Belajar Lewat Musik

Sejak menikah dan punya anak, selera musik saya jadi ngikutin anak saya. Tidak mau anak saya terlalu cepat dewasa, saya tidak memperkenalkan musik-musik dewasa padanya. Di rumah, saya usahakan setel lagu anak-anak saja. Saat bepergian, di mobil juga hanya CD lagu anak-anak saja yang diputar.

Eh, lagu anak-anak itu sepanjang masa kan ya? Lagu ibu saya dulu, dengan lagu saya waktu masih kecil, kayaknya itu-itu aja. Jadi, nggak ketinggalan jaman dong ya kalau saya ajarin juga ke Nisa, anak saya. Dari mulai lagu Balonku, Pelangi, Naik-Naik ke Puncak Gunung, Lihat Kebunku, Topi Saya Bundar, dan lain-lain. Semua saya nyanyikan untuk Nisa dari mulai Nisa bayi. Itu lagu wajib anak-anak kayaknya ya. Diantara semua lagu itu, Nisa paling suka lagu Topi Saya Bundar. Karena lagu ini disertai gerakan sederhana mengikuti lirik lagunya, dan Nisa hapal gerakannya.πŸ˜€

credit
credit

Ngomong-ngomong tentang lagu anak-anak, dulu banyak ya penyanyi cilik. Yang saya paliiing suka itu penyanyi Yoan Tanamal. Ada yang kenal?πŸ˜€ Lagunya yang paling terkenal itu adalah Aku Sedih. Liriknya gini, Aku sedih| Duduk sendiri| Mama pergi| Papa pergi| Oh itu dia, mereka datang| Hatiku senang riang gembira. Ada yang ingat? Langsung ketahuan deh saya angkatan berapa.πŸ˜›

Ada lagi si Susan-Kak Ria Enes, grup tiga anak manis, Trio Kwek-Kwek, sampai

berbagai sumber
berbagai sumber

si Agnes Monika, Enno Lerian, dan Bondan Prakoso waktu masih jadi penyanyi cilik.Β  Saya koleksi semua kasetnya. Hahaha. Sekarang saya wariskan semua pengetahuan musik kanak-kanak saya pada Nisa. Karena saat ini udah susah dapetin kaset dan CD nya (emang masih ada yang jual?), jadi saya download dari internet. Asik banget dengerin lagi semua lagu-lagu ini. Nostalgia mengenang masa kecil.

Saya ingat dulu suka dengerin lagu-lagu ini sambil bergaya sendiri ala karaoke di depan cermin. Sampai 17 Agustusan saya menang juara satu lomba joget lagu anak-anak tingkat RT. Hihihi.*tutup muka pake panci*

Lewat musik, Nisa jadi lebih cepat belajar loh. Misal lagu Topi Saya Bundar, ia belajar menunjuk “saya” dengan mengarahkan telunjuknya ke dadanya. Ia tahu letak topi di kepala, ia juga tahu bentuk bundar/ bulat itu seperti membentuk lingkaran dengan kedua tangannya. Nisa juga belajar warna dari lagu Balonku dan Pelangi. Jadi seperti “sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui”, kan?

Karena Nisa anak bilingual, Bahasa Indonesia di rumah dan Bahasa Jepang di sekolah, mungkin kemampuan berbahasanya agak sedikit terlambat dibanding teman-temannya. Tapi, melalui musik, kemampuan Nisa memahami lagu dan menghapal kosakata dan gerakan, tak kalah. Walaupun belum terucap, ia mengerti apa yang dimaksud. Saya juga jadi ikutan hapal gerakannya. Berkat lagu anak-anak ini, di usia Nisa yang belum 2 tahun, ia sudah bisa menunjuk di mana kepala, mata, hidung, mulut, telinga, dan anggota tubuh lainnya. Ia hapal sendiri loh. Lumayan kan menghemat tenaga dan pikiran emaknya. Haha.πŸ˜€

Sayang sekali kalau lagu anak-anak ini musnah. Tugas kita para orangtua adalah mewariskannya terus ke anak-cucu. Untuk sementara, lagu-lagu ini yang selalu menemani saya sehari-hari. Bahkan saat saya belajar, atau nge-blog, ya musik inilah yang saya dengar. Cukup membuat Nisa asik sendiri jadi nggak gangguin kerjaan emaknya. *misi terselubung*.πŸ˜€

Ini ada video Nisa yang berhasil saya rekam waktu lagi ngikutin gerakan lagu anak-anak. Di video itu, Nisa masih umur 17 bulan.

 

β€œThe fact that children can make beautiful music is less significant than the fact that music can make beautiful children.”
– Cherly Lavender
Jadi, pada setuju kan dengan adanya lagu-lagu anak, masa kecil kita jadi lebih indah dan bahagia. ^_^
***
fix-banner-1-200x300

 

13 thoughts on “Belajar Lewat Musik

  1. setujuuu..πŸ˜€

    Hmm.. Anak dengan bahasa bilingual, jadi inget waktu masih kecil. Kami di rumah pake bahasa melayu, disekolah pake bahasa Palembang, Meskipun bahasanya nggak terlalu beda, tapi sampai SMP masih ajak kadang ngelongo pas ngedengerin org Palembang ngomong hihihi… #emg sayanya yg rada lemot kali yahπŸ˜€

  2. Selamat pagi sahabat, trimakasih sudah berpartisipasi di dalam lomba menulis blog β€œMusik Yang Asyik”, ya. Sukses selalu untukmu dan kita semua. ☺
    Saleum.

  3. Iya betul, jika ada anak-anak sudah seharunsya menyetel lagu anak-anak, ini untuk perkembangan psikologis si anak. Jika kita sebagai orang dewasa ingin nyetel lagu kesukaan lebih baik pada saat santai dan menggunakan headset.

  4. halo mama nisa, salam kenal..πŸ™‚
    awalnya saya cari2 artikel seputar ramadhan di jepang, dan ketemu sama blog mama nisa. bnar2 menarik.
    ohya, dedek nisa kan bilingual ya mama, itu awal kali ngajarin berbahasanya gimana? langsung bisa nyebut benda dalam dua bahasa gitu? makasih..πŸ™‚
    semangat ya mama nisa.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s