Short Course to Kobe

Liburan musim panas kemarin kami pergi ke Kobe. Nekad dan mendadak. Nggak ada persiapan apa-apa. Duit aja nggak punya karena belom gajian. Haha.

Sebenernya yang kepengen banget pergi ke Kobe sih papanya Nisa. Tapi, waktu itu antara jadi nggak jadi, belum diputusin. Karena nggak ada teman yang bisa diajak pergi bareng jadi agak malas, dan emang belum gajian juga, jadi dompet kempes.๐Ÿ˜›

Tapi, entah kerasukan jin apa, tiba-tiba si papa sore-sore bilang, “Mah, ke Kobe yuk!”.

Mama: “Ayok aja. Papa sanggup ga? Kobe lumayan jauh loh, naik mobil.”

Papa: “Nggak pa-pa. Yuk sekarang berangkat! Satu jam lagi ya!”

Mama: “Hah? Nggak ada duitnyaaaa!!”

Papa: “Nggak pa-pa. Nggak usah lewat tol, jalan biasa aja. Besok kan udah gajian, kita ambil ATM di sana aja nanti. Duit di dompet cukup lah buat bensin doang.”

Jadi, begitulah. Akhirnya, berangkat juga deh, nekad duit di dompet cuma ada 5000 yen kalo ga salah, 3000 buat beli bensin, sisanya buat jaga-jaga. Fiuh. Berdoa nggak terjadi apa-apa di jalan, dan selamat sampai tujuan sampai besok waktunya gajian. Hahaha, emak was-was nggak pegang duit.๐Ÿ˜›

Jadilah, kita berangkat jam 7.30 malam. Jarak Nagoya – Kobe kurang lebih 200 km. Waktu tempuh dengan mobil lewat jalan biasa kurang lebih 5-6 jam. Kalau lewat tol bisa lebih cepat lagi. Karena lagi kere, yaaa lewat jalan biasa aja deh. Hehe. Rutenya lewat jalur 23, kemudian nyambung jalur 1, sampai di Osaka ambil rute jalur 2 sampai Kobe. Gampaaaang. Hihihi.

Selama satu jam, saya menyiapkan baju ganti untuk kami bertiga, dan bekal makan di jalan. Cemilan apa kek gitu yang bisa dibawa.๐Ÿ˜€ Bawa selimut dan alas untuk tidur di mobil dan bantal.

Jam 1 malam, kami sampai di perbatasan Osaka-Kobe. Istirahat di konbini (mini market). Tiduuur sampe pagi. Hah, ga cari hotel? Wew, lagi kere. Lagian udah siap tempur bawa selimut bantal emang mau bobok di mobil kok.๐Ÿ˜› Untung Nisa enjoy aja. Oya, karena udah lewat tengah malem, duit gaji udah ditransfer dooong. Jadi udah bisa ngambil ATM. Fiuh, akhirnya mama bisa tidur nyenyak. Hehe.

***

Abis subuh, pada bangun cuci-cuci muka, ganti baju, siap berangkat ke Kobe yang tinggal deket lagi sampai. Hah, nggak pake mandi? *snif snif* cium-cium ketek.

Karena perginya mendadak, nggak sempet browsing tempat jalan-jalan di Kobe, akhirnya cuma bisa browsing singkat lewat hp, pilih acak tempat wisatanya, trus berangkat deh. Bismillah!

Oke, tujuan pertama yaitu…..

Makaaan!

Cari restoran keluarga yang deket-deket tempat wisata, biar nggak jauh nanti jalannya. Kami cari Restoran Gasto (ใ‚ฌใ‚นใƒˆ) yang biasanya udah buka dari pagi di daerah Central Kobe (ไธญๅคฎๅŒบ), karena nantinya tujuan jalan-jalan kami nggak jauh-jauh dari situ.

Kami parkir mobil di tempat parkir berbayar. Tarifnya 250 yen per 30 menit kalo nggak salah. Hmm… lumayan mahal ya.

DSC_0176
sarapan dulu. ^_^

Ikuta Jinja (Shrine) ็”Ÿ็”ฐ็ฅž็คพ

Setelah kenyang sarapan, kami jalan kaki ke Kuil Ikuta. Tempatnya nggak jauh dari tempat makan tadi, sekitar 10 menit jalan kaki sambil liat toko-toko yang masih pada tutup.

Kami tiba sekitar pukul 09.30 pagi. Kuil Ikuta ini termasuk kuil tertua di Jepang. Pas kami datang, ternyata di dalam sedang ada prosesi upacara. Lucky!

Motomachi Shoten-machi (Pusat Perbelanjaan Motomachi) ๅ…ƒ็”บๅ•†ๅบ—่ก—

Tujuan selanjutnya adalah motomachi. Kalau Nagoya punya Ohsukanon, kalau Kobe punya Motomachi Shoten-machi. Sama-sama pusat belanja. Mirip-mirip Pasar Baru kalau di Jakarta. Haha.๐Ÿ˜€

Layaknya pusat belanja, ada toko baju, pernak-pernik souvenir, toko kamera, makanan, dll. Harga lumayan terjangkau. Saya sih cuma liat-liat aja.๐Ÿ˜›

DSC_0305
pusat belanja Motomachi

Nankin-machi (China Town) ๅ—ไบฌ่ก—

Setelah puas liat-liat mupeng di Motomachi, sebelahnya ada China Town. Di Jepang cuma ada tiga Kampung Cina, salah satunya yang ada di Kobe ini. Dua lainnya terdapat di Yokohama dan Nagasaki. Nankin-machi merupakan objek wisata populer di Kobe.

Sepanjang jalan berderet toko-toko makanan khas Cina. Tapi, hati-hati bila ingin jajan di sini. Kebanyakan toko menjual masakan dari daging babi.๐Ÿ˜› Dan bagi yang memiliki hidung sensitif, mungkin akan merasa tidak tahan dengan bau daging babi bercampur minyak yang memenuhi udara di Kampung Cina ini. Hehe. Makanya, karena nggak ada yang bisa dimakan, kami buru-buru pergi deh.๐Ÿ˜›

Masjid Kobe ็ฅžๆˆธใƒขใ‚นใ‚ฏ

Karena hari sudah menjelang siang, kami pergi mengunjungi Masjid Kobe yang terkenal itu untuk sholat. Letak Masjid Kobe nggak jauh-jauh dari wilayah Central Kobe. Jadilah kami jalan kaki menuju ke sana.

Masjid ini adalah masjid pertama dan tertua di Jepang. Dibangun tahun 1935, dan telah mengalami 2 peristiwa besar yaitu Perang Dunia II dan gempa besar Kobe tahun 1995. Saat bangunan lainnya luluh lantak, namun masjid ini tetap berdiri tegak. Allahu Akbar! Silakan google sendiri kalau ingin tahu foto-foto Masjid Kobe saat gempa besar tahun 1995 maupun saat PD II terjadi. Benar-benar bikin merinding.

Masjid Kobe ini juga termasuk tujuan wisata di Jepang. Maka tak heran jika turis bebas keluar masuk untuk melihat-lihat. Saat saya ke sana, banyak juga orang Jepang yang datang untuk foto-foto. Salah satunya sempat mewawancarai saya sebentar di tempat muslimah di lantai dua saat saya sedang memakai mukena.๐Ÿ™‚

Oya, seperti biasa, jika ada Masjid pasti di sekitarnya ada toko halal. Toko halal ini menjual barang-barang impor yang berlabel halal. Ada barang dari Indonesia juga. Sayang nggak ada restoran Asia halal. Padahal udah berharap bisa makan siang pake daging halal. Hehe.

DSC_0323
Kobe Halal Food

Akaishi-kaikyo Bridge ๆ˜Ž็Ÿณๆตทๅณกๅคงๆฉ‹

Tempat ini kami pilih random dan buru-buru saat sudah di jalan. Bingung karena banyaknya tempat yang ingin dikunjungi tapi nggak punya waktu banyak. Karena rencananya kami memang nggak berniat untuk menginap, jadi malam nanti kami sudah harus kembali pulang.

Dan pilihan kami ini ternyata tidak salah. Jembatan Akaishi ini adalah jembatan penghubung kota Kobe dengan pulau Awaji. Dan luar biasanya, kita bisa masuk ke dalam jembatannya. Bukan cuma melihat-lihat pemandangan di sekitar jembatan, kita bisa belajar tentang proses pembuatan jembatan dan melihat langsung konstruksi jembatan.

Jadi bermimpi, seandainya jembatan suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa – Madura dibuat tempat seperti ini, tentu akan sangat bagus. Nggak hanya menarik buat wisata, tapi bisa menambah pengetahuan juga. Daripada hanya parkir di pinggir jalan trus melihat pemandangan laut.

Di dalam jembatan,ย  selain melihat-lihat konstruksi jembatan, juga ada tempat istirahatnya. Di tempat istirahat itu, ada restoran, toko souvenir, dan tempat duduk-duduk. Di lantai 1 juga ada penjelasan video yang bisa dilihat mengenai proses pembuatan jembatan. Hebat ya. Sayang saya nggak sempat ambil gambarnya.

Harborland – Kobe Port Tower ใƒใƒผใƒใƒผใƒฉใƒณใƒ‰ใƒป็ฅžๆˆธใƒใƒผใƒˆใ‚ฟใƒฏใƒผ

Menjelang sore, kami kembali ke Cental Kobe menuju harborland. Emang udah diniatin tujuan akhir kami main-main ke Kobe Port Tower. Ini tempat yang wajib dikunjungi di Kobe, dan merupakan tempat nongkrongnya orang-orang Kobe.

Di sini ada tempat makan, taman, dan yang utama di sini adalah pelabuhan. Kalau mau, kita bisa naik kapal keliling pesisir Kobe. Tapi mihil, hihi. Lupa deh tarifnya berapa, karena kita nggak naik.

Nggak usah banyak penjelasan, lihat foto-fotonya aja yaaa.๐Ÿ˜€

So, berakhir sudah perjalanan singkat kami di Kobe. Sebenarnya masih banyaaak tempat yang belum dikunjungi. Kobe kota yang keren. Suatu hari nanti kami ingin kembali ke sini.

Pulangnya karena sang sopir sudah lelah, maka diputuskan lewat tol. Alhamdulillah perjalanan lancar. Nisa juga tampak asik di kursinya. Yoossh, selanjutnya kita ke mana, Papaaaa? Apaa? Hiroshima? Boleeeh. Tunggu di kesempatan berikutnya ya.

Oya, sebagai penutup dan kesimpulan, ini dia lokasi yang kami kunjungi selama di Kobe.

map_s
Kobe travel map

12 thoughts on “Short Course to Kobe

    1. iya, Mak. saya juga bermimpi gitu di jembatan suramadu dibikin kayak gini pasti bagus deh. trus di tanjung priok jakarta jg dibikin tempat nongkrong kayak di Kobe port gitu juga kayaknya asik. sapa yaaa yang bisa mewujudkannya?๐Ÿ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s