Bukan Warga ‘Alien’ Lagi

Jadi gini, kemarin lusa saya ke kantor Imigrasi Nagoya. Mau ganti KTP Jepang sama minta ijin baito (kerja paruh waktu).Β  Ganti KTP ini maksudnya kartunya baru sesuai peraturan baru. Dulu, semua orang asing di Jepang yang memiliki visa tinggal lebih dari tiga bulan wajib memiliki KTP yang dikeluarkan pemerintah Jepang. Namanya gaikokujin touroku shoumeisho. Di bawah tulisan itu ada terjemahan Inggrisnya, jadi Certificate of Alien Registration. Waks, alien? Hehe. Begitulah. Ternyata kami warga alien di sini.πŸ˜›

Nah, berdasarkan peraturan baru, mulai tahun kemarin, kartu alien ini harus diganti jadi zairyuu kaado (residence card) atau KTP Jepang. Dengan adanya sistem baru ini, orang asing yang ada di Jepang akan mendapat perlakukan dan fasilitas yang sama seperti orang Jepang. Kemudian, jika ingin bepergian keluar Jepang sementara dan akan kembali lagi ke Jepang dalam waktu satu tahun (dengan syarat ijin tinggalnya masih berlaku), kita tidak perlu mengurus permohonan ijin kembali (re-entry permit) ke Imigrasi. Cukup dengan paspor dan KTP Jepang, sudah bisa masuk lagi ke Jepang. Lebih praktis jadinya.πŸ™‚

Ngurus pergantian ini juga gampang kok. Tinggal datang ke kantor Imigrasi, bawa paspor dan KTP ‘alien’ yang lama, sama paspoto 3×4. Ngisi formulir pengajuan, ngantri, jadi deh. Hari itu juga langsung selesai. Enggak bayar lagi!

Setelah KTP jadi, sekalian saya ngajuin ijin baito (kerja paruh waktu). Selain pemegang visa kerja atau visa kerja keahlian khusus, semua orang asing yang ingin bekerja paruh waktu, wajib mengajukan ijin kerja ke kantor Imigrasi. Jadi enggak bisa sembarangan langsung bisa kerja di sini. Semua ada aturan yang harus dipatuhi, jumlah jam kerjanya pun dibatasi. Jika melanggar, tentu akan ada sanksinya. Ijin baito ini nanti distempel di belakang KTP kita. CETOK! Selesai deh. Horeee, bukan warga ‘alien’ lagi. Udah boleh part time lagi.πŸ˜€

Nah, cerita selanjutnya, pas pulang dari kantor Imigrasi, ada insiden kecil. Hari itu saya janji jemput Nisa di hoikuen pukul 4 sore. Ternyata pukul setengah 4, saya masih ngantri di Imigrasi. Akhirnya saya telpon hoikuen ngasih tau kalau saya telat dan akan datang kira-kira pukul 5:30 sore.

Pukul 4 lewat 10 urusan saya selesai. Saya bergegas ke stasiun ngejar kereta yang paling cepat. Ternyata kereta baru datang pukul 4:26. Sampai di stasiun Nagoya, saya harus pindah kereta. Karena Nagoya stasiunnya besar, ada banyak jurusan, saya harus hati-hati memperhatikan petunjuk. Tapi enggak tau apa karena mata saya siwer, ato saya lagi terburu-buru jadi agak eror, saya salah naik kereta!! Dan saya terbawa jauh sampai ke Gifu!! Huaaaa. Ibaratnya saya dari Bekasi mau pulang ke Jakarta malah nyasar kebawa sampai Bogor! Jadi ceritanya saya salah naik kereta ke arah sebaliknya.πŸ˜₯

Dari Gifu saya harus kembaliΒ  lagi ke Nagoya untuk naik kereta yang benar. Sampai di Nagoya jam tangan sudah menunjukkan pukul 5:45. Terpaksa telpon lagi ke hoikuen Nisa, memberi tahu saya masih di jalan. Fiuh. Kali ini saya benar-benar memastikan petunjuk. Dibaca lagi huruf melungker-melungker yang ada di papan pengumuman, dicocokkan hurufnya dengan yang tertulis di kereta. Setelah yakin dengan benar, baru bisa duduk dengan lega. Eh, enggak dapet duduk ding, berdiri selama kurleb 20 menit. Ga papa laaah, yang penting bisa ketemu Nisaaaa.πŸ˜€

Sampai hoikuen pukul 6:30. Nisa anak terakhir yang dijemput. Hihi. Memang jam tutup hoikuen sebenarnya cuma sampai pukul 6 sore. Lebih dari itu, diitung overtime (lembur).

Hikmah dari cerita di atas, perhatikan betul-betul kalau naik kereta. Jangan sampai salah naik. Hehe. Terakhir, saya punya tips bepergian naik kereta di Jepang:

1. Sebelum pergi, cari dulu alamat yang akan dituju lewat internet. Setelah dapat alamatnya, cari lagi aksesnya, nama stasiun terdekat. Kalau pake Iphone, bisa dicari lewat ‘Map’.

2. Setelah tahu nama stasiunnya (eki), cari aksesnya lewat internet. Saya cari di sini http://www.ekikara.jp/top.htm. Aplikasi ini bisa juga kok diinstal di Iphone. Masukkan nama eki awal berangkat dan eki tujuan, tanggal, dan jam berapa. Nanti keluar aksesnya. Kereta apa yang harus kita naiki, transit dimana, ganti kereta apa, dll. Lengkap dengan informasi waktu keberangkatan dan harga tiketnya. Setelah itu catat!! Jangan cuma dihapal, nanti lupa. Hehe.

3. Sampai di eki, perhatikan betul-betul tandanya. Lihat lagi catatannya, kereta yang dinaiki ada di line apa (jangan sampai salah), cocokkan juga waktu keberangkatannya. Sebenarnya enggak susah sih, karena informasi di sini jelas banget. Cuma ya itu, hurufnya keriting semua. Haha. Kalau bingung, jangan ragu bertanya ke petugas.πŸ™‚

4. Untuk tiket, enggak usah khawatir kalau nyasar kayak saya kemaren bakal bayar tiket lagi lebih mahal. Asal kita belum keluar stasiun, harga tiket tetap sama. Kecuali kita turun atau keluar di stasiun yang berbeda dari tujuan awalnya yang lebih jauh, saat keluar pintu otomatisnya enggak akan terbuka. Kalau begini, datang aja ke petugas di loket samping untuk membayar kekurangannya. Tunjukkan juga tiket kita.πŸ™‚

Itu aja. Walah, malah jadi OOT dari judul tulisan. Hihihi.πŸ˜€ Begitulah, lika liku hidup di Jepang. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dimanapun kita tinggal, wajib ikuti peraturan yang berlaku.

Demikian. Semoga bermanfaat ya!πŸ˜‰

 

32 thoughts on “Bukan Warga ‘Alien’ Lagi

  1. wah terjemahan inggrisnya koq pake kata alien ya mbak, ada2 ajaπŸ˜€
    tapi klo diibaratin mau kebekasi nyasarnya kebogor jauh bgt, hoikuen itu semacam sekolah ya mbak?

    1. hihi. ga tau memang begitu terjemahannya.πŸ˜€
      iya, mbak, memang jauh nyasarnya, soalnya saya naik kereta cepet yang ga berenti di setiap stasiun, cuma berenti di stasiun2 gede aja. niatnya pengen cepet sampe rumah, malah kesasar jauuuh. nasib. hehe. hoikuen itu semacam daycare mbak, mungkin bisa juga disebut playgroup kayak di Indo.πŸ™‚

  2. Seneng ya mba, bisa tinggal dinegara maju…semua sesuai peraturan dan bebas kkn ya? ngurus surat2 jga “aman”…hihihi, selamat ya mba, sudah bukan alien lagi…ehmmm kapan ya bisa ke jepang???hehehe

    1. iya, bebas praktik KKN, hihi. kalopun harus bayar, pasti kita dikasih kwitansinya juga, jd memang jelas tarifnya.πŸ™‚
      tinggal di luar negeri pasti ada suka dan dukanya jg mbak.πŸ™‚

  3. wah… jadi kalau orang asing menetap di Jepang disebutnya alien ya? baru tahu saya. hehehe.

    kalau aplikasi ekikara itu bisa menunjukkan keretanya di line berapa juga gak?

    1. tulisannya sih begitu, mas, di KTP lama. mungkin terjemahan ‘orang asing’ kali, ‘asing’nya itu jadi alien. hihihi. eh, ga tau jg ding.πŸ˜›
      aplikasi itu nunjukin kereta line apa, tp tidak untuk jalur berapa. duh, bingung ya line sama jalur? kalo jalur berapa, nanti ada di tulisan di papan pengumuman di stasiun, mas. asal kita berada di line yang benar. begitu.πŸ™‚

      1. ooo gitu…
        kirain dah canggih gitu sampai jalurnya dah masuk juga dalam info mba.πŸ˜€
        kan kalau di sini, jalur masih bisa berubah-rubah.πŸ˜›

  4. Halo Ummu Nisa. Tok tok tok, assalamu’alaykum wrwb. Kemarin pas lagi mendampingi tim dari Shizuoka Daigaku, mereka cerita padaku, katanya gaikokujin torokusho udah dihilangkan? Diganti dengan bentuk kartu baru yang langsung bisa dipakai baito. caranya kartu itu dicap oleh petugas imigrasi di bandara sesampainya di Jepang. Benar kah?

    1. wa’alaikum salam mb novi. iya mb, peraturan baru gaikokujin tourokusho skrg diganti jd zairyuu kaado. ijin baito memang langsung dicap dibelakang kartu. masalah teknisnya mungkin yg baru datang ke jepang langsung dicap di bandara ya. praktis ya mb. dengan kartu ini jg kalau kita mudik ke indo ga perlu lg ngurus re-entry untuk masuk jepang lg. dengan syarat visa masih berlaku. ^_^

  5. mau dong mbae jadi alien disana (dulu)
    btw salam kenal… setelah berkunjung dari blog ke blog, terdampar juga diblog ini,..
    ijin berkelana dan menjelajahi isinya ya mbae x)

  6. Wah. Mama nisa.
    Masih di japan?
    Klo info kota iga tau ga? Kaya muslim dsana gmn? Klo jd mau kesana nh.

      1. Tergantung visanya, bisa diperpanjang apa ga. Klo visa turis jelas ga bisa. Visa pelajar, klo memang msh berstatus pelajar dgn dibuktikan Surat dari universitasnya ya bisa diperpanjang sesuai sisa masa studinya. Klo visa kerja jg sama, selama dia msh tercatat sbg karyawan di perusahaan di jpg dgn dibuktikan Surat dr perusahaan ya bisa diperpanjang. Ga akan dipersulit selama persyaratannya lengkap.

    1. Halo Mbak ririn. Iga ya? Agak jauh dari tempat saya. Di sana mungkin lebih deket ke kota Kyoto. InsyaAllah banyak Muslim di sana. Semoga lancar rencananya.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s