Nisa Dan Youchien #2 : Hatake Unedzukuri (畑うね作り)

Salah satu kurikulum pendidikan dasar di Jepang adalah mengenalkan lingkungan, termasuk TK. Anak anak diajarkan cara berkebun. Menanam sendiri sayur sayuran, memanen, dan memakan hasilnya bersama sama. Tiap sekolah punya kebun masing masing.

Nah, berhubung saat ini sudah mau musim panas, cocok untuk bercocok tanam. Beberapa minggu yang lalu saya dapat surat edaran dari sekolah tentang volunteer untuk membuat kebun untuk ditanami bibit (畑うね作り). Bagi orangtua murid yang ingin membantu, silakan mendaftar jadi volunteer. Begitu.

Yang saya salut dari sistem pendidikan di Jepang adalah semua dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Pernah dengar atau baca kan ya, misalnya makan siang di sekolah, anak anak melayani sendiri mulai dari persiapan, membagikan makanan, sampai merapikan peralatan makan, secara bergantian. Begitu juga unedzukuri ini. Semua dilakukan oleh guru (kepala sekolah termasuk) dan orangtua murid.

Jadi ceritanya saya mendaftar jadi volunteer unedzukuri. Saya pikir semua orangtua murid pasti ikut, jadi saya nggak enak lah kalo nggak ikutan juga berpartisipasi. Ternyataaaa…. haa, yang ikut dikit. Hihihi. Karena ini masih tahap awal, tahap nggak enak.😛

Kebun yang belum di-apa-apa-in, akan dibuat bidang tanamnya (apa yak istilahnya?). Jadi tanahnya digemburkan gitu. Dari seluruh kelas, hanya ada sekitar 20 orang orangtua murid yang membantu (termasuk saya). Dan semuanya ibu ibu (eh, ada ding bapaknya satu). Hihihi.

Saya pikir lagi, kegiatan ini bareng anak anak ngerjainnya. Wek, ternyata nggak. Anak anak mah main aja di kelas masing masing (main lari larian juga sih di halaman). ^_^

Jadi gini, kan ini masih tahap awal, jadi yang ngerjain orang dewasa aja. Nanti kalau tanahnya udah jadi dan siap tanam, baru deh ada kegiatan menanam bibit oleh anak-anak dan orangtuanya, dan kegiatan panen juga oleh anak anak dan orangtua. Tapiiii kegiatan itu untuk anak anak kelas nol tengah (年中) sampai nol besar (年長). Anak nol kecil belum bisa ikutan. Yaaahh…😛

Nggak papa lah, udah terlanjur ikutan jadi volunteer. Gile bok, kerjanya beneran macul. Ada sekitar 10 baris tanah yang harus dipacul. Hosh hosh. Rencananya 3 baris akan ditanami ubi, 3 baris ditanami jagung, dan 4 barisnya lagi lupa.😛

Di surat edaran, kegiatan macul ini dijadwalkan jam 9 pagi selama 45 menit aja. Awalnya saya ragu, lah ada 10 baris yang harus dipacul, dan semuanya ibu ibu gini (iye, ada bapaknya atu), emang bisa 45 menit kelar? Ternyata passs 45 menit kelar, sodara. Ckckck. Sasuga mama tachi! Keren nih kekuatan emak emak.

IMG_0755
ini dia hasilnya. Siap ditanami. ^_^

Setelah semua jadi, mama tachi dijamu minum ocha. Abis itu pulang deh. Jam 10 saya sudah sampai di rumah. Istirahat bentar, jam 11 balik lagi buat jemput Nisa.😉

疲れたけど、楽しかったわ!

Capek sih, tapi menyenangkan!🙂

***

14 thoughts on “Nisa Dan Youchien #2 : Hatake Unedzukuri (畑うね作り)

  1. Jadi Ibu di Jepang … ikut ‘ngerjakan PR anaknya gak ya…?
    Tentu beda rasanya jadi ibu di Jepang dibandingkan di tanah air …😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s