Mencari Baito (Part-Time) di Jepang

Setelah nulis tentang Gaji Kerja di Jepang, yang berhasil mencapai hits sebagai postingan populer sampai sekarang, kali ini saya in the mood for nulis tentang mencari baito (part-time) di Jepang.

c

Oya, sebelumnya saya mau klarifikasi tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering banget ditanyain ke saya.

1. Mama Nisa, apakah ada lowongan kerja untuk lulusan SMK/S1/S2/dll…? Mohon maaf, saya tidak tahu, karena saya bukan broker yang mencari tenaga kerja untuk disalurkan. Kalau informasi lowongan, berkali-kali saya bilang, silakan cari informasi ke lembaga-lembaga kerja ke Jepang, atau untuk tenaga profesional silakan cari sendiri infonya di internet. Saya hanya share pengalaman aja, tapi bisa jadi pengalaman saya berbeda dengan pengalaman anda kan. Jangan dijadikan patokan, jadikan tambahan informasi aja.

2. Mama Nisa, bagaimana caranya bisa kerja di Jepang? Apa yang harus disiapkan? Jadi begini, mau ke luar negeri? Yang diperlukan apa? Paspor dan visa kan? Begitu juga dengan kerja di luar negeri. Yang diperlukan paspor dan visa kerja. Paspor gimana ngurusnya? Silakan datang ke kantor imigrasi di kotamu. Biaya? Tanya sendiri ya.

Visa kerja gimana ngurusnya? Nah, ini ada urutannya. Urutan pertama adalah kamu mau kerja di mana? Udah dapet perusahaannya? Ini penting! Yang pertama harus dicari adalah perusahaan yang mau mempekerjakan kamu. Tanpa ini, kamu ga akan bisa dapet visa. Karena syarat ngurus visa adalah kesepakatan antara dirimu sebagai pekerja, perusahaan sebagai pihak yang mempekerjakan, dan pemerintah Jepang (imigrasi Jepang) sebagai pihak pemberi visa.

Gimana cari perusahaan yang mau mempekerjakan kamu? Baca lagi pertanyaan satu. ^_^

3. Ada gak org Indonesia yg sengaja merantau ke Jepang, trus nyari pekerjaan disana sendiri? Pertanyaan ini agak absurd sebenernya. Yang perlu dicamkan adalah merantau ke luar negeri itu enggak sama sama merantau ke dalam negeri. Kalau mau merantau ke luar daerah tapi masih dalam negeri sih bisa aja enggak perlu bawa modal apa-apa, yang penting pindah dulu urusan kerjaan dicari nanti pas udah sampe di sana. Kayak mau merantau ke Jakarta, trus numpang dulu tinggal sama sodara nanti dicariin kerjaan. Bisa aja.

Tapiiii, ke luar negeri enggak bisa begitu mas/mbak bro. Sekali lagi baca pertanyaan nomor 2, yang diperlukan kalau mau ke luar negeri itu paspor dan visa. Itu mutlak! Jadi, sebelum berangkat, tentukan dulu tujuannya. Kalau mau kerja, ya cari dulu kerjaannya. Kalau udah dapet, baru bisa apply visa kerja.

Kalau negara yang bebas visa, biasanya itu hanya dimaksudkan untuk visa turis. Ini jangka waktunya terbatas. Kalau melebihi batas waktu yang ditentukan, kita tetap memerlukan visa, kalau enggak ada, bisa dicap warga ilegal.

Sampai di sini paham? Semoga enggak ada lagi pertanyaan-pertanyaan seperti di atas ya.๐Ÿ™‚

***

Sekarang kembali ke baito. Ingin cari baito di Jepang? Cermati dulu informasi berikut.

Siapa saja yang boleh baito?

Untuk orang asing, yang boleh apply baito adalah ia yang memegang visa student, dan dependent. Visa turis ga boleh yaaaa.๐Ÿ˜€

Tapi, sebelum apply baito, ada ijin yang perlu diurus. Namanya ่ณ‡ๆ ผๅค–ๆดปๅ‹•่จฑๅฏ (shikaku gaikatsudou kyoka) -ijin melakukan kegiatan di luar-. Gaikatsudou ini diurus di imigrasi. Enggak lama kok, sehari jadi. Tapi kabarnya peraturan baru sekarang, ijin ini bisa langsung didapat di bandara saat pertama kali masuk ke Jepang, langsung dicap di paspor. Saya enggak tau pastinya, ada yang tau detilnya?

recidence card 2
resident card yang sudah dicap ijin baito

Ijin baito ini hanya dibatasi satu minggu 28 jam. Kira-kira 4-5 jam sehari. Lebih dari itu tidak dianjurkan. Namanya juga part-time ya. ^_^

Di mana mencari info baito?

Kalau pelajar, bisa cari info dari kampus. Biasanya ada pihak kampus yang merekomendasikan pekerjaan yang cocok untuk dilamar. Atau bisa juga info dari senpai (senior). Rajin-rajin aja bergaul dan cari informasi.๐Ÿ™‚

Kalau mau cari sendiri juga bisa. Di internet banyak bertebaran situs-situs pencari kerja. Kalau enggak tau situsnya, masukkin aja kata kunci ke mbah google, nanti dicariin si mbah.๐Ÿ˜›

z

Bisa juga lewat majalah-majalah lowongan kerja. Majalah ini bisa didapatkan gratis di konbini terdekat, stasiun-stasiun, kadang juga tersedia di corner di restoran-restoran family.

o0500037512940370998

Kalau masih bingung juga, coba datang ke Hello Work (ใƒใƒญใƒผใƒฏใƒผใ‚ฏ) yang ada di kotamu. Hello Work ini adalah lembaga konsultasi pencari kerja. Ada situs internetnya juga, tapi kalau mau sekalian tanya-tanya konsultasi, bisa datangi langsung kantornya. Gratis.

Di sini, kamu bisa minta dicariin kerjaan yang sesuai permintaanmu. Nanti akan dikasih list-list lowongan, kita disuruh milih. Setelah kita milih, misal ada beberapa, nanti dibantu memilih yang paling pas. Setelah itu dibantu juga nulis curriculum vitae. Tapi pas wawancara kerja, tetep kita sendiri yang datang. Hello Work hanya membantu saat mencari kerjaannya aja.

img_young4Cara berikutnya adalah cari info lowongan di sekitarmu. Misal lagi jalan-jalan trus tiba-tiba nemuin iklan lowongan. Bisa coba dicatat infonya. Lumayan kan. ^_^

0299b0245c7fba44ea8cSetelah itu apa?

Ya, ditelp lah. Biasanya iklan-iklan lowongan itu mencantumkan no telp yang bisa dihubungi kalau mau melamar. Nanti di telp akan diberi tahu waktu wawancara, apa aja yang harus dibawa saat wawancara (curriculum vitae, kartu identitas, dll).

Kalau lowongan lewat internet, ada juga sih yang bisa diapply lewat internet, misal kita diminta isi form biodata yang telah tersedia nanti info selanjutnya akan dikirim lewat email.

Pas telp itu, harus pake bahasa Jepang ya? Hmm,,, sorry to say, yes! Kalau enggak pede telp pake bahasa Jepang kita yang masih pas-pasan, itulah gunanya lembaga seperti hello work. Biasanya mereka yang bantu teleponin, kita tinggal datang wawancara aja.

Trus wawancaranya pake bahasa apa? Ya, Jepang juga. Haha. Memang bahasa Jepang mutlak diperlukan kalau ingin kerja di Jepang. Kecuali mungkin kerjaan yang berhubungan dengan bahasa asing.

Apa aja jenis kerja baito di Jepang?

Macam-macam. Pelayan restoran, petugas mini market (konbini), loper koran, tukang cuci piring, sampai buruh pabrik, dll. Ada juga jenis baito yang dikerjakan di rumah. Jadi, ‘kerjaannya’ dikirim ke rumah, trus dikerjain di rumah, nanti diambil lagi sama petugasnya kalau sudah selesai.

Untuk muslimah berjilbab agak-agak susah nih. Biasanya untuk lowongan kerjaan yang banyak interaksi dengan konsumen langsung, tidak membolehkan jilbab. Tapi untuk kerjaan di ‘belakang layar’ misal dapur atau pabrik, enggak apa apa.

Begitulah. Susah susah gampang ya cari baito di Jepang? Memang. Tapi bukan berarti enggak mungkin kok. Asal mau kerja keras, pasti bisa. Kalau kata pesan dari daisenpai (senior sepuh) *halah*, waktu awal kerja, lambat tidak apa-apa. Namanya juga masih baru, lambat itu wajar, asal yang perlu diperhatikan adalah tidak banyak melakukan kesalahan.

originalGanbatte ne!๐Ÿ˜€

 

***

 

39 thoughts on “Mencari Baito (Part-Time) di Jepang

      1. Mungkin juga ya. Ndak ngerti juga alasan tepatnya.๐Ÿ˜€ Kayaknya memang salah apply baito. Jaga toko gitu. Menurut saya memang bagus baito yang sesuai dengan keahlian juga sih ya.

      2. hmm… memang kalau di kota besar, jenis baito kayaknya itu itu aja ya, paling baito di konbini, pelayan resto, penjaga toko, dll. Ini kemungkinan diperlukan kemampuan bahasa jepang aktif.

        Kalau di kota saya, ada banyak pabrik, jadi alternatif jenis baito jg lebih banyak. Dan ini menguntungkan bagi orang asing yg berbahasa jepang pasif.๐Ÿ™‚
        Ada jg yg jadi pengajar bahasa inggris or bahasa indonesia untuk orang2 jepang di pabrik2 itu yg mau ditugasin ke indonesia or ke negara2 berbahasa inggris. ^_^

  1. Mak, itu si hello work emang lembaga konsultasi kerja dari pemerintah ya? sepertinya terpercaya banget ya. Beda bgt sama Indonesia, bukannya konsultasi kerja malah praktik penipuan terselubung, udah gitu pasang iklan di koran ternama pula –“

    1. iya, hello work milik pemerintah Jepang, makanya gratis. ^_^ kalau lembaga2 pencari kerja punya swasta banyak juga tapi sifatnya lebih kayak outsourcing gitu.

  2. Saya belajar sendiri bahasa Jepang. Umur saya 15 tahun. Tapi entah kenapa walau sudah merasa agak bisa bahasa Jepang, saya masih merasa kaku dalam membuat kalimat. SepertI ini;

    ใ‚ใŸใ—ใฏใƒฉใƒฉใงใ™ใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๅฎถๆ—ใฏใƒใƒณใƒ‰ใƒณใงไฝใ‚“ใงใ„ใพใ™ใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๅฎถๆ—ใฏใƒ‘ใƒ‘ใจใƒžใƒžใจใ€ใใ—ใฆๅผŸใ•ใ‚“ไบŒไบบใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๆ—ฅๆœฌ่ชžใฏใƒใƒฉใƒใƒฉใงใ™ใญใ€‚ใ“ใ‚Œใฏใ‚ฐใƒผใ‚ฐใƒซใƒˆใƒฉใƒณใ‚นใƒฌใƒผใƒˆใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ‚ˆใ€‚ใ‚ขใƒใƒใ€ใฉใ†ใžใ‚ˆใ‚ใ—ใใŠใญใŒใ„ใ—ใพใ™ใญใ€ใƒžใƒžใƒ‹ใ‚ตใกใ‚ƒใ‚“๏ผ

  3. Saya belajar sendiri bahasa Jepang. Umur saya 15 tahun. Tapi entah kenapa walau sudah merasa agak bisa bahasa Jepang, saya masih merasa kaku dalam membuat kalimat. SepertI ini;

    ใ‚ใŸใ—ใฏใƒฉใƒฉใงใ™ใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๅฎถๆ—ใฏใƒใƒณใƒ‰ใƒณใงไฝใ‚“ใงใ„ใพใ™ใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๅฎถๆ—ใฏใƒ‘ใƒ‘ใจใƒžใƒžใจใ€ใใ—ใฆๅผŸใ•ใ‚“ไบŒไบบใ€‚ใ‚ใŸใ—ใฎๆ—ฅๆœฌ่ชžใฏใƒใƒฉใƒใƒฉใงใ™ใญใ€‚ใ“ใ‚Œใฏใ‚ฐใƒผใ‚ฐใƒซใƒˆใƒฉใƒณใ‚นใƒฌใƒผใƒˆใ˜ใ‚ƒใชใ„ใ‚ˆใ€‚ใ‚ขใƒใƒใ€ใฉใ†ใžใ‚ˆใ‚ใ—ใใŠใญใŒใ„ใ—ใพใ™ใญใ€ใƒžใƒžใƒ‹ใ‚ตใกใ‚ƒใ‚“๏ผ

  4. asslam. mamanya nisa^^..
    Kenalan ya mak, komala dari bekasi… Oktober ntar saya rencana gakkou di jepang..
    lagi nyari info2 soal jepang, n nyari temen jg biar ga kesepian hehe..
    kyanya ngeblog seru ya,, jd pngen buat..

    salam kenal ya

  5. Assalamualaikum mama nisa,, sy skrg lg d minami uonuma muikamachi ni, ngikut swami S2. pngn cari baito juga. cmn msh ragu2 krn bhs jepang saya off ^_^. izin si udah ngantongin. kebetulan da bbrp tmn jyga udah part time di pershn jamur n da yg di laundry. kl kerja aprt itu, jyga butuh cv n dawawancaranya juga? makasih

    1. Wa’alaikum salam, mbak fina. Setiap lamar pekerjaan, apapun pekerjaannya pasti diperlukan cv dan wawancara. Form cv nya bisa dibeli di konbini kok atau 100 yen shop jg ada. Tinggal isi aja. Terus wawancara itu ya seputar cv kita, sama penjelasan tentang jenis pekerjaan yg akan kita lamar itu kerjaannya ngapain, jam kerjanya, trs sistem gajinya, bisa juga langsung liat2 pabriknya. Dan pertanyaan2 yg kira2 kurang jelas, dan mau kita tanyain bisa ditanyain saat wawancara itu. Misal kalau muslimah, boleh ga tetap pakai kerudung, terus nego ttg jam istirahat buat sholat, dll.

      Kalau kemampuan bahasa jepangnya pasif, mungkin akan lebih mudah kalau di perusahaan tsb sudah ada pekerja yg dari indonesia, jd bisa saling bantu nanti. Pihak perusahaan juga udah punya pengalaman.

      Semangat. Ganbatte ne. ^_^

  6. Assalamualaikum.. Mama nisa.. Sya mau Tanya.. Apakah diplomat indo bs membantu kita untuk bekerja baito Di jepang.. Mgkn bantu info dan bekerja di jepang.. Dan apakah semisal bekerja dipabrik Atau pertanian Atau perkebunan disana hrs pekerja provesional yg hrs pny kemampuan dl kah? Mohon Infonya.. Terimakasih..

    1. wa’alaikum salam.
      kayaknya ga bisa ya minta bantuan diplomat. kita sendiri yg harus cari infonya. banyak tersedia kok info2 baito. kalau mau cari bantuan ya itu ke hallo work (lembaga pencari kerja), lembaga ini support jg untuk orang asing. insyaallah dibantu.
      kerja di pabrik, pertanian, dll ga harus punya skill kok, asal kita mau kerja keras insyaallah bisa. semuanya biasanya ditraining dulu.
      Tapi klo ngelamar sebagai karyawan tetap di perusahaan2 tadi, baru harus ada kualifikasinya. biasanya butuh ijazah D3, S1, atau S2 tergantung persyaratannya dan jenis pekerjaannya.

  7. Salam kenal Mama Nisa…seneng deh baca blognya, inspiratif sekali…
    Saya insyaallah Mei nanti nyusul suami yang kerja di Fuji. Pingin arbaito juga tapi belom bisa bahasa Jepang. Mama Nisa kapan2 share dong tentang tips & trick cara cepat belajar bahasa Jepang๐Ÿ˜€
    Sama mau tanya..bener ya ada pajak TV di Jepang, walaupun gak pake TV kabel tetep mesti bayar pajak TV?
    Mamacih sebelumnya๐Ÿ™‚

    1. halo mbak mega, maaf ya baru approve komennya, soalnya masuk spam. ^^
      wah, triknya apa ya biar bisa cepet belajar bahasa jepang, saya aja belajarnya butuh waktu bertahun tahun e mbak. dan ga pinter pinter. hehe. :p
      iya di jepang ada pajak TV NHK. pake tv kabel ato nggak, siaran NHK tetep ketangkep, jadi harus bayar. Kayak iuran TVRI jaman dulu lah kira2. hehe. tapi pelaksanaannya di lapangan banyak yang bandel ga pada bayar. :p

  8. artikelnya sangat menarik teh nisa. btw, saya kaneki (nama samaran) hehehe. kebetulan saya mahasiswa, 2018 nanti saya lulus kuliah. abis lulus kuliah nanti saya berniat untuk cari pekerjaan di jepang. artikel yang teh nisa tulis sangat membantu saya mencari info tentang hidup dan bekerja di jepang. semoga saya bisa mempersiapkannya jauh sebelum saya nanti pergi ke jepang. thanks.

  9. Pagi bu, mau tanya kalau dapat info tolong beritahu ya mengenai kabar terbaru mendapatkan ijin baito saat dibandara. Itu untuk visa apa? Tq

      1. Asalammualaikum mba nisa, saya lutfi usia 18 tahun, saya berniat sekali kerja di jepang atau baito itu, tapi saya masih bingung dengan bahasa, saya masih belum 100% bisa bahasa jepang baru beberapa sajah. Kalo yg belum sepenuh nya hafal bahasa jepang bagaimana bisa atau tidak buat mencari kerja di jepang atau harus sepenuh nya bisa bahasa jepang ?

  10. Asalammualaikum mba nisa. Saya lutfi usia 18 tahun, saya niat sekali kerja di jepang apa lagi baito itu, tapi saya masih bingung untuk bahasa nya, kalo bahasa kita harus paham 100% atau gimana ? segitu ajah pertanyaan saya makasih mba nisa๐Ÿ™‚

  11. Asalammualaikum mba nisa. Saya Mana. Catatannya begitu sangat membantu sekali untuk saya yang ingin sekali pergi ke Jepang. Nah, Saya ingin bertanya tentang kenshuusei ke jepang. Apakah mba nisa mempunyai informasi tengtang itu, lalu bagaimana hirup pikuk kehidupan seorang kenshuu di sana?

  12. assalamualaikum mbak, saya mau nanya siapa tau mbak punya info. semisal magang di jepang tapi status masih mahasiswa aktif di indonesia dan magang hanya kisaran waktu 2-3 minggu itu ada ndak ya mbak? dari info google kebanyakan magangnya bulanan.. hehehehe, terimakasih sebelumnya๐Ÿ™‚

  13. Assalamualaikum mama nisa. Saya juga tinggal d jepng ngikut suami baru 2bulan. Mbak jepangnya dmn. Dsini saya ga punya tmn sm skali hiksss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s