Anjing Dilarang ‘Pup’ Di Sini!

Pertama kali datang ke Jepang, pas lagi jalan-jalan, saya menemui papan larangan bertuliskan “Anjing Dilarang Pup Di Sini!”. Papan larangan ini bertebaran di sepanjang jalan yang biasa dilewati para pejalan kaki.

Photo-0078
Inu no FUN kinshi!
-Anjing dilarang pup di sini-

Awalnya saya geli liat ini. Eyampun, masa anjing dikasih peringatan ginian, mana ngerti dia. Ternyata saya yang ‘oon’. Ya enggak mungkin lah ini ditujukan untuk anjingnya, tapi ini ditujukan untuk si pemilik anjing.

Di Jepang, enggak ada yang namanya anjing liar yang bebas berkeliaran di jalan-jalan. Semua anjing di sini ada pemiliknya. Dan mereka melakukan ritual jalan-jalan selalu bersama dengan pemiliknya.

Lah, terus, kalo si anjing mau pup gimana dong? Ada toilet khusus anjing? Hahahaha. Enggak ada kok. Ya kalo mau pup, tinggal pup aja. Tapiiiiii, pup-nya tadi harap dibawa pulang! Hah? Yup, pantesan orang Jepang yang jalan-jalan ngajak anjingnya pasti bawa ‘perlengkapan perang’ alias kantong plastik dan alat capit untuk membawa pulang pup anjing mereka.

Bawa pulang? Iyuuh. Enggak langsung dibuang aja di tempat sampah gitu? Di Jepang jarang ada tempat sampah, Kakaaaa. Apalagi di komplek perumahan. Kalopun ada, itu tempat sampah milik komplek perumahan tersebut khusus untuk membuang sampah-sampah milik orang-orang yang tinggal di komplek situ. Dan buang sampahnya pun terjadwal. Hari ini buang sampah apa, besok sampah apa, lusa apa, dst.

Tapi, walopun jarang tempat sampah, Jepang selalu bersih dari sampah. Enggak pernah ada warganya yang mengeluh, ini pemerintah kok ga ngasih tempat sampah sih? Tanya kenapaaa?😀 Orang Jepang membawa pulang sampah pribadi, buang di rumah! Itu prinsipnya!😉

Oya, balik lagi ke soal pup anjing. Begitulah, orang Jepang patuh sekali pada aturan. Walopun itu papan larangan enggak ada yang jaga macam polisi yang tugasnya ngawasin warga biar enggak melanggar. Hehe.

Jadi, kalo lagi jalan-jalan di taman, atau sekitar komplek, enggak khawatir bau kotoran anjing biarpun banyak anjing yang ikutan jalan-jalan juga. Kalo pup kucing gimana? Hmm… ini juga saya penasaran. Di Jepang juga jarang banget saya liat kucing liar. Ada sih, tapi enggak tau kenapa tu kucing liar jarang menampakkan batang hidungnya.

Minggu lalu, waktu jalan ke kota sebelah, saya mendapati lagi papan larangan kayak gini tapi dengan bahasa berbeda. Bahasanya lebih sopan, dan cenderung bersifat himbauan, bukan larangan secara langsung.

Ini papan larangan yang ada di Okazaki-shi (kota Okazaki) tepatnya di Higashi-koen (taman higashi).

Gambar 1:

Aiken-ka no minna sama e :

  • inu wa RIIDO de tsunagimashou
  • FUN wa mochi kaerimashou

Kepada para pecinta anjing (dog-lover) :

  • mari terhubung dengan anjing anda. –> maksutnya itu jangan dilepas tali pegangan anjingnya.
  • mari bawa pulang ‘pup’ anjing anda.

Gambar 2:

Inu no FUN de minna ga meiwaku shite imasu. Kainushi ga kanarazu mochi kaette kudasai.

Setiap orang akan merasa terganggu dengan kotoran anjing. Kepada para pemilik anjing, pastikan anda membawa pulang kembali (kotoran anjing anda).

Menarik, ya. Kalau bukan karena tingkat kesadaran yang tinggi dari masing-masing masyarakat, tidak akan mungkin berhasil himbauan ini.

Kalau di Indonesia, ada papan larangan “Dilarang Pipis Di Sini!”. Eh, ini beneran ada loh, saya pernah lihat di Jakarta. Tapi, larangan itu ditujukan untuk siapa? Anjing apa Orang? Hihihi. Ih, malu ah sama anjing Jepang. Masa anjing di Jepang bisa tertib enggak pup sembarangan, masa di Indonesia orang aja masih suka pipis sembarangan. Apa kata duniaaaaaa? Hahaha.😀

Salam dari Jepang.😉

 

***

Artikel terkait: https://catatanmamanisa.wordpress.com/2013/06/25/sampah-pribadi-bawa-pulang/

31 thoughts on “Anjing Dilarang ‘Pup’ Di Sini!

  1. hihihi oiya mak bukannya kalau anjing2 itu udah tahu ya tempat pupnya mereka . Tapi mungkin kalau udah kebelet pasti kayak kita juga ya dimana aja jadi hihi

    1. Iya, Mak. nah itu dia, di indo banyak banget kan tuh kucing liar. mereka jalan2 enak aja ada orang ato ga, pup jg sembarangan aja. klo di sini kucing liarnya kayak takut sama orang (menurutku sih), jadi jarang muncul di hadapan manusia. *halah* apa di tempatku aja ya? *krik krik*😛

  2. Wiiih, Jepang selalu bikin amaze saya (kecuali biaya hidupnya yang konon amit2 itu). Suka denger di sini himbauan buat mengantongi sampah sendiri lalu dibuang setelah nemu tempat sampah.hahaha, kebayang kalo ada yang kebiasaan di tanah air kayak gitu trus dikantongi di tas. *yaiksss* Btw buat buang sampah aja terjadwal, ya? Baru tau. Beneran Jepang rapi bener nih

    1. gpp mbak ngantongin sampah di tas. paling sampahnya sampah plastik or kertas, bukan sampah rumah tangga. hihihi. klopun sampah ‘basah’ ya dikantongin terpisah di kantong plastik trus baru masukin tas. nanti klo nemu tempat sampah baru dibuang. jangan disempilin di pot tanaman ya. hihihihi.😀

    1. jangan pesimis.🙂 sekedar menaati peraturan yg sudah dibuat kan ga susah ya sebenarnya. bisa dimulai dari diri sendiri, keluarga, kemudian sosialisasi ke masyarakat. Semangaaatt!! Indonesia pasti bisa!😉

  3. Orang Indonesia harus meniru ini. Kalo gak ada tempat sampah, sampahnya dibawa pulang ya Mak. Bagus nih Mak ada sharing seperti ini dair Jepang … pinginnya pemerintah kita membaca berita2 seperti ini. Jadi kalo ada warga yang membandel dengan membuang sampah sembarangan, langsung dijewer saja😀

    1. Iya Mak. ayo ditiru. kalau lagi piknik di taman jg usahakan bawa kantung sampah sendiri, nanti sampah bekas kita makan buang di kantung sampah pribadi trus bawa pulang, buang di rumah. Itu yg selalu dilakukan orang Jepang kalau habis piknik. Jadi, mereka ga meninggalkan sampah, meski itu sampah kertas koran sekalipun.😉

  4. Di blok tempat saya tinggal dulu suka ada aja anjing berkeliaran, gak dijaga pemiliknya. Sampe Pak RT bikin peraturan kalau anjing gak boleh dibiarin keluar rumah. Tapi, beberapa warga protes. Akhirnya dibolehin, tapi harus dijaga dan kalau pup kotorannya harus diambil.

    Tapi, ya, begitu, deh. Masih ada aja yang melanggar aturan ini. Belajar disiplin itu gak instant, ya. Padahal cuma 1 blok, blm 1negara. Semoga lama kelamaan bisa niru kayak di Jepang.

    1. Iya betul, belajar disiplin itu memang susaaah yaaa. Harusnya dari kecil sih. Tapi peran orang dewasa juga penting dalam memberi contoh yg baik untuk anak-anak. Semoga kita bisa memberi contoh yg baik minimal untuk anak sendiri ya, Mak.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s