Review Film: Mother -JDrama-

dl201008201045399413955

“I think the love small children give to their parents is unconditional. Even if children are abandoned or nearly killed by their parents, they will still love them. No matter what. That’s why parents shouldn’t let their children go, no matter what.” -Nao / Mother

Film lama, tahun 2010. Tapi saya baru nontonnya sekarang. Total 11 episodes. Diperankan oleh artis cilik favorit saya, Ashida Mana chan. *bukan Annisa Mana chan ya*😛

This is about family. This is about forgiveness. This is about motherhood.

Drama ini dibuka dengan adegan seorang anak yang hilang di pantai, Michiki Rena, 7 tahun. Kemudian cerita kembali ke cerita sebulan sebelumnya, dimana Rena masih terdaftar di sebuah SD di Muroran, Hokkaido.

Dikisahkan pula Suzuhara Nao sensei, wali kelas Rena yang baru. Tidak seperti guru SD kebanyakan, Nao sensei digambarkan seorang yang dingin, pendiam, dan tidak terlalu suka anak anak. *ngapain jadi guru SD yak*😛

Suatu ketika, Nao mendapati Rena yang masih keluyuran padahal hari sudah malam. Begitu juga malam malam setelahnya. Menurut kabar yang beredar, Rena tinggal berdua dengan ibunya dan seorang laki laki yang diduga adalah pacar sang ibu. Rena dikabarkan juga mengalami kekerasan karena di sekujur badannya terdapat luka luka memar dan berat badannya di bawah normal.

Namun, pihak sekolah tidak dapat berbuat apa apa karena tidak memiliki bukti dan Rena sendiri pun menyangkal. Rena selalu bilang ia sangat menyayangi ibunya.

Awalnya Nao sensei tidak ambil pusing masalah Rena, karena sepertinya ia sendiri punya masalah yang rumit. Tapi ada satu titik dimana Nao sensei akhirnya mengambil keputusan dan tindakan nekad yang merubah hidup mereka berdua. Yaitu di malam saat Nao sensei menemukan Rena terbungkus dalam kantung plastik sampah yang dibuang di depan rumah Rena. *kedjam*

Esoknya, Nao sensei memutuskan untuk membawa lari Rena. Pergi jauh dari rumahnya. Dibuat lah skenario kalau Michiki Rena telah mati tenggelam di pantai, dan Rena yang asli pergi bersama Nao sensei dengan identitas baru. Manusia baru. Ini adalah scene satu bulan setelahnya yang menjadi pembuka film.

Michiki Rena sudah tidak ada. Yang ada sekarang adalah Suzuhara Tsugumi, anak perempuan dari Suzuhara Nao. Ya, mereka memulai hidup baru sebagai ibu dan anak di Tokyo. Dan mereka hidup berdua selamanya. The end… *eh*

Beneran udah selesai? Beluuum. Hidup mereka justru susah. Nao tidak punya pekerjaan. Tsugumi pun tidak punya surat surat identitas yang menyulitkannya untuk mendaftar di SD dan memulai kehidupan normal. Belum lagi Nao yang ada masalah dengan keluarganya, bertemu dengan ibu kandungnya, diperas oleh wartawan koran, dan lain lain.

Belum lagi pihak kepolisian Hokkaido belum menyerah soal kasus Michiki Rena, karena jasad Rena belum ditemukan. Dan dengan suatu kebetulan ibu Rena akhirnya tau Rena masih hidup dan tinggal dengan guru SD nya di Tokyo.

Bagaimana nasib Rena, eh, Tsugumi? Akhir yang mengejutkan. Tidak saya duga. Tapi sedikit banyak saya jadi belajar tentang aturan hukum di Jepang. Terutama soal adopsi anak dan sebagainya.

Episode favorit saya ada di episode 8. Saat diceritakan tentang masa lalu Michiki Hitomi, ibu Rena. Ibu Rena, sama seperti ibu ibu yang lain, juga sangat menyayangi putrinya, Rena. Sejak ayah Rena meninggal, ia menjadi single mother untuk Rena. Bekerja sambil mengurus anak bukan hal mudah. Apalagi balita. *I feel you, mom!*

Michiki Hitomi mulai merasa ia tidak memiliki waktu me-time untuk bersenang senang dengan temannya karena ada Rena. Hal membanding-bandingkan anak sebenarnya adalah hal biasa di kalangan ibu ibu, but it would be stressful for some mother. Apalagi kehidupan sosial di Jepang sangat ketat soal aturan, disiplin dan sebagainya.

Ibu ibu Jepang terbiasa membesarkan anak dengan stereotype yang sama. Anak yang patuh, selalu mengucapkan magic word, bertingkah laku baik, adalah dambaan setiap ibu. Dan Michiki Hitomi menilai caranya mendidik Rena terlalu lembek. Akhirnya ia pun mulai men’disiplin’kan Rena.

Rena memiliki masa kecil yang indah dengan ibunya, sampai ibunya bertemu dengan seorang pria di bar dan menjalin hubungan. Di situlah Rena mulai mengalami kekerasan yang dilakukan pacar ibunya. Hitomi bukannya tidak tahu, tapi ia tidak berdaya. Ia terlalu takut kembali ditinggal laki laki yang dicintainya. Ia bahkan pernah ingin bunuh diri bersama Rena.

Akhirnya mereka berdua hanyalah korban, menurut saya. Tapi ternyata Michiki Hitomi pun tidak kuasa menahan diri untuk tidak menjadi monster bagi Rena. Ia melakukan hal yang fatal. Yaitu ‘membuang’ Rena.

Sebenarnya saya berharap Hitomi berubah menjadi dirinya yang dulu walaupun tidak bisa mendapatkan Rena kembali, paling tidak ia kembali jadi orang baik. Ternyata ia tidak cukup kuat untuk berdamai dengan dirinya.

Yah, hati manusia macam macam. Tentu saja ini hanya film. Tapi di kehidupan nyata, banyak sekali jenis manusia seperti ini. Kekerasan pada anak terjadi di mana mana. Bahkan oleh orang terdekat sekalipun.

Apa yang bisa kita lakukan jika melihat anak korban kekerasan? Apakah sama seperti yang dilakukan Nao sensei? Menculik dan membahayakan diri sendiri serta hidup dalam pelarian? Hmm….

***

tumblr_mvvlopv2aJ1rm3tczo1_500

33 thoughts on “Review Film: Mother -JDrama-

      1. pasti suka juga soalnya tema nya juga ibu dan keluarga. ada acara nangis2nya juga. ada anak ceweknya juga😉 ratingnya 40 loh pas episode klimaksnya …

      2. saya nonton baru 10 menit episode pertama kaseifu no mita. Ini tentang fatherhood, single father, tema yg agak jarang, makanya mas sandy suka ya. ^_^
        mau nerusin nonton dulu ya.

    1. udah nonton episode 1 nya kaseifu no mita. masih kurang sedih, mas. hahaha.😀 agak cenderung lebay menurut saya.😀😀 ntr abis nonton sampe abis mau nulis reviewnya ah.😉

  1. Mama Nisa, saya sempat nonton di istirahat kerja vol.8.. sedih ya hikshiks…
    Banyak kejadian nyata yang terjadi spt ini yang kadang nggak habis pikir bisa terjadi, tp spt ceritanya semua ternyata ada latar belakangnya..Film-film jepang end nya jarang bahagia yak.. hahaha..Jadi pingin cepat-cepat pulang peluk anak perempuan saya di rumah hehehe..
    Etapi, saya kurang jelas liat end nya di vol 11. Rena ( Tsugumi) jdinya diasuh siapa ya? apa di penampungan pemerintah kah?
    ur silent reader – Annisa

    1. Halo mbak Annisa. Namanya sama kayak anak saya. hehe.

      Iya, ibu yang ‘jahat’ pun ternyata punya latar belakang seperti itu. Jadi nggak ujug ujug (apa ini? tiba tiba maksudnya) jahat kayak di sinetron ya.
      hahaha.😀

      Iya, Rena jadinya diasuh di panti. Karena Suzuhara Nao ga boleh adopsi Rena, itu hukumnya kali ya. Tunggu sampai Rena besar dan mereka akan saling mencari lagi. Begitu kayaknya. ^_^

      1. Iya dan meraka bklan ketemu lgi di restoran si miciki rena dah gede dah gadis cjmn ga d lihtin wajhnya…

    1. ini maksudnya niat baik si nao sensei untuk nyelamatin Rena? yah, tindakannya tetep salah sih di mata hukum, bawa lari anak orang. ini sama aja kayak orang membunuh untuk menyelamatkan diri dari penjahat. tetap perbuatan membunuh itu salah di mata hukum, dan ia harus dihukum.😦

  2. Saya suka J-Drama seperti ini! Menggugah nurani, terus mengajak kita merenung dan berpikir serta belajar dari para tokoh di dalam cerita itu. Jadi pingin nonton (padahal masih banyak film yang belum tertonton di harddisk) :hehe.

    Btw, salam kenal😀

  3. Mbak saya suka juga nonton dorama. Tapi kebanyakan tentang cinta gitu haha jadi malu. Tapi kadang ceritanya sedih juga sih. Dorama yang saya punya kebanyakan yang main personil 48fams.

    KartikaNe. Apa bner begitu ejaan saya? Soalnya saya sering liat di anime dan dorama. Contoh di film. Nama si cewek Yuki. Tapi dipanggil YukiNe (kak yuki). Apa semua nama bisa diaplikasikan seperti itu. Contoh kartikaNe. Atau kartika onee chan haha :p

    Maaf panjang mbak

  4. ada jga dorama yg bikin nangis darah jg. hapir sama dengan mother,, tpi ni tntang prjuangan hidup seorang ibu yg membesarkan anaknya… dan klu di mother artisnya ashida mana di sini artisnya suzuki rio. segera tonton dorama ini namanya WOMAN, sblum nonton siapin tisu 1kardus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s