Surat Untuk Papa

Dear papa,

Entah sejak kapan aku mulai membenci sosokmu. Aku benci saat kau yang mengambil raporku, bukan mama. Aku benci saat kau yang mengantar-jemputku, bukan mama. Aku benci saat harus jalan berdua denganmu untuk membeli sesuatu. Aku benci saat temanku main ke rumah dan kau ada di sana. Aku benci…

Kenapa kau tidak pergi saja dan biarkan aku sendiri?

Aku tidak tahu kenapa perasaanku begitu. Setahuku, kau tidak pernah memarahiku atau menghukumku. Kau tidak pernah tidak menuruti permintaanku. Kau juga selalu mendahulukan kepentinganku dibanding kakakku. Entahlah…

Seharusnya aku bahagia memiliki papa sepertimu.

Aku hanya seperti tidak mengenalmu dan kau pun tidak mengenalku.

Tapi baru kusadari kini. Kau mengenalku lebih dari siapapun.

Ya, aku baru saja mengetahuinya. Setelah ribuan mil jarak memisahkan kita, lebih jauh dari hanya sekadar Jakarta-Jogja.

Kau tahu setiap detil perasaanku. Bahkan kau bisa merasakan itu sebagai suatu firasat. Aku terkejut saat kau menanyakannya. Bagaimana kau bisa tahu? Pikirku saat itu.

Kau curang. Kenapa hanya aku yang tidak mengenalmu?

Ternyata aku lupa satu hal.

You gave me the greatest gift anyone could give another person, you believed in me.

Mungkin hanya satu yang kita lewatkan selama bertahun-tahun.

Komunikasi…

Semua kebencianku padamu di masa lalu hanya karena aku tidak tahu bagaimana berkomunikasi denganmu. Aku tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan denganmu.

Kau mencintaiku dalam diam. Yang sayangnya aku tak pernah menyadarinya. Aku tidak tahu saat aku memalingkan wajahku darimu, kau justru menatapku lekat. Dan aku menyesal untuk itu.

0

Maafkan aku, Pa.

Memang lah kasih anak sepanjang galah, kasih orangtua sepanjang masa. Dan sepertinya hampir dalam segala hal aku berhutang padamu. Entah aku bisa membayarnya atau tidak.

Semoga kau diberi kesehatan dan umur panjang. Diberi kebaikan dan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Mungkin ini sedikit terlambat. Tapi sungguh aku sayang padamu.

Di hari ini, hari yang tak pernah kau rayakan seumur hidupmu. Tapi ijinkan aku untuk mengatakannya.

Selamat hari ayah… Papa.

 

 

16 thoughts on “Surat Untuk Papa

  1. otoshigoro desune. sudah secara biologis anak cewek secara alami akan menjauh dari ayahnyaπŸ™‚ katanya sih naluri menuju kedewasaan.

    sama sekali tidak ada yang salah. para bapak juga pasti mengerti.πŸ˜€ saya jadi mengganggu surat indah untuk sang ayah nih.

    1. Hehe, biasanya emang bapak2 itu ga cerewet kayak ibu sih ya. Jadi cenderung ga dekat ke anak2nya. Baiknya sih, para bapak juga harus dekat ke anak2nya sampai anak dewasa.πŸ™‚

      1. wajarnya sih anak cewek setelah dewasa juga akan deket lagi dengan ayah nya. kecuali kalo masa2 “penolakan” nya dibawa2 sampe dewasa. jangan sampe deh.

        kalo cowok masa2 “penolakan” nya pas puber ke ibu, dan sekitar umur 20taunan ke ayah karena saatnya lepas dari keluarga dan mandiri.

        seru ya perkembangan biologis anak dan ortu. tapi kadang banyak keluarga yang jadi tidak harmonis karena kurang nya pengetahuan ini.

      2. hahaha, kirain emang pernah kuliah psikologi.πŸ˜›
        わざわざθͺ¬ζ˜Žγ—γ¦γγ‚Œγ¦γ‚γ‚ŠγŒγ¨γ†γ€‚:)

  2. ibu memang beda dengan ayah, karena itu punya cara sendiri dalam mencintai anak-anaknya.

    selamat menjadi salah satu pemenang juga ya, mbakπŸ˜€

  3. Surat banyak terjadi di kehidupan nyata, mbak. sosok Papa memang tidak begitu banyak interaksi dengan anaknya, lebih dingin. beda dengan Mama, jarak secara pribadi lebih dekat. saya juga merasa seperti itu, lebih sering bicara sama Mama, apa-apa ujungnya lari ke Mama dulu, nanti beli yang melanjutkannyaπŸ˜€

    1. hmm… begitu ya. tapi sebenarnya saya lebih suka melihat hubungan ayah dan anak yang akrab. Nah, mas richo kan nanti akan jadi ayah (atau sudah?), mungkin bisa dicoba membangun hubungan akrab dengan anaknya.πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s