondisinya kayak gitu mungkin ya bakal kayak gitu juga.” ^_^

Hmm… saya mikir sejenak.

“Ah, kayaknya enggak deh. Walaupun Papa pindah kerja trus dapet gaji lebih gede, ato Mama ikut kerja fulltime juga, pasti tetep aja beli beras yang paling murah, belanja di tempat yang sama, jarang nge-mall, jarang jajan di luar, toko second tetep jadi tempat favorit buat cari perabot atau sekedar window shopping. Emang udah karakter itu mah,” jawab saya. Hahahaha…πŸ˜€

Dan kami pun nyengir bareng.

Hehe, cuma obrolan gaje suami istri aja kok. Nggak usah baper.πŸ˜›

 

DSC_9684

 

***

Kariya, 01 April 2015

18 thoughts on “Udah Karakter

  1. emang mestinya gitu, kan? waktu masih muda dan bisa kerja uang yang didapat disimpan dan diinvest.. nanti kalau udah pensiun baru deh keliling dunia with styleπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s