Bagaimana Memahami Anak Introvert

Nisa… Nisa… Nisa… mirip banget kamu, Nak, sama mama. Bukan wajahnya, tapi sifatnya. Entah harus gembira atau bersedih. :’D

Minggu lalu, saya antar Nisa ke youchien (TK) untuk tes kesehatan dan wawancara. Ya, Nisa mau masuk TK tahun depan. Yeay! Masuknya bulan April, daftarnya udah dari bulan Oktober kemarin.

DSC_0230
Natsu Matsuri Baby Step Hoikuen 2014

Dari awal saya datang ke TK, saya perhatikan gerak gerik Nisa. Kami para orangtua dan anak2 dikumpulkan di ruangan kelas sambil menunggu giliran dipanggil. Di tengah ruangan banyak diletakkan mainan. Langsung saja diserbu anak-anak, sementara para orangtua berdiri di pinggir.

Nisa seperti anak anak lain, tampak bersinar sinar matanya melihat tumpukan mainan. Tapi ia tampak ragu dan malu malu. Setelah saya meng-iyakan, Nisa berjalan ke tengah pelaaan pelaaan. Sambil mengambil sebuah boneka yang kebetulan ada di paling pinggir, Nisa langsung duduk dan bermain. Just by herself.

Melihat pemandangan itu, mata saya nyaris basah. Huhuhu. Nggak tahu kenapa jadi sedih gitu ngeliatnya. Saat anak-anak lain saling bermain bersama, menyapa, dan berkenalan, Nisa hanya duduk sendiri di pinggir sambil memainkan bonekanya, sambil sesekali matanya memperhatikan teman temannya. Tuh tuh gimana nggak sedih coba?

Oh oh Iโ€™ve always thought of her as introverted, as am I.๐Ÿ˜ฆ Yah, mau gimana lagi. Nggak ada yang salah dengan menjadi introvert. Ini hanya salah satu kepribadian. Sebenarnya nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya yakin Nisa bisa mengatasinya.

Ini daftar list ciri ciri anak introvert (sumber dari : http://giftedkids.about.com/od/socialemotionalissues/qt/introvert_trait.htm)

Social Interaction

  • Has only a few close friends
  • Does more listening than talking
  • Talks to family members, but not to strangers

Social Preferences

  • Likes solitary activities, like reading, or activities with only a few people
  • Likes to spend time in own room with the door closed.
  • Watches a game or activity before joining in
  • Likes creative or imaginative play

Emotions

  • May get crabby after spending a lot of time around other people
  • Does not share feelings easily
  • Becomes deeply humiliated after making a mistake in public

Ehm, Nisa 100% ada semua ciri-ciri di atas! Poin terakhir, saya pernah menegur Nisa waktu jemput di daycare nya. Saat itu Nisa lari menghampiri saya dan menubruk temannya sampai temannya jatuh. Reflek saya tegur Nisa untuk minta maaf. Dan sepanjang sore itu Nisa menekuk wajahnya sambil nahan nangis di belakang boncengan sepeda. Nggak mau ngomong sama saya. Hahaha.๐Ÿ˜€ *maaf ya Nak*

Walaupun saya juga introvert, tetep aja saya nggak ada gambaran gimana ngatasin Nisa. Tantangan Nisa lebih berat dari saya dulu. Masalah bilingual bahasa terutama.

Jika Anda juga punya anak introvert seperti saya, ini beberapa tips yang saya dapat untuk memahami kebutuhan si introvert: (sumber: https://parentingfromscratch.wordpress.com/2012/07/12/things-to-know-about-introverted-children/)

1. Introverted kids energize by being alone. Dan ini bukan kesukaan seperti “saya suka menyendiri”, tetapi ini KEBUTUHAN.

DO: Work in some time every day in which your introverted child is not engaging with anyone else. This may be alone in their bedroom or playroom, or it may be in the same room as you while you take a nap or read a book. Alone time can be together if there is no engagement with the child. ==> Ini sering banget terjadi pada saya dan Nisa. Nggak sengaja sih sebenernya. Saya sibuk ngetik2 Nisa main sendiri, atau saya tidur siang Nisa anteng nonton DVD.๐Ÿ˜€

DONโ€™T: Insist that your child should talk to you as soon as you notice a problem or stressful situation. He wonโ€™t be able to clarify his thoughts until he spends time alone with them. โ€œHow was your day at school?โ€ is much more effectively asked after a child has a quiet car ride home or spends an hour climbing trees.ย  ==> Hahaha sekarang saya tau jawabannya kenapa dulu waktu kecil saya malas ditanya tanya sama ibu saya sepulang sekolah. Tiap ibu saya tanya “gimana sekolahnya, dek?”, saya jawab datar dan singkat, “biasa.”๐Ÿ˜€ Pasti JLEB banget ya buat ibu saya. *sorry, mom*๐Ÿ˜›

2. Introverted kids donโ€™t like small talk (especially with strangers). Bukan berarti dia pemalu, tapi hanya tidak mau.

DO: If ย youโ€™re introducing your introverted child to a person with whom a relationship is important to develop, aim for creating a connection first. Be the bridge between the friend and the child; when he feels safe, he will come over.ย  ==> Yeah, ini yang harus saya lakukan. Saya yang harus aktif pendekatan ke temannya Nisa, membuatnya mau bicara dan berteman dengan Nisa. Kalau Nisa merasa nyaman, ia akan merespon.๐Ÿ™‚

DONโ€™T: Announce introverted children as shy, and donโ€™t make them โ€œperformโ€ small talk. It really does feel like a performance and create stress. ==> noted! *kadang suka keceplosan nyebut Nisa pemalu. gomen ne Nisa chan.* >_<

3. Introverted kids process their feelings internally. Anak introvert jarang menampakkan perasaannya. Kayak Nisa yang kadang cuek atau datar aja gitu ekspresinya. Tapi belakangan saya menikmati ekspresi Nisa kalau nonton film. Ia bisa ketawa tawa, teriak, atau marah marah. Omoshiroi!๐Ÿ™‚

DO: Understand that your introverted childโ€™s feelings may not be obvious. To help with communication, give kids outlets for expression like journaling, art, or lots of time for free play with toys and characters. (At our house, we also like pounding nails into a stump!).
==> lagi ngajarin Nisa untuk gambar ekspresi.๐Ÿ™‚

DONโ€™T: Assume that because an introverted child is not having an outburst that sheโ€™s โ€œfine.โ€ A tantrum is simply the final straw for an introvert; itโ€™s what happens where there is no more room for stress inside. When they occur, accept them wholly and be available to listen reflectively.

4. Introverted kids prefer play dates to play groups.

DO: Opt for play dates with a single friend or family over large groups of kids and parents. Keep birthday parties small and intimate. Help your introvert develop a few close friendships rather than a variety of acquaintances.

DONT: Assume that being a social butterfly is akin to happiness for your introvert. The more people they encounter, the harder it is for them to process the interactions and enjoy the time with everyone.

5. Introverted kids enjoy activities that allow their minds to wander. Aktivitas yang cocok untuk introvert adalah membaca, menulis, bermain sepatu roda, memancing, menggambar, berkebun, bersepeda, main tangkap bola, berenang, jalan, panjat pohon, puzzle, dll. ==> Aaak, ini kegiatan favorit saya dulu masih kecil.๐Ÿ™‚

DO: Support and encourage your childโ€™s natural interests. Be open about what those might be.

DONโ€™T: Insist on participating in group activities for the purpose of social skills or teamwork. While itโ€™s true that team sports do have a lot of value, not participating is not automatically a detriment. There are so many ways for a child to assert her talent, learn new skills, and develop her strengths.

So, semangaaat Nisa chan! Semoga di TK nanti Nisa dapat teman baik yaaa.๐Ÿ˜‰

DSC_0168
Happy being an introvert.๐Ÿ™‚

21 thoughts on “Bagaimana Memahami Anak Introvert

    1. kalo introvert dewasa sih sudah bisa mengatasi sendiri masalah ya. di tempat kuliah saya punya teman dekat, itu cukup. saya tipe mahasiswa yg datang ke kampus buat kuliah aja, begitu selesai ya pulang. haha๐Ÿ˜€

  1. Nis, aku punya dua anak (kembar) walaupun mukanya sama tapi sifatnya beda jauh, yg satu suka banget nyapa orang asing, ga malu malu, sedangkan yg satu sukanya main sendiri, tapi punya temen deket di kelasnya. Nah di rumah sekarang bisa main bareng, sedangkan dulu mereka suka mainmasing masing. Sekarang yg satu suka ngajakin main boneka bareng atau apalah yg perlu kerja sama berdua, nah saudara kembarnya yg ga terlalu suka main bareng sering nolak, karena dia lebih suka main sendiri seperti mewarnai dan tempel menempel yang bisa dia lakoni berjam jam.
    Kadang klo untuk pertama kali, seperti pertama masuk sekolah, bermain sendiri wajar, anakku juga dua duanya dulu begitu, mereka walau kembar tapi berada di kelas yang berbeda.
    Semoga Sukses dengan sekolah barunya, enjoy it๐Ÿ‘

    1. mbak yayang, seru ya punya anak kembar. saya punya sepupu kembar juga gitu, yg satu karakternya ekstrovert yang satu introvert.๐Ÿ™‚
      iya, sebagai permulaan ya, main sendiri gpp. ini saya lagi observasi karakter nisa, lah kok sama kayak saya. hihi. semoga nisa bisa dapat stimulasi yg bagus dari saya dan dari lingkungannya.

  2. ini bacaan penting banget deh Mama Nisa, soalnya anak saya nurun Papanya yang introvert sementara saya cenderung extrovert. Di lingkungan kita Indonesia, anak introvert sering disalahartikan (we speak ill to them) bahwa anak ini pemalu, anak ini ga berani, dll padahal sebetulnya bukan mereka itu pemalu atau tidak berani, tapi memang mereka memilih berada di zona nyamannya yaitu diam, cenderung sebagai observer. Habis baca postingan Mama Nisa jadi diingatkan lagi supaya tidak berbicara negatif ke anak, lebih baik dibatin aja ehehe….Nice posting Mama Nisa๐Ÿ™‚

  3. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Halo Mama Nisa, salam kenal
    terima kasih untuk postingannya, informatif sekali, izin reblog ya Mama Nisa๐Ÿ™‚
    siapa tahu artikel ini akan berguna someday kalau saya punya anak hehe
    Terima kasih

  4. Mudah-mudahan Nisa perlu waktu untuk adaptasi aja yaaa, awalnya malu-malu nanti lama2 juga bisa akrab sama temen2nya kok dan malah temannya bisa banyaaak biar rameee hehehehe…

  5. mama nisa…. hasil tes bakat anakku juga menyebutkan bahwa Rin-ku ‘feeling introvert’ beberapa yg mama nisa sebutkan diatas juga ada di diri anakku. tapi hasil konsultasi dgn teman2 yg guru, katanya, justru nanti leadershipnya yg akan terasah baik.

    semangat nisa-chan๐Ÿ™‚

  6. Salam kenal mama nisaa, ijin follow yaaah.. ^^
    bio nya meuni sama kitu.

    phlegma, 0 dan introvert. meski kalo udh ketemu pasti dikira sanguin, kalo liat tulisan pasti dikira melo hihi..

  7. ayo nisa buka topengnya dan mau tersenyum difoto..
    ini biasanya kalu belum banyak temen suka gitu ya introvert, bukan ga mau gaul tapi malumalu.. semoga nisa bisa bergaul dengan baik ya kedepannya.. semangaaaatttt..

  8. Sepertinya menyenangkan memiliki seorang ibu yang sadar sejak awal mengenai keadaan anaknya yang introvert. Saya punya seorang ibu dengan profesi sebagai guru TK. Beliau tidak pernah bicara apa-apa mengenai apa itu introvert kepada Saya sejak awal hingga Saya dewasa. Dari sini Saya simpulkan bahwa ibu Saya tidak tahu banyak mengenai apa itu introvert. Tapi dari bagaimana cara dia memperlakukan Saya, Saya tahu bahwa dia sangat mengerti tentang kepribadian Saya, tentang apa yang Saya inginkan dari orang lain terhadap Saya.

    Sekarang Saya sudah dewasa dan sudah bisa menerima keadaan Saya. Dan Saya sekali-kali tidak menganggap karakter introvert sebagai karakter yang salah atau merugikan, hanya saja, Saya tidak bisa membohongi diri Saya sendiri bahwa menjadi seorang introvert memang cukup sulit :โ€™)

    Saya mencicntai orangtua Saya dan Saya harap keadaan Saya tidak membuat mereka cemas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s