New Year Trip

a

Selamat Tahun Baru 2015!

Liburan juga udah selesaaaiii. Biar semangat, ganti theme dulu aah. Semoga makin semangat nulis, dan semangat baca buat yang mau baca.πŸ˜€

Postingan pembuka, saya mau cerita tentang jalan-jalan tahun baru kemarin. Emang jalan-jalan kali ini udah diniatin dari lama. Berhubung libur akhir tahun, pengen lah jalan-jalan kemana gitu. Tapi karena nggak punya duit (ga punya duit mulu), ya jalannya yang deket aja lah. Hahaha.πŸ˜€

Baiklah, sebagai permulaan tahun yang baru, mari kita mulai dari Kobe! (again). Ya sih, ini kali kedua kita ke Kobe. Tapi tujuannya beda kok. Sebenernya bukan Kobe yang kita tuju, tapi kota Asago dan Himeji. Kebetulan letaknya sama sama di Prefektur Hyogo.

Tujuan kita ke kota Asago dan Himeji adalah Takeda Castle dan Himeji Castle. Jadi ceritanya trip kali ini kita ngunjungin situs sejarah Jepang. Nggak papa lah yaaa.

Kota Asago dari rumah saya berjarak sekitar 300 km. Naik mobil lewat tol kira-kira makan waktu 4~5 jam. Dududu. Seperti biasa, kita PP aja perginya, nggak pake nginep. Jadi jam berapa kita berangkat sodara sodara? Jam 12 tengah malem. Pas malem pergantian tahun. Pas limit waktunya Cinderella berubah jadi upik abu.πŸ˜€

IMG_0396Dan demi mengirit biaya makan, saya menyiapkan bento (bekal) buat sarapan. Bento buat 3 orang dewasa dan 1 balita. Ya, kami pergi bareng satu teman lagi. Menunya simpel aja sih, kayak biasanya nyiapin bento tiap hari buat kerja. Sama beberapa cemilan yang udah kami beli hari sebelumnya.

Gimana tampilan bento saya? Layak jual gak kira2? Hahaha.πŸ˜€

Waktu jemput teman, kami melewati jinja (kuil). Di kuil itu penuh, banyak orang, sampai ada yang mengantri di luar pagar kuil. Wow. Iya ya, sampe lupa kalau ini tahun baru. Maklum, tahun baru di Jepang itu sepi. Nggak ada dar der dor petasan atau kembang api kayak di tanah air. Ada sih, tapi hanya di tempat-tempat wisata aja, yang memang mengadakan perayaan pesta tahun baru. Kalau di lingkungan rumah sih, senyap. Paling hanya terdengar gong lonceng dari kuil penanda sudah memasuki tahun baru.

IMG_0400
antrian orang-orang ke kuil

Orang Jepang biasanya merayakan tahun baru dengan pergi ke kuil untuk berdoa. Tapi ini pun nggak wajib mesti tengah malam teng. Bisa juga keesokan paginya. Makanya jalanan pas tahun baru itu sepi lengang, nggak ada orang-orang yang turun ke jalan niup terompet dan sebagainya. Kata suami, iya lah dingin kali mau keluar juga. Hehe. Winter bo.

Paling mereka pada party sendiri di rumah masing-masing. Makan makan sambil minum minum sambil nonton NHK Kohaku Uta Gassen (semacam music show pas malem tahun baru).

Oke, balik lagi ke perjalanan kami. Kami sudah ngecek ramalan cuaca pada hari itu di Kobe akan turun salju! Yipiie.

Dan bener aja, di jalan, memasuki Prefektur Hyogo, kami sudah disambut salju. Kami tiba di kota Asago pukul 4:30 pagi. Istirahat di konbini, tidur sebentar sambil nunggu subuh. Suhu dingin banget karena turun salju.

Saya cerita dikit ya tentang Takeda Castle ini. Sebenernya Takeda Castle sudah hancur. Tinggal puing puingnya aja. Benteng ini dibangun tahun 1441. Kemudian tahun 1577 direbut oleh Toyotomi Hideyoshi dan berada di bawah kekuasaan Hidenaga (adik Hideyoshi). Benteng ini terbakar saat peperangan Sekigahara, dan Akamatsu Hirohide (penguasa terakhir Benteng) melakukan seppuku (bunuh diri) kemudian Benteng ditinggalkan.

Walaupun tinggal puing, yang bikin Takeda Castle ini masih terkenal dan dicari adalah letaknya di atas gunung dan pemandangan di sekitarnya yang luar biasa menjadikan Benteng ini banyak diburu photografer2 termasuk kami (photografer amatiran).πŸ˜€

Sayang saat ini situs Takeda Castle tidak bisa dikunjungi wisatawan, karena jalan menuju ke atas gunung sedang direnovasi. Tapi bagi yang ingin mengambil gambar, bisa pergi ke gunung sebelahnya dan ambil foto dari atas. Oke, berangkaaat!

Sebenernya, momen sempurna kalau mau ambil foto kastil ini adalah saat pagi hari. Sekitar beberapa saat setelah matahari terbit. Jadi, masih terlihat kabut menyelimuti gunung. Makanya kastil ini disebut “castle in the sky”.

himeji_img2
kira kira kayak gini. gila, keren banget kan? *gambar pinjem dari sini*

Tapiii, karena kami (baca: supir) ngantuk berat ditambah udara dingin plus salju, masih gelap pula. Males deh jadinya mau naik. Padahal banyak juga wisatawan yang udah mulai naik jam segitu. Akhirnya kita baru pada melek dan seger jam 7. Udah terang, salju udah berenti. Baru deh jalan. Sayangnya mobil nggak bisa masuk sampai ke atas gunung. Jadi, mobil parkir di bawah, trus kita jalan kaki ke atas gunung sekitar 2~3 km (lebih deh kayaknya). Dan pas kita naik, orang-orang udah pada turun. Haha. Kesiangan deh.πŸ˜›

Akhirnya sampe di atas cuma bisa dapet foto kayak gini.

10891458_862514060467285_8166751215888662130_nIni masih belum sampe atas banget kita ngambil fotonya. Si Nisa udah rewel aja, nggak mau jalan lagi. Capek kali ya. Tapi lumayan lah bisa ambil foto pemandangan gunung gunung sekitarnya yang soooo amazing. Mashaa Allah.

DSC_1140

DSC_1119
mendaki gunung demi foto. :p
10897769_862514250467266_4934660357783451892_n
Narsis dulu si pendaki kesiangan.πŸ˜€

Tujuan selanjutnya yaitu Himeji Castle. Kastil ini terletak di kota Himeji, Prefektur Hyogo. Merupakan kastil terbesar di Jepang dan paling banyak dikunjungi. Dan pada tahun 1993 ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia UNESCO.

Namun sekali lagi sayang, karena sedang dalam perbaikan, kastil Himeji tidak boleh dimasuki. Pengunjung hanya diperbolehkan jalan-jalan dan mengambil gambar di luar dan sekitar kastil. Yah, mayan lah, mumpung gratis karena tahun baru. Lucky!πŸ˜€

Puas jalan-jalan ke kastil (baca: pegel dan kedinginan), kami pergi ke Kobe. Tujuan pergi ke Kobe sebenarnya hanya mampir aja sebelum pulang. Mampir ke masjid sekalian jalan sebentar ke port-nya.

Di Kobe ini, salju mulai turun. Lama lama makin deras. Bingung juga antaraΒ  mau nerusin jalan-jalan atau pulang aja. Tapi karena teman saya ini belum pernah jalan jalan di Kobe, ya terpaksa deh nganterin dia jalan. Sambil ditemani salju. Brrr…

DSC_1202
masjid kobe. masjid pertama di Jepang yg dibangun tahun 1935.

Kobe adalah ibukota Prefektur Hyogo. Salah satu dari 10 kota terbesar di Jepang, dan merupakan kota yang sibuk. Pernah diguncang gempa besar tahun 1995 yang menelan banyak korban jiwa.

Banyak spot spot wisata yang bagus di Kobe sebenarnya, tapi karena kami cuma mampir bentar, jadi cuma dapet jalan-jalan di motomachi shopping centre sama port Kobe. Itupun karena masih suasana tahun baru, masih banyak toko toko yang tutup.

Sempet makan siang (apa sore ya?) di resto halal baru depan masjid. Resto halal dengan india taste, lumayan lah walaupun kami harus merogoh kocek agak dalam. Mahal bo. Hihihi.πŸ˜€

Abis itu, siap siap pulang ke Aichi. Nah, pas pulang ini nih yang bikin supir (alias suami saya) stres. Hehe.

Jalan tol macet cet cet. Saya pikir, biasa lah tahun baru, liburan pula, wajar jalan macet. Tapiii ternyata bukan karena itu macetnya. Melainkan jalan tol ditutup gara-gara salju!

IMG_0418
jalan tol yg ditutup. kita dipaksa keluar tol.

Jadi, kami dan pengemudi lain dipaksa keluar tol karena jalan tertutup salju. Dan untuk keluar tol ini aja butuh waktu 2 jam lebih! Hadoh. Padahal kami masih di kota Kyoto. Jarak Kyoto ke Nagoya masih sekitar 150 km lagi. >_<

Emang ekstrim salju kali ini. Saya baru ngalamin jalan tol ditutup gara-gara salju. Kalau pakai jalan biasa tentu saja butuh waktu yang lebih lama lagi, sedangkan saat itu sudah pukul 11 malam. Dan nggak ada supir pengganti di mobil kami. Hahaha. *puk puk pak suami*

Singkat cerita, akhirnya kami berhasil masuk tol lagi di kota sebelahnya. Tapi itupun jalan pelan pelaan karena cuma dua jalur yang bisa dilewatin.

Dengan dua kali istirahat di tempat istirahat, akhirnya kami sampai di rumah pukul 5:30 pagi. Pas adzan subuh. Alhamdulillah. ^_^

Di rumah pun masih disambut salju. Wuih, saljunya merata. Wilayah Jepang Tengah kebagian salju semua.πŸ˜€

Jadi, total perjalanan kali ini 29,5 jam pulang pergi. Horee.πŸ˜€

Next! Resolusi tahun 2015. Adalah ngumpulin duit buat kursus SIM! Yeah! Ganbarou!!

β€œto travel is worth any cost or sacrifice. – Elizabeth Gilbert, Eat, Pray, Love.

***

34 thoughts on “New Year Trip

  1. Uwaaa.. Cakep-cakep banget fotonya, Mbaaak..πŸ˜€

    Aku lagi nabung buat ke sana, tapi entah tahun berapa. Hihihi.. Soalnya biayanya kan ngga dikit yak.πŸ˜›

    Btw, bentonya layak jual kok. Tapi aku icipin duluuuu..πŸ˜€

  2. seneng nya…bisa punya pengalaman di jepang, dulu saya tugas 1 tahun di jepang di yamagata ken. ngalamin suhu minus 5 c , ga kuat minta pulang ajah.. enakan di indonessia

      1. yamagata ken termasuk jepang utara daerahnya pegunungan, disana ada tempat wisata kawah namanya Zao okama, bagus pemandangan nya. kalau februari maret saljunya 1,5 meter dipinggiran jalan dan apartemen, makanan nya yang terkenal Soba dan buahnya sakurambo.

  3. Selamat Tahun Baru! Wah foto kastilnya dibilang ‘cuma’? padahal keren banget Mbak!

    Semoga segera bisa ngurus SIMπŸ™‚

  4. Setelah Mekkah dan Madinah, izinkan hamba menapakkan kaki di tempat-tempat yang mengingatkanku pada kebesaranMu, salah satunya tempat-tempat indah ini, ya Allah. Amiin…

    Hampir sama dengan pergantian tahun-tahun sebelumnya, ketika sebagian besar orang keluar rumah, membakar kembang api dan petasan, saya menikmatinya dengan telinga dari ruang tamu saja.

      1. Ikutin aja ke kuil tapi ga ngikut doa haha. Masukin recehan ke kotak. Tarik lonceng. Terus berdoa haha. Terus beli undian yang dapetin pertanda baik atau buruk itu ya apa namanya mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s