#Dear Daughter: Annisa Mana

Kariya, 21 November 2013

Annisa Mana, anak Mama yang manis.

Maafkan Mama, ya. Bukannya Mama nggak sayang Nisa. Mama sayaaaang sekali sama Nisa. Di surat ini, Mama tidak mau beralasan untuk mencari pembenaran. Mama memang egois, Nak. Sebut saja Mama begitu.

Keputusan Mama untuk melanjutkan sekolah lagi memang tidak adil buat Nisa. Tapi kita sedang berburu dengan waktu, Nak. Tidak selamanya kita tinggal di Jepang. Sebelum saatnya pulang ke tanah air, kita harus mengumpulkan banyak bekal, dan ini bekal Mama. Mama harap Nisa mengerti. Ah, mungkin ini terlalu sulit untukmu. Maafkan Mama, ya.

Nisa tau? Tiap kali Nisa menangis waktu Mama antar ke sekolah, hati Mama ikut teriris, Sayang. Ingiiiin sekali Mama peluk Nisa. Ingiiiin sekali Mama batalkan semuanya. Ingiiiin sekali Mama memutar waktu agar ini semua tak perlu terjadi. Tapi Mama bisa apa, Nak? Semua sudah terjadi. Mama sudah memulainya, dan Mama harus menyelesaikannya. Maaf kalau ini harus dibayar dengan pengorbananmu. Sabar sebentar ya, Sayang.

Saat hari libur tiba, Mama senaaaang sekali. Karena Mama dan papa bisa sama-sama Nisa seharian. Nisa mau main apa? Mama janji akan temani Nisa. Nisa mau jalan-jalan ke mana? Tenang sayang, ada Papa yang siap mengantarkan ke manapun Nisa mau. Tak ada Papa pun kita bisa pergi berdua saja.

Nisa mau naik apa? Sepeda? Boleeeh, Nisa duduk di belakang ya, jangan lupa pakai helm. Tapi jangan sampai tertidur seperti waktu itu ya, Mama takut nanti Nisa jatuh. Mau naik apa lagi? Bis? Nisa suka sekali naik bis, kan? Duduk manis sambil sesekali ngobrol sama obaasan di sebelah ya. ^_^ Atau Nisa mau naik densha (kereta)? Sambil menunggu densha datang, kita suka menyanyi lagu ini, densha densha densha sha… daisukiiiii! Menyenangkan ya.

Tak apa jika sekarang Nisa belum lancar bicara seperti teman-teman Nisa yang lain yang sebaya. Tapi Nisa paham kan apa yang Mama katakan? Nisa juga tahu kan kalau sensei ngomong apa? Itu sudah cukup bagi Mama, Nak. Mama bisa mengerti kok arti celoteh dan bahasa tubuh Nisa. Biar Mama yang jadi penerjemah untukmu ya.πŸ™‚

Cepat sekali waktu berlalu, Sayang. Nisa sekarang sudah 2 tahun. Mama bersyukur bisa menyusuimu selama itu. Tak apa kalau Nisa masih belum mau berpisah dengan ‘nenen’. Ada saatnya nanti jika Nisa sudah siap, dan Mama juga ikhlas, Nisa pasti berhenti dengan sendirinya. Mama percaya Nisa bisa. Dan jika saat itu tiba, percaya deh, Nisa akan lebih mandiri dan percaya diri.

Annisa Mana, anak Mama tersayang.

Melihatmu tumbuh adalah kebahagiaan bagi Mama. Mama seperti melihat sebuah keajaiban sedang terjadi di hadapan Mama. Keajaiban penciptaan seorang manusia. Sungguh Maha Besar Allah yang telah menciptakanmu sedemikian rupa.

Saat Mama melihatmu bisa berjalan dan berlari. Kemudian pertama kali Mama menyerahkanmu pada orang lain selain Papa, sungguh tiba-tiba Mama menjadi takut. Takut kehilanganmu, takut Nisa pergi dari Mama.

Mama tahu akan datang saatnya Nisa pergi meninggalkan rumah ini untuk menuntut ilmu. Mama tahu akan datang saatnya Nisa pergi untuk memulai hidupmu sendiri. Dan mungkin akan datang saatnya Nisa pergi untuk menemui Tuhanmu. Mengingat itu saja bisa membuat dada Mama sesak.

Ah, tak usah dipikirkan ya. Mama memang sesekali menangis. Sama seperti Nisa kan? Kalau ada yang membuat Nisa tak nyaman, Nisa pasti nangis. Tak apa. Peluk Mama biar berkurang rasa sedihmu. Peluk Mama biar terobati rasa sakitmu. Kita saling menguatkan ya.

Doa Mama untuk Nisa. Selalu dan selamanya. Love you, Sayang.

Nisa chan wa Mama no takaramono da yo.πŸ™‚

DSC_0876

***

Project #DearDaughter Komunitas Kumpulan Emak Blogger. Meneruskan tongkat estafet dari Mami Ubii.πŸ™‚

21 thoughts on “#Dear Daughter: Annisa Mana

  1. Nisa-chan, sabar sebentar ya. Mama lagi menuntut ilmu. Senengnya Nisa punya Mama yg pintar. Pasti nanti Nisa ketularan semangat belajarnya Mama deh. Amin. Mama Nisa cupcupcup, sometimes difficult choices must be made, but that doesn’t mean you are a selfish mom. Aku percaya suatu saat Nisa akan mengerti kok. Semangat yaa. Salam buat Hello Kitty, Shizuka, dan DoraemonπŸ˜€

  2. Mama Nisa….berat dan sedih, tapi untuk kebaikan kita semua yaaa…selamat menuntut ilmu, insya Allah berkah buat semua, juga buat Nisa..saya pernah mengalami dilema yang sama dengan Bo, sekarang ditambah dengan Bo et Obi :)…semua memang sudah ada jalannya masing-masing…gros bisous du Jakarta buat mama et Nisa..

    1. Halo Mama Rapha. Alhamdulillah Nisa skrg udh riang gembira kalo berangkat ke hoikuen. Dulu Nisa sama kayak Rapha, dari rumah aja udh nangis jerit2. Pernah sampe nangis berjam2 akhirnya ga berangkat sekolah. Tipsnya? Ga ada Mom. Hehe. Ini cuma masalah waktu aja. Tiap anak beda2 waktu adaptasinya. Nisa butuh waktu sampe 6 bulan lebih baru bisa terbiasa.😦
      Sabar ya Mbak, saya cuma bisa kasih semangat aja ke Mbak, ‘puk puk’ Mbak Sekar. Semua pasti berlalu kok. Di tiap sholat selalu doakan Rapha agar Allah selalu menjaganya. Semoga Rapha segera terbiasa ya dengan dunia barunya. Aamiin. *peluk Mama dan Rapha*πŸ™‚

  3. so sweet yet a bit sad..
    iya ya mak, saya aja yang ninggalin ke kantor kalo anak nangis pengen ngikut ngantor juga rasanya sediiiih deh…jadi kalo tiba-tiba pas mau berangkat si Kunyil malah minta dibacain buku ya nurut aja… walo resikonya ya telat ngantorπŸ˜›

    sedikit ada rasa bersalah karena ninggalin anak di rumah, tapi ya gimana.. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s