Surat Cinta Untuk Monday Flash Fiction

Cover birthday

Dear MFF,

Hey, kamu yang bikin aku ketagihan bikin fiksi. Untuk seorang aku yang terlalu malas menggunakan otak untuk memikirkan ide cerita. Aku ini biasanya hanya penikmat saja. Senang membaca cerpen atau novel, dan komik! Dulu, duluuuu sekali aku pernah membuat beberapa cerpen yang kutulis sendiri dengan pinsil di lembaran kertas folio. Tapi itu cerita lalu, yang bukti folionya sudah tak ada lagi sekarang. Mungkin terbuang bersama buku-buku pelajaran sekolahku yang sudah tak terpakai. Entahlah. Aku sudah tidak ingat lagi ceritanya.

Dear MFF,

Kamu yang membuat aku belajar membuat flash fiction (FF). Lebih singkat dari cerpen, dengan ending yang tak mudah ditebak. Ini pengalaman baru untukku. Seperti seorang guru, kamu tahu caranya membuat materi pelajaran yang jitu untuk melatih muridnya membuat FF. Namanya prompt. Prompt ini kamu lempar setiap senin untuk merangsang muridmu menggunakan imajinasinya membuat cerita. Cara yang menarik untuk mengawali hari, bukan?

Ah, tapi di MFF tak ada guru dan murid. Itu katamu. Kita semua sama-sama belajar. Baiklah, kalau begitu kita ini kelompok belajar. Sampai saat ini, sudah 37 prompt yang kamu lempar. Berarti sudah ada 37 materi praktek yang diajarkan. Dengan puluhan lainnya tentang materi kebahasaan, bedah karya, sharing, review, remake story, dll. Keren ya kamu?

Dear MFF,

Semakin hari kamu semakin berkembang pesat. Yang tadinya hanya beranggotakan perempuan-perempuan pecinta fiksi, kini satu persatu para pria bergabung. Menambah warnamu tentunya. Semakin banyak yang menyapa wall-mu, membuat suasana kelasmu semakin ramai. Bahkan penulis-penulis profesional pun mulai merapat.

Senang? Tentu saja. Itu artinya keberadaanmu mulai dilirik dan diperhitungkan sebagai wadah belajar fiksi yang mumpuni. Ada sedikit rasa bangga bisa menjadi bagian dari dirimu.

Tapi, yah, manusia selalu punya kekurangan. Bukan, bukan kamu. Tapi aku. Aku bukan sastrawan atau orang yang menyukai buku sastra yang terkadang rumit itu. Bahkan aku tak kenal siapa saja tokoh tokoh sastrawan Indonesia. Perlahan bahasan di kelasmu semakin ‘nyastra’. Diksi-diksimu semakin sulit kucerna.

Memang tiap orang pasti menginginkan ‘naik kelas’. Dan kamu berusaha untuk meningkatkan materimu ke materi yang lebih sulit. Tapi seperti yang kubilang di awal, aku terlalu malas menggunakan otakku untuk memikirkan ide cerita, atau sekedar membahasnya. Hehe. *tepokjidatsendiri*

Sejak itu aku mulai jenuh. Jenuh membuat FF atau sekedar membaca FF. Yah, tiap orang butuh istirahat, kan? Tapi aku kadang hadir di kelasmu. Ikut menyimak materi di kursi paling belakang. Kamu tak sadar ya kalau aku selalu hadir? Hehe, tiap orang tidak selalu memiliki kepribadian sanguinis kan? Yang keberadaannya selalu menjadi pusat perhatian. Ada juga si phlegmatis yang keberadaannya kadang tidak disadari. Ia bisa saja berdiri di sudut atau duduk di sofa yang nyaman dan diam diam memperhatikan tanpa merasa terganggu dengan lingkungannya.πŸ™‚

Ingat postingan ini? Pertama kalinya ada member MFF yang menyatakan pengunduran dirinya secara terbuka. Waktu itu ia dijuluki si ‘kakak kedua’ sama emak-emak karena ia adalah member laki-laki kedua di grup. :v

cats

Aku sendiri sangat menyayangkan, tapi ya tiap orang punya pertimbangan masing-masing. Aku pun saat ini telah menjadi member tak aktif karena jarang ikut prompt. Kini aku lebih nyaman duduk di sofa empuk sambil memperhatikanmu. Semoga itu tidak mengganggumu, dan membuatmu jadi ingin mengusirku keluar dari kelas. Please don’t. *mukamelas*

Dear MFF,

Setahun bersamamu terasa menyenangkan. Selama itu aku berhasil menjadi pemenang ketiga MFF Prompt Challenge Quiz #1 (Permainan Anak Kota), dan menjadi salah satu kontributor di buku Best Of Monday Flash Fiction (Paman Kaki Panjang). Wow, prestasi yang luar biasa bagiku yang notabene itu tadi, ‘pemalas’.πŸ˜€

Perhelatan MFF Idol juga tak kalah seru ya. Sayang aku nggak ikutan. *emang ngaruh kalau ikut?*.πŸ˜€ Tema yang rumit, sampai diksi-diksi yang terlalu sulit untuk kucerna. Yang berhasil menjadi MFF Idol memang layakΒ  disebut pemenang. Selamat ya. Yah, walaupun sudah bisa ditebak siapa pemenangnya, yang memang di tiap prompt selalu menampilkan cerita yang cetar. Hihi. ^_^

Aku? Ceritaku biasa saja. Selalu ringan dan manis, katamu. Sebisa mungkin aku ingin menikmati tulisanku sendiri. Jadi kutulis saja sesuai seleraku ya. Hehe. Bukan tak ingin ‘naik kelas’, percaya deh.πŸ˜‰ Mungkin itu sebabnya karyaku tak pernah jadi karya terbaik di tiap prompt ya. Haha.

Aa~aah, banyak yang ingin kutulis tentangmu. Tentang teman-teman, hangatnya suasanya, dll. Jujur aku rindu. Semoga teman-teman tak melupakan aku ya. Aku tak bisa secara gentle mengundurkan diri seperti kakak kedua, karena aku masih butuh MFF. Aku masih butuh kritik dan saran dari teman semua. Karena itu, please semoga MFF tetap ada dan eksis di tahun-tahun berikutnya. Aamiin.

Dear MFF,

Selamat Ulang Tahun ya. Aku adalah saksi hidup kisah perjalananmu dari awal, lho.πŸ˜‰

Love u, MFF admin and all the members.

Best Regards,

Kartika Kusumastuti (Mama Nisa)

6 thoughts on “Surat Cinta Untuk Monday Flash Fiction

  1. Hiks.πŸ˜₯
    Terima kasih sudah setia menjadi bagian dari kami, Mama Nisa. Meski mungkin sekarang ga terlalu nyaman lagi buatmu. Sungguh, bukan maksud. Tapi ternyata MFF berkembang dengan sendirinya. Padahal kami tetap selalu menyukai cerita-cerita yang manis dan ringan. Coba lihat beberapa Karya Terbaik, terutama punya Jiah. Ga ada yang njlimet.

    Semoga kamu tetap nyaman bersama kami ya Mama Nisa. Terima kasih buat semua remindernya. Kami akan berusaha jadi yang terbaik buat member.

    Peluk cium.

    1. Ya ampuuunn Maakk! Jangan sampai nangis dong! Maap yaaa. Punteenn. Beneran ga bermaksud. Huhuhu. Jangan merasa ga enak ya sama aku. Iyaaa, kan udah kubilang, MFF berkembang pesat. Itu baguss. Akunya aja yang jalan di tempat. Jarang aktif di grup jadi ketinggalan jauhh. Maap yaaa suratku isinya malah curhatan. Haduuuhh, malu deh.😦😦😦 aku apus aja ya? ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s