Ied Mubarak 1434 H

Tak terasa sudah lebaran lagi. Ini lebaran ketiga saya di Jepang. Dan yang paling sepi diantara ketiganya.😦 Hari raya kali ini jatuh pada hari kamis, hari biasa, hari kerja. Tidak ada pekikan takbir, tidak ada hidangan khas lebaran, tidak ada kue lebaran. Huuaaa. Emaaak!!

Semalam sempat telpon rumah di Indo, pertanyaan yang selalu dilontarkan dan membuat saya geli adalah “Di Jepang kapan libur lebarannya, Dek?” ^_^

Di Jepang mana ada libur hari raya Islam, papaku sayang. Kecuali kalau memang jatuhnya pas hari sabtu ato minggu, baru deh libur. Seperti tahun lalu, pas hari minggu. Wuih, senangnya. Bisa ikut sholat Ied, bisa jalan-jalan.

Tahun ini, Papa Nisa tetap kerja seperti biasa. Saya? Alhamdulillah sekolah sudah libur semester, kerja part-time juga lagi cuti. Cuti? Iya, pasalnya Nisa lagi sakit. Sakit tangan, kaki, mulut. Istilah inggrisnya Hand, Foot, Mouth Disease (HFMD), ato istilah kerennya Flu Singapur. *sigh*. Udah dari hari senin lalu sih, Alhamdulillah sekarang sudah mulai membaik. Jadilah saya lebaran ini di rumah aja, karena Nisa harus diisolasi sementara, dan kebetulan juga saya lagi kedatangan “tamu bulanan”. Perfect!😦

Seperti yang saya bilang sebelumnya, nggak ada takbir, kita takbir bareng-bareng aja sambil tepuk tangan ala Nisa. Hehe. Nggak ada kue lebaran. Ini sih salahin emak yang males bikin. Hihi. Eh, ada kok, kue putri salju dikiiit, cuma satu toples itupun udah hampir abis. Huhu. Nggak ada hidangan lebaran, opor ayam, ketupat, rendang, dll. Ini juga silakan cubit si emak yang males bikin. Hehe. Sebagai ganti itu semua, saya masak nasi kuning, ayam goreng, telur pedes, sama lalapan timun-tomat. Haha emak pilih yang gampang, dan cepat.πŸ˜›

DSC_0006
hidangan lebaran sederhana ala mama nisa ^_^

Aaaah, jadi pengen pulang kampung deh.😦

Ups, nggak mau mengeluh lebih jauh lagi ah. Semua disyukuri aja. Alhamdulillah masih bisa merasakan hari raya idul fitri yang istimewa ini. Alhamdulillah masih diberi kesehatan tidak kurang suatu apapun. Alhamdulillah diberi kenikmatan berkumpul bersama keluarga tercinta. Alhamdulillah….πŸ™‚

Selamat Idul Fitri 1434 H,

Taqabalallahu minna wa minkum

Mohon maaf lahir batin jika ada ucapan atau tulisan yang kurang berkenan.

Semoga amal ibadah selama bulan ramadhan diterima Allah dan kita kembali dipertemukan dengan ramadhan berikutnya. Aamiin.

Soundtrack of the day!

Sumpah lagu ini bikin saya jadi mellow pagi-pagi.

εΈ°γ‚γ†γ‹γ€€γ‚‚γ†εΈ°γ‚γ†γ‚ˆθŒœθ‰²γ«ζŸ“γΎγ‚‹ι“γ‚’
ζ‰‹γ‚’ηΉ‹γ„γ§εΈ°γ‚γ†γ‹γ€€δΈ–η•Œγ«δΈ€γ€γ γ‘ my sweet home

let’s go home hand in hand to the only one in the world, my sweet home

18 thoughts on “Ied Mubarak 1434 H

  1. terharu baca ceritanya mak.. happy eid mubarak ya mak. aku juga di rantau meski masih sm2 indonesia tapi jauh juga dari kampung halaman, sedih rasanya ini pertama kali lebaran jauh dari sanak saudara. hidangan pun dibikin sederhana (anakku bru genap setaun, susah ditinggal2 masak). salam kenal ya mak

  2. salam kenal mak, selamat lebaran, selamat idul fitri 1434 H, apapun itu kondisinya, hari raya tetap dirayakan umat NYA kan ?

    untuk melepas rindu, emak bisa berkunjung ke kedutaan Indonesia, di Gotanda ya? biasanya mereka menyelenggarakan Open House dan ada masakan Indonesia khas lebaran disana

    aku sangat menyukai Jepang tp turut prihatin mengapa hari raya Idul Fitri tidak ada libur bagi umat yang merayakannya, tetap berbesar hati ya mak
    πŸ™‚

    1. salam kenal jg, mak. tetep semangat kok. ^_^
      di sini hari natal jg ga libur kok mak, jepang hari liburnya sudah ditetapkan untuk hari2 besar negara jepang saja.πŸ™‚

      rumah saya jauh dari kedubes mak, hehe. kedubes di tokyo, konjen di osaka, sedangkan saya di nagoya. hehe. ada sih perayaan idul fitri di nagoya, bagi yang cuti/ libur kerja atau para pelajar kita yg sedang libur musim panas bisa ikut sholat id di tempat yg ditentukan. tp tahun ini, anak saya kebetulan lg sakit, dan saya jg sedang berhalangan jd tdk bisa ikutan.

      ga papa, tetap bersyukur dgn kondisi apapun ya mak. salam buat keluarga.πŸ˜‰

  3. Happy Eid Mubarak ya… same here, sepi, nyaris tak berbekas…. Buat hidangan2x khas lebaran bisanya dibayangkan saja…tapi tetep harus selalu bersyukur…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s