Novel Papua Berkisah

DSC_0889Papua Berkisah. Dari judulnya aja udah bikin penasaran ya? Saya suka novel-novel yang mengangkat cerita daerah. Dan karena udah lama banget nggak baca novel Indonesia, buku ini salah satu yang saya buru waktu mudik ke Indonesia kemarin.

Awalnya saya tau novel ini dari penulisnya, Mbak Swastika Nohara, yang promosi di blognya. Saya kenal Mbak ini dari komunitas emak blogger. Waktu itu Mbak Swastika lagi nyari masukan untuk cover novelnya. Sambil dijelasin dikit tentang sinopsisnya. Dan saya langsung tertarik.

Singkat cerita, mudik kemarin, saya beli buku ini. Dan langsung saya lalap habis satu hari! Hahaha.

Saya ceritain dikit aja ya, saya nggak pinter review buku. Jadi ceritanya itu tentang seorang gadis Papua, namanya Eva, kelahiran Jakarta yang tergila-gila sama PERSIJA. Iyah, kamu nggak salah, PERSIJA klub sepakbola Jakarta itu.

Gadis papua berkulit gelap tapi rambut lurus (karena dibonding) ini kerja sebagai kasir minimarket dan punya pacar. Gaya bahasanya kayak anak Jakarta pada umumnya. Cuma kalau komunikasi sama bapaknya aja yang pakai dialek Papua.

Saya suka cerita masa lalu bapaknya Eva, Saulus, waktu masih di Papua sampai menikah dengan istrinya yang sama sama orang Papua. Kemudian mereka merantau ke pulau Jawa dan akhirnya tiba di Jakarta. Konflik mereka selama di Papua bikin saya penasaran dan baca terus.

Konflik pertama Eva dimulai saat ibunya meninggal dunia, kemudian bapaknya memutuskan pulang ke kampung halaman di Papua. Eva yang dari lahir di Jakarta merasa kampung halamannya tuh ya di Jakarta. Dia walaupun berdarah Papua, tapi sama sekali nggak ngerti Papua. Sama banget nih sama saya, orang Jawa yang nggak bisa berbahasa Jawa. Iye, kite kalo ditanya orang pan jawabnye anak Jakarte. Hehehe.πŸ˜€

Tapi karena tekad bapak Eva sudah bulat, sampe udah jual rumah segala, akhirnya Eva pasrah dan ikut. Tapi dia berencana begitu sampai Papua, dia bakal balik lagi ke Jakarta. Dan bapak Eva nggak tau rencana Eva ini.

Singkat cerita buku ini menceritakan perjalanan Eva dan bapaknya ke tanah Papua. Tau nggak naik apa? Kalau naik pesawat ceritanya langsung selesai dong ah. Saulus dan Eva pulang ke Papua naik taksi milik Saulus (bapak Eva ini mantan supir taksi). Terus sampai di Surabaya, taksinya dititipin ke anak Saulus yang pertama, dan mereka meneruskan perjalanan dengan kapal. Wuih, makan waktu lama ya, pantes deh 200 halaman. Hihihi.πŸ˜€

Sebenernya baca ini agak deg-degan gimana gitu. Dari mulai pacar Eva ketauan selingkuh sama temennya, ditipu orang sampai uang ludes, bertengkar sama bapaknya, ketinggalan kapal di Nabire, sampai hampir terjerumus mau di’apa-apa’in sama cowok yang baru dikenal di atas kapal. Fiuh! Apes bener si Eva.πŸ˜€

Eh, kok malah diceritain semua. Terus, endingnya gimana? Baca sendiri yaaaa.πŸ˜€

Kalau menurut saya sih, ini belum ending! Belum selesai ini mah!! Banyak cerita yang masih jadi misteri. Seperti, bagaimana kehidupan mereka di Papua? Mampukah si Eva beradaptasi di Papua? Berhasil nggak Saulus ketemu orangtua istrinya? Bagaimana reaksi mertuanya begitu tau anaknya sudah meninggal, dan reaksi mertuanya melihat Eva? Trus konflik Saulus sama pamannya atau siapa itu ya lupa, itu belum dijelasin juga. Mbaaakk, i want read more…..!!

Kayaknya Mbak Swastika mau bikin novel keduanya nih. Apakah novel Papua berkisah akan menjadi trilogi?πŸ˜€

Gaya bercerita Mbak Swastika ini enak. Meskipun saya nggak paham gimana dialek Papua, saya bacanya jadi kayak dialek Ambon. Mirip nggak sihh? Hahaha. *dipentung*

Udah gitu aja reviewnya. Nggak memenuhi kaidah review buku yang baik dan benar nih. Ini mah kesan dan pesan. Hihihihi. Harap maklum.

Rating: 3 of 5πŸ™‚

***

Eh eh ini kalau mau liat book trailer nya:

5 thoughts on “Novel Papua Berkisah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s