[Cermin]: Aku Tak Mau Punya Adik

Foto yang dipajang di ruang tengah adalah fotoku saat baru lahir bersama Mama dan Papa.

“Hana… sayang… coba lihat ini…”

Baju yang dipakai Hana adalah bajuku dulu.

“Ini boneka beruang… lucu yaa…”

Boneka beruang itu juga punyaku… dulu.

Dari dulu sampai sekarang selalu bertiga. Tapi tiba tiba…

***

“Eh, habis makan siang mau main lagi? Hilmi, sudah kerjakan Pe-er? Ada Pe-er sekolah kan? Mama nggak mau tahu loh kalau besok sampai belum selesai.”

“Haa~~aah. Aku bisa urus sendiri. Kan sudah kelas dua SD.”

<JIWIT!>

“Aduh! Sakit, Mama!”

“Tiap hari main terus. Sekali kali bantu Mama di rumah!”

<Huaa! Huaa! *suara tangis Hana*>

“Oh sayang… cup cup…”

Apa sih? Sama sekali tidak mengerti perasaanku.

“Aku benci Mama!!”

Aku berlari menuju kamarku. Sayup sayup masih kudengar suara mama yang mengomel.

***

“Maa… maa. Aku lapar.” Pelan pelan aku menuju dapur. Di ruang tengah kulihat mama sedang tidur di samping Hana.

Mama… pasti capek ya.

Anak ini… kerjaannya nangis terus.

“Eenng…” Hana menggeliat bangun.

Eh, bangun.

…  <hening>

Kurogoh saku celanaku. Ada gantungan kunci berbentuk bola.

“Ini harta berhargaku. Kamu boleh pinjam, asal jangan sampai membangunkan Mama.”

Kuletakkan gantungan kunci itu di tangan Hana.

<GYUT!> Tangan Hana langsung menggenggam. Dan ia juga tertawa.

Eh, tertawa…

Ternyata lucu juga punya adik.

mutsumix_sasuke_itachi_little_by_pallii-d3etcr6

6 thoughts on “[Cermin]: Aku Tak Mau Punya Adik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s