Prompt #37: Peri

“Huhuhu…”

“Ugghh. Suaramu mengganggu tidurku. Tidak bisakah kau diam? Semua orang bisa terbangun karena mendengar tangismu.”

“Aku kan menangis karena kamu! Lagipula yang bisa mendengarku cuma kamu.”

“Justru karena cuma aku, jadi aku tidak bisa tidur. Besok aku harus berangkat pagi-pagi.”

“Kenapa harus besok pagi? Kenapa tidak bulan depan atau tahun depan?”

“Oh sudahlah, kita sudah pernah membahas ini. Ini kesempatanku satu-satunya. Kesempatan tentu tidak datang dua kali. Aku sudah lama menganggur. Kasian Bapak.”

“Tapi aku tidak mau tinggal berdua saja dengan Bapak.”

“Kalau begitu kamu bisa ikut aku.”

Tidak bisa… rumahku di sini.

Prompt 37
credit

***

Itulah saat terakhir aku melihatnya. Sosok terakhirnya yang sedang menangis. Ia bahkan tak ikut mengantarku pagi itu.

Tak kusangka setelah lima tahun, akhirnya aku bisa kembali ke rumah ini. Dan betapa terkejutnya aku melihat pohon oak di samping kamarku sudah tak ada. Bapak menebangnya, ingin menanam sayur katanya. Kini aku benar-benar kehilangannya.

Sahabat terbaikku sejak aku masih kecil…

***

Dua puluh tahun yang lalu. Di samping pohon oak.

“Hei, kamu siapa? Apa yang kamu lakukan di situ?”

“Kamu bisa melihatku? Bisa mendengarku?”

“Tentu saja. Memangnya aku buta dan tuli? Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kamu siapa?”

“Aku peri. Aku tinggal di sini.”

“Bohong. Di dunia ini mana ada peri?”

“Ada.”

 

***

206 words

Flash Fiction untuk Monday Flash Fiction (MFF) Prompt #37: Crying Fairy

24 thoughts on “Prompt #37: Peri

  1. Ceritanya manis ini sebenernya. Tapi apa ya.. kayak ada yg kurang. Pertama, judulnya kurang menarik. Kedua, kalau aku pribadi, ya, cerita ini kebanyakan jedanya. Kalau yg lain mungkin masih bisa nerima, tapi jalao aku kurang suka aja. Ya, selera, lah ya….😀

    Eniwei, welkam bek mama nisaaaa. ^_^

  2. *menanggapi komen mpok Isti* Judulnya: Sahabat Kecilku yang Manis sedang Menangis.

    *halagh*

    Idenya manis dan imut.😆 Penataan alurnya aja yang bikin terasa melompat2, karena Mama Nisa pengen ngebikin fakta bahwa si sahabat adalah seorang peri sebagai twist cerita. Jadi dibikin maju mundur alurnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s