Nisa & Youchien #5: Akhir Semester Hiyoko Gumi

Cerita youchien #4 tentang undoukai, yang ke-5 langsung loncat ke akhir semester. Hehe. Nggak apa apa ya. Kita kejar tayang aja kali ini.

Nggak terasa sudah satu tahun berlalu sejak Nisa masuk youchien. Kebersamaan Nisa di kelas Hiyoko juga tinggal beberapa minggu lagi. Bulan depan insyaAllah naik kelas. Yeeay!

Setelah cerita undoukai bulan Oktober lalu, sebenernya banyak banget kegiatan di youchien. Mulai dari Ongakukai (pentas musik), rapat pemilihan ketua PTA yang baru, jadi relawan berkebun, dialog orangtua dan guru akhir cawu, happyoukai (pentas drama), bikin buku album kenangan, sampai yang terakhir kemarin ada hoikusankan (kunjungan youchien). *fiuh* :p

Kegiatan akhir semester dimulai sejak januari lalu, setelah fuyu yasumi (libur musim dingin). Ya cuma 3 bulan aja sebenernya, Januari-Februari-Maret.πŸ˜‰

Happyoukaiγ€€οΌˆη™Ίθ‘¨δΌšοΌ‰

Happyoukai ini biasanya dilakukan pada bulan Februari. Semua sekolah di Jepang biasanya sama semua, cuma tanggalnya aja beda menyesuaikan jadwal sekolah masing-masing.

Happyoukai ini bisa macem-macem, misal nyanyi, atau drama, atau drama sambil nyanyi. ^_^

Kelas Nisa menampilkan drama kecil. Ada nyanyinya juga sih. Ceritanya sederhana aja. Judulnya “Ton Ton Tomete Kudasai na”, yang artinya kurang lebih “Tok Tok, ijinkan kami menginap/berteduh”. Kalo kata ibu-ibu lain, kayaknya ini cerita karangan sensei deh, soalnya belum pernah denger ada cerita legenda ato cerita anak2 tentang itu. Secara kelas lain dramanya Momotaro, ya sejenis cerita rakyat gitu lah. ^_^

Jadi ceritanya itu ada rumah ookami (serigala) di tengah hutan yg sedang ditinggal pemiliknya. Kemudian datang para kucing, nyasar nggak tau jalan pulang, akhirnya numpang di rumahnya ookami. Trus datang kelinci, nyasar juga, numpang juga di rumahnya ookami. Trus dateng monyet, nyasar juga, numpang juga di rumahnya ookami. Terakhir, ookami pulang, rumahnya penuh. Tapi ini ookami baik hati, para tamunya malah disuguhi sup hangat. :p Terakhir mereka nyanyi bersama.

Baru kali ini nih, si Nisa main drama. Biasanya kan pentas nyanyi, nyanyi, dan nyanyi. Awalnya ragu, Nisa chan bisa nggak ya? Ternyata dia enjoy banget. Nggak lupaan, walaupun masih malu malu suaranya keciiil. Hihihi. Ah, nggak sempet terharu deh, yang ada saya malah ngikik-ngikik terus sepanjang drama sampe nggak fokus sama lensa kamera. Miring miring deh jadinya, hahaha. Abis lucuuu liat tingkah polah anak-anak.πŸ˜›

 

Hoikusankan (保育参観)

Sankan (参観)artinya kunjungan. Maksudnya orangtua murid boleh ikut dan melihat kegiatan anak-anak di youchien. Semua jenjang pendidikan di Jepang, ada kegiatan ini. Jadi para orangtua bisa melihat bagaimana proses pendidikan yang diterapkan di sekolah. Bedanya kalau sudah SD ke atas namanya jugyou-sankan (授ζ₯­ε‚観). Jugyou di sini artinya pelajaran. Kalau TK, karena belum belajar jadi namanya hoiku (保育) yang artinya apa ya, nursing kalo bahasa inggrisnya mah.πŸ˜›

Waktu awal semester pernah juga sih diadain kunjungan orangtua murid. Tapi hanya saat kegiatan makan siang. Nah, kali ini kunjungannya lebih panjang, dari awal masuk kelas sampai selesai. Dari jam 9:10~14:15. Haiyaa…

Kunjungan orangtua kali ini dibarengi dengan rapat penjelasan kenaikan kelas. Jadi, orangtua dikumpulin dulu di aula untuk diberi pengarahan oleh kepala sekolah seputar kenaikan kelas nanti. Selesai itu sekitar 15 menit, baru deh ke kelas anaknya masing-masing, ikutan masuk kelas. ^_^

Youchien Nisa pukul 8:40~09:00 gerbang mulai dibuka untuk menyambut anak-anak. Biasanya si kepala sekolah stand-by di pintu gerbang menyapa setiap anak yang datang. Sampai di kelas masing-masing (masih di teras), anak-anak akan disambut sensei wali kelas. Orangtua biasanya cukup mengantar sampai sini.

Pertama-tama yang dilakukan anak adalah mengganti sepatu luar dengan sepatu dalam (warna putih). Sepatu-sepatu ini sudah ada namanya sendiri dan tersimpan rapi di rak sepatu masing-masing. Abis itu, masuk kelas, dan beres beres bawaan masing-masing.

Pertama keluarkan tas berisi cangkir dan sikat gigi, gantung di tempatnya bersama lap tangan. Abis itu, kalo Nisa, keluarkan tas bento taruh di meja sensei. Setelah tas sekolahnya sudah kosong, taruh di raknya.

Proses selanjutnya adalah ganti baju. Sudah dua mingguan ini, ritual pagi nambah jadi ganti baju. Kalau awal-awal semester sampe tengah semester anak-anak kelas nol kecil langsung pake baju seragam main dari rumah. Sekarang karena latihan mau naik kelas, jadi dari rumah pake jaket seragam. Sampai di sekolah baru ganti baju seragam main.

Kalau semua ritual pagi sudah dikerjakan, anak-anak siap maiiiin. ^_^

Oya, semuanya dilakukan sendiri. Sensei hanya memantau kalau kalau ada yang butuh bantuan.

 

FYI, kegiatan yang saya tulis ini berdasarkan kegiatan anak TK kelas nol kecil yaa (nensho).

Dari jam 9:10~10:30, main bebas. Biasanya sensei akan menaruh meja besar (beberapa meja yang disatukan) di tengah kelas, kemudian membuat prakarya. Terserah mau prakarya apa. Di meja tersedia beberapa selotip, lem, kertas-kertas, kotak-kotak kardus kecil bekas cemilan, dll. Boleh juga main yang lain, main di luar juga boleh.

Akhir-akhir ini Nisa dan temen-temennya lagi seneng bikin tongkat magic sama mahkota-mahkota gitu. Waktu ditanya ini apa, katanya “Masa mama nggak tau? Ini yang dipake si purikyua!”

Hah? Purikyua?? Cerita ke sesama ibu-ibu, katanya itu looh serial anime di tv Purikyua, semacam princess-princess pembasmi kejahatan macam sailormoon kalo di jaman emaknya. Ya ampuun Naaak. Kan Nisa nggak punya tipi di rumah, tau dari mana? Emang sih si Nisa nggak nyebut tv, dia nyebutnya itu purikyua kayak di TK. Ooh, berarti dia taunya purikyua itu ya di TK diceritain temen-temennya paling.πŸ˜›

Pukul 10:30 waktunya beres-beres. Ya beres-beres ruangan, ya beres-beres lapangan juga. Biasanya abis main pasir, alat-alatnya dicuci dan ditaruh di tempatnya, buang sampah, dsb. Jam ini juga waktunya pipis. Jadi toilet penuh sampe ngantri. Hehe.

Abis beres-beres masuk kelas, dan diadakan main bersama. Biasanya sensei akan memainkan piano dan nanyi bersama. Abis itu dilanjutkan dengan kegiatan yang dilakukan bareng-bareng. Misal sensei baca buku cerita, atau permainan tangan (ζ‰‹ιŠγ³), dll. Kemarin kelas hiyoko main di luar. Mereka main permainan Ookami-koyagi. Semacam main kucing-tikus gitu deh kalo di Indonesia. Hahaha, bener ga namanya ya.πŸ˜›

Mulai jam 11:30 persiapan makan siang. Yang menarik dari persiapan makan siang ini, anak-anak menyiapkan diri masing-masing. Pertama cuci tangan dan kumur-kumur, setelah itu pake lotion atau semacam ‘antis’ (halah sebut merk), diusap-usap di tangan. Abis itu bawa kursi masing-masing ke meja yang sudah disiapkan sensei. Anak-anak bebas memilih duduk di mana.

Setelah siap, sensei memanggil anak-anakΒ  untuk mengantri ambil jatah makan siang masing-masing. Mereka ambil makanan secara prasmanan gitu. Jadi pertama ambil piring, terus ambil nasi, lauk, sayur, dst. Nisa juga ikut ngantri, tapi Nisa nggak ambil makanan tapi ambil bentonya di meja sensei.πŸ˜›

Yup! Nisa bawa bento sendiri ke sekolah. Alasannya, apalagi kalau bukan pertimbangan makanan halal. Di sekolah tiap bulan dikasih menu makanan selama satu bulan. Jadi kita bisa tau hari ini menunya apa, besok apa, lusa apa, dst. Sayangnya nggak dicantumkan bahan-bahan masakan yang digunakan secara detil, misal pake mirin ato nggak, pake ekstrak daging ato nggak, dll. Karena pertimbangan itu, saya memutuskan untuk bawa bento sendiri dari rumah. Pihak sekolah juga mengijinkan. Lumayan hemat biaya makan, hihihi.

Dan Nisa? Alhamdulillah sampai hari ini belum ada keluhan ato pertanyaan yang keluar misal kenapa cuma nisa sendiri yang bawa bento, kenapa menunya beda dengan yang lain, dsb. ^_^

Setelah semua anak dapat jatah makan, sensei memanggil ke depan kelas beberapa anak untuk memimpin ‘ritual’ sebelum makan. Emm… nggak bisa dibilang baca doa sebelum makan sih, hihi. Cuma bilang ‘itadakimasu’ bersama-sama.πŸ˜›

Setelah itu baru deh boleh makan.

Abis makan, anak-anak rapikan sendiri piring-piringnya. Setelah itu cuci tangan, kumur dan gosok gigi, dan mengembalikan kursi masing-masing.

Kegiatan selanjutnya, main lagiiii, main teruuus. Hehe. Yah, namanya juga anak TK.

Saya sampai sini aja kunjungannya. Pulang bentar, nanti balik lagi pas jam pulang sekolah. Ibu-ibu yang lain juga begitu. Lapar booo. Ibu-ibu kan butuh makan siang juga. Hihi.

Tapi lanjutin ya jadwal kegiatannya. Setelah jam main bebas, jam 13:30~14:00 waktunya beres-beres dan persiapan pulang. Persiapan pulangnya, masukin barang-barang ke dalam tas, segala prakarya juga. Abis itu ganti baju lagi pake jaket seragamnya. Baju main yang kotor bisa dibawa pulang untuk dicuci, kalo nggak kotor tetap digantung ditinggal di sekolah.

Jam 14:15 pulang deh. Anak2 baris di lapangan. Ibu-ibu udah nungguin di luar gerbang. Kalo semua sudah berbaris rapi, kepala sekolah akan membuka pintu gerbang, dan para ibu akan nyamperin anaknya masing-masing kemudian ikut baris di samping anak. Kemudian akan ada beberapa pengumuman atau laporan dari perwakilan guru. Setelah itu baru mengucapkan sayorana bersama sama dan boleh pulang. Biasanya sih nggak langsung pulang, anak-anak lanjut main, sedangkan ibu-ibunya sibuk bergosip. Haha.πŸ˜€

Begitulah, kegiatan anak di TK, khususnya kelas nol kecil (nensho). Lumayan panjang juga ya. Kegiatan di TK memang kebanyakan main, tapi di sini mereka dididik mandiri dan disiplin, serta bertanggung jawab atas barang dan keperluannya masing-masing.

cats

Cieee yang bentar lagi jadi anak nenchuu (nol tengah). Udah jadi kakak kelas dong yaaa.

Semangaaat kakaaaa….

 

Photo-0164

 

PS: Selesai kunjungan, orangtua murid nggak pulang gitu aja. Ada PR yang harus dikerjakan di rumah.πŸ˜› Jiaah, PR apaan? PR menulis kesan dan pesan setelah kunjungan.πŸ™‚

 

 

 

 

 

***

Kariya, 09-03-16

16 thoughts on “Nisa & Youchien #5: Akhir Semester Hiyoko Gumi

    1. ealah, cepet amat komennya non. padahal masih aku edit edit loh ini postingannya. hahaha.
      ya jelas syok, secara Nisa ga bisa bahasa indonesia. hihihi *ngikik miris*πŸ˜€πŸ˜€

  1. keren ya, diajarin mandiri. apa2 dilakukan sendiri.
    di sini anak2 sekolah jg bawa bekal sendiri. ponakan saya tuh di sd jadwalnya mingguan aja. jd tiap senin bekalnya sama hehe. eh tp ada jg pihak sekolah yg nyediain makan.

    1. Memang sebelum masuk ada undiannya, kalau yang daftar melebihi kuota. Kalo di kota saya ini TK (youchien) sepi peminat, jadi kemarin pas daftar ga pake undian langsung bisa masuk karena jumlahnya ga nyampe kuota. Tapi kalo daycare (hoikuen) susah banget masuknya karena banyak yang daftar, sedangkan jumlah hoikuen sedikit. Kebanyakan pada kerja sih ibu2 di sini. :p

      1. oh ya hoikuen tuh yg bermasalah … padahal kalo di RW saya kayaknya ada beberapa sih… tiap pagi selalu papasan sama gerombolan bayi bayi πŸ‘ͺ😽

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s