Prompt #11: Nota

Wawan memencet tombol smartphone-nya.

“Oi, Yud, lama amat sih lu? Gue udah nunggu daritadi nih!”

“Iya, bentar. Ya udah lu pesen aja duluan. Ntar gue nyusul,” jawab seseorang di ujung telepon.

“Bener nih? Awas lu kalo ga dateng!”

“Iya.”

Klik.

Wawan pun akhirnya memesan segelas jus mangga dingin. Lumayan menghilangkan dahaga di tenggorokannya. Sambil menyeruput jusnya, Wawan melihat seorang gadis yang duduk di depannya. Sendirian. Wajahnya cantik, tapi kelihatan sedang muram.

Tiba-tiba pandangannya bertemu. Gadis itu menyunggingkan senyum seraya menganggukkan kepalanya. Ah, Wawan jadi salah tingkah.

Eh, tunggu dulu. Kayaknya pernah lihat, deh. Ah, iya, kami pernah bertemu di konser malam minggu kemarin.

Wawan membalas senyumnya.

Tiba-tiba smartphone-nya bergetar. Dari Yudi.

Sori. Kayaknya gue ga jadi ke situ, Bro. Ada masalah mendadak nih. Ntar gue ceritain ya. Oke.

Apa?? Dasar Yudi.

Wawan merogoh dompetnya. Cuma ada satu lembaran 10.000. Gawat. Dilihat lagi daftar harga di menu. Jus mangga, 18.000 rupiah. Aje gile, mahal amat. Gimana nih?

Keringat mulai membanjiri kening Wawan. Duduknya mulai gelisah. Ia berusaha menelpon Yudi. Tak diangkat.

BRUAK!! Refleks ditendangnya kursi di sebelahnya.

Gadis yang ada di depannya melonjak kaget. Wawan pun ikut terkejut. Ia segera memberi isyarat minta maaf.

Wawan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Wajahnya cemas. Otaknya berpikir keras. Tiba-tiba pandangannya tak lepas dari gadis di depannya.

 

Dengan mantap ia melangkah menuju meja di depannya, tempat gadis itu duduk.

“Hai, boleh duduk sini?” sapa Wawan nekad.

Gadis itu hanya tersenyum sambil mengangguk.

“Ehm, saya Wawan. Kamu?”

“Mila.”

“Eh, Mila. Kita pernah ketemu kan ya? Di konser kemarin.”

“He em.”

Dan obrolan pun mengalir ringan. Setelah agak lama mereka berbincang, Mila nampak membereskan barangnya.

“Udah mau pulang?” tanya Wawan.

Mila mengangguk dan memanggil pelayan, “minta bon-nya ya, Mas. Jadi satu aja.”

Alhamdulillah. Baik bener, si Mila. Untung ada dia. Wawan menghela napas lega.

Tak lama pelayan tadi kembali membawa nota pesanan mereka. Mila segera menyodorkan nota itu ke Wawan.

“Emm, Wawan. Kamu mau traktir aku, kan? Nanti kapan-kapan kalo kita ketemu lagi, giliran aku yang traktir. Makasih banget ya. Eh, sori nih, aku buru-buru ada urusan. Oke. Bye.”

Mila pergi begitu saja meninggalkan Wawan yang masih terbengong menggenggam nota. Nominal di nota bertambah dua kali lipat.

Pandangannya beralih ke mas pelayan yang sudah menunggu. Peluhnya semakin membanjir.

 

IMG-20130402-02576

***

jumlah kata: 371

41 thoughts on “Prompt #11: Nota

  1. Maaf bu. Ceritanya mendekati kocak. Hehe tp penulisan miring sama kapitalnya kok ga konsisten ya? :uhuk: *kabuuur ah, sebelum ketangkep basah pak guru sulung*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s