Bus Kota Kariya

Saya tinggal di kota kecil di Provinsi Aichi, Jepang. Nama kotanya Kariya. Pertanyaan saya saat pertama kali menjejakkan kaki di kota ini adalah kemana orang-orang? Hahaha. Dasar orang Jakarta. Udah biasa liat orang lalu-lalang, tinggal di kampung begini deh. *keplak*πŸ˜€

Di kota ini, ada fasilitas bus gratis buat warganya.Β  Saat naik cukup bilang “konnichiwa!” (selamat siang) atau “onegai shimasu!” (tolong ya, Pak), dan turunnya cukup bilang “arigatou gozaimasu!” (terima kasih). Gampang kan?πŸ™‚ Di kota ini aja loh, kota lain enggak. Hehe.

Terbantu banget dengan adanya bus ini. Karena rumah saya agak jauh dari stasiun kereta, jadi saya lebih memilih naik bus kalau mau kemana-mana.

ini bus nya. :)
ini bus nya.πŸ™‚
di dalam bus. kereta bayi bisa masuk loh. ;)
di dalam bus. kereta bayi bisa masuk loh.πŸ˜‰

 

Tapi, ada juga bus yang berbayar, namanya bus meitetsu. Beda dengan bus gratis yang trayeknya hanya dalam kota, bus meitetsu menghubungkan kota di sekitarnya. Kalau naik bus meitetsu, masuknya dari pintu belakang. Ambil tiket yang ada di mesin dekat pintu. Kalau mau turun, pencet tombol, kemudian turun lewat pintu depan. Uangnya dimasukkan ke dalam mesin yang ada di sebelah supir bersama dengan tiketnya tadi. Tarifnya bisa dilihat di layar monitor yang ada di depan. Jika ada kembalian, uangnya akan keluar otomatis. Tapi kalau jumlah kembaliannya besar, biasanya supir yang akan mengembalikannya. Dan ini cukup merepotkan dan memakan waktu, belum kalau ada antrian di belakang kita, bikin enggak enak. Makanya usahakan bayar dengan uang kecil aja, atau uang pas.πŸ˜‰

 

bus meitetsu
bus meitetsu
bayar ongkos bus di mesin otomatis
bayar ongkos bus di mesin otomatis

 

Nah, bus ini ada juga nih di Jakarta. Memang ex-Jepang.

ni dia bis yg di Jakarta
ni dia bus yg di Jakarta

Tuh, sama persis kan? Bus ini di Jepang, bersih, enggak ada polusi, enak AC dingin. Begitu sampe Jakarta, kotor, polusi, pintu jendela dibuka, hadeeeh.

Duluuu, waktu masih baru banget, saya masih SMA kalo enggak salah, saya pernah merasakan naik bus ppd ini. Trayeknya Rawamangun – Kp. Rambutan. Karena masih baru kali ye, pintu jendela masih tertutup. Enggak ada kenek, bayar di kotak di samping pak supir atau ke supir langsung. Pake AC, dingin. Suara mulus. Enggak berhenti di sembarang tempat, benar-benar hanya di halte bus saja! Wow! Saya pikir, oke juga nih. Keren.

Tapiiiii, entah kenapa, penampakan sekarang jadi begitu. Sama aja kayak bus kota-bus kota lain yang ugal-ugalan, amburadul. Sekarang AC-nya mati, pintu jendela terbuka, ada keneknya, yah gitu deh jadinya. *sedih*

Anyway, saya suka bepergian naik bus. Tapi kalau naik bus malam di Indonesia, hiiiyy, sumpah enggak berani! Kalau mau keluar kota mending naik kereta deh daripada naik bus malam. >_<

Kecuali kalau busnya kayak di Jepang gini, bersih, enggak ugal-ugalan, saya mau banget. Paling enggak, saya bisa tenang tidur di dalam bus. Hehe.

Begitulah. Salam hangat dari Jepang.πŸ™‚

 

*Untuk Lampu Bohlam #8

 

Ket gambar:

http://www.meitetsu-bus.co.jp
busmania.exblog.jp
f.hatena.ne.jp
blog.livedoor.jp
krl-jabodetabek.cocolog-nifty.com

13 thoughts on “Bus Kota Kariya

  1. Salam kenal Mbak KartikaπŸ™‚
    Baru baca postingan awal udah pengen nyeletuk “jd inget ppd”, eh ternyata di post jg itu bis ppd nya.
    Indonesia msh dlm tahap bermimpi utk seperti itu Mbak, smoga saja ada yg bisa mengeksekusi mimpinya kelak

    1. salam kenal jg mbak yany.πŸ™‚
      klo mengeksekusi aja gampang mba, asal ada anggarannya. tp orang2 indo bisa menjaga dan merawat ga, itu yg jd masalah. bus ppd ini awalnya bagus loh, bener2 kayak bis jepang beneran. tp lihat sekarang knp jd begitu? saya pernah naik jg bus ppd yg sekarang, kursinya rusak, banyak coretan, jendela jg banyak yg rusak. hmmm….. *kening berkerut*

  2. bus kota yang ‘ideal’ saat ini di indonesia ya yang tans-trans itu mbak. nyaman, tidak berhenti di sembarang tempat. yang lain mah aduh ampun ya…

    enak sekali itu ada bis gratis ya. kapan di indonesia ada yang begitu? *mimpi*

    1. iya, ya, semoga bus trans-trans itu semakin banyak ya, menggantikan bus2 lain yg sebenernya udah ga layak jalan.

      bus gratis mungkin bisa diterapin di kota2 kecil kali ya, sebagai bentuk fasilitas untuk warganya yg udah bayar pajak. hehe. hmm… kita doakan saja.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s