Kerja di Jepang (bagian 2)

Baca berita di timeline FB hari ini dengan judul yang WOW banget, Beda di Jakarta, gaji Rp 24 juta di Jepang cuma tidur di warnet!! *what the…* *lirik pak suami*πŸ˜€πŸ˜€

Sumber berita dari merdeka.com, bisa baca di sini. Mari kita bahas satu per satu faktanya. *ceileh*

1Dan menurut sumber berita aslinya di disposableworkers.com :

6Seperti yang pernah saya bilang di postingan saya yang paling hits di blog ini *halah* tentang kerja di Jepang enak gaji besar?, gaji karyawan di Jepang itu standarnya ya segitu. Ibaratnya itu UMR nya. Jadi, ini bukan angka yang fantastis di Jepang. Walaupun cuma kerja jadi satpam perusahaan atau buruh pabrik, kalau statusnya η€Ύε“‘ (karyawan tetap), ya segitu.

Tapi nyatanya menurut yang saya baca, si Pak Fumiya ini hanyalah pekerja tidak tetap. Kok bisa sama gajinya sama karyawan tetap? Ya bisa aja. Karyawan tidak tetap biasanya digaji per jam. Taruh lah ia digaji 1200 yen per jam. Dengan kerja 8 jam per hari dan 6 hari per minggu, coba aja kaliin.πŸ™‚

Tapi yang membedakan adalah income per tahun. Karyawan tetap dapat tunjangan dan bonus 2 x per tahun. Mereka nggak dipotong hari libur. Sedangkan karyawan tidak tetap, kalau mereka libur ya nggak dapat gaji. Clear ya.πŸ˜›

2Kalau dengan gaji segitu Pak Fumiya cuma tinggal di warnet, itu sih pilihan. Coba diitung yah, dia tinggal di warnet, cost per hari 1.920 yen. Kalau 30 hari berarti 57.600 yen atau sekitar 5~6 juta rupiah. And you know how much my apartment cost? 22.000 yen per bulan! *Lah, murahan apartemen gue dong* Haha.πŸ˜€

Ya sih, cuma rumah susun alias apartemen subsidi pemerintah. Tapi kalau mau cari apartemen biasa, harga 4~5 juta pun ada kok, untuk ukuran kamar kos kecil buat para single kayak Pak Fumiya. Itu sih emang si Pak Fumiya aja yang pengen tinggal di warnet.

4Alasan Pak Fumiya nggak tinggal di apartemen adalah dia enggan mengeluarkan uang untuk membeli furnitur hingga uang keamanan. Oke, itu sih terserah dia. Karena faktanya memang begitu. Tinggal di warnet harga 5 juta perbulan mungkin udah semuanya, ga perlu bayar internet, beli barang2, listrik sama air juga kan ya? Beda dengan tinggal di apartemen, harga 5 juta masih plus bayar air, listrik, internet, beli barang2, dll.πŸ˜› Jadi, tinggal di warnet masih lebih murah dong.

Dan terakhir, harga apartemen di Tokyo ya. Hmm… saya nggak tinggal di Tokyo sih. Tapi kalo harus merogoh kocek sampe 1 juta yen itu kayaknya apartemennya yang kayak apa yaaaa? Apartemen sekelas mansion mewah kali yaaaa.πŸ˜›

Awalnya saya berpikir begitu. Tapi ternyata faktanya si Pak Fumiya ini susah apply apartemen, karena ia nggak punya penjamin, makanya disuruh bayar mahal.

5Well, untuk apply apartemen di Jepang ini memang perlu guarantor atau penjamin. Apply di apartemen subsidi pemerintah sekalipun. Tentu saja suami saya punya penjamin. Seorang pekerja tidak tetap tidak bisa jadi penjamin. Ia harus lah seorang pekerja tetap di Jepang dengan income per tahun yang sesuai dengan persyaratan pemilik apartemen.

So, kesimpulannya apa? Kesimpulannya, nggak ada. Postingan ini isinya cuma klarifikasi aja. Hahahaha.πŸ˜€

Biaya hidup di Jepang memang mahal. Tapi ya nggak segitunya juga kali. Bukan berarti kita nggak bisa hidup normal.

Ayooo… qonaah, qonaah. ^_^!

***

Baca juga : Hidup Irit di Jepang? Bisa!

42 thoughts on “Kerja di Jepang (bagian 2)

    1. Biasanya kalo mahasiswa, yang jadi guarantor-nya itu dosennya, mbak. Kalau pekerja, biasanya untuk orang asing dicarikan guarantor dari perusahaan. Atau bisa cari sendiri dengan cara cari orang yang mau jadi penjamin kita. ^_^

      1. iya, sebenernya biaya hidup minimal suatu kota bisa dilihat dari UMR nya aja ya. Kalo di Jepang UMR nya 20 juta, berarti biaya hidupnya ya segitu rata2. ^_^

      2. hahahaha… yaaa jangan malah gentar dong. pilihan untuk hidup ngirit akan selalu ada, mas. tinggal pinter2nya kita aja mengelolanya. Bagi orang asing, yg suatu saat akan kembali ke kampung halamannya, alokasi dana buat ditabung pasti ada mas. ^_^

  1. di mana pun kita tinggal, memang selalu ada pilihan dan juga tantangan masing0masing. Seringkali kalau di Indonesia berpikir wah gajinya besar sekali, tapi lupa kalau pengeluaran di sini pun besar hehehe. Waktu saya tinggal di Geneve, Swiss, yang merupakan satu kota termahal di duni, gaji kita memang lebih besar karena standar tinggi. Tapi pengeluaran untuk rumah misalnya, pun jauh lebih besar. Sekarang di NYC, gaji tidak setinggi Geneve, tapi rumah lebih terjangkau. Again, semua ada pilihan…mau yang mahal banget juga ada hehehe

  2. Senang sekali baca postingan mama nisa,pas banget spti yg sy alami,singkat cerita ma..sy br aja plg dari jepang sbg imigran gelap(dtg ke jepang pk visa turis)kerja di perusahaan pengalengan ikan di zhimizu-shi,zhizuoka-ken.dgn gaji 10000 yen/hari,dlm sebulan sy bs dpt 270,000 yen.biaya makan 30,000/bulan,apato 12,000 yen(kami tinggal 4 orang se kamar)jd sy cukup bayar 3,000 Yen,lumayan sih rata2 tiap bulan sy bs kirim ke rumah 200,000 yen.tergantung sering kalah pachinko atau gk.o ya sy jd imigran gelap selama 3 tahun,rencana bulan mei brangkat lagi….

    1. Tadinya saya ga mau approve komen ini, tapi gpp buat sekedar tahu saja kalau yang seperti ini juga ada di Jepang.
      Saya tidak menyarankan yang membaca blog ini untuk jadi pekerja ilegal. Semoga bisa memilah mana yang baik dan yang buruk.
      Salam.

  3. Assalamualaikum,

    Pengen sekali bunda nisa bisa kerja di sanaπŸ™‚ ya walau ga seenak yang di bayangkan..tetep pengen ke sanaπŸ™‚

    Salam Kenal bunda, mampir ke blog ku yaahπŸ™‚

    Hasan

  4. dr dlu pngn bgt dih ma krja di jpg tp mpe skrg blm ksmpean. mn umr udh hmpr kpala 4 kyknya smpai kpn pun ga bs..soalnya trkndala f biayanya ..blh donk ma
    mnta saranya..btw slm knl…

  5. duhh pengen kerja tinggal di jepang , budaya nya menarik , dan di jepang itu sangat disiplin , saya suka itu ^_^ , udh bosen di indo mah , banyak koruptor :3 xixixi , tpi kalo mau ke jepang harus bisa bahasa jepang dulu :v saya boro boro .. hehe

  6. Saya udah lulus smk jurusan otomotif pengen banget kerja di jepang.sekalian jalan jalan.tapi saya gak tau gimana caranya ke jepang kan ada surat surat yg perulu di urusin dan biayanya berapa mbak kalo mau ke jepang?????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s