Periksa Rutin Nisa chan

DSC_0364Waktunya periksa rutin 18 bulan / 1,5 tahun. Satu bulan sebelumnya sudah dapat surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan Kota. Isinya selain surat pemberitahuan, ada kuisioner yang harus diisi. Kuisioner berisi tentang data anak, kegiatan dan perkembangannya. Ada juga angket ibu dan anak.

Nisa sudah 3 kali ikut periksa rutin waktu usia 1 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Kali ini yang bikin beda adalah cek kesehatan gigi. Jadi jangan lupa bawa sikat gigi, ya!πŸ™‚

Hari H. Pemeriksaan dimulai pukul 13. Tapi pendaftaran sudah dibuka sejak pukul 12. Semua ibu harus mendaftar dulu untuk mendapatkan nomor urut, dan mengumpulkan semua berkas. Selain itu anak juga dicek suhu tubuhnya.

Kami menunggu di ruangan yang luas yang berisi ibu-ibu dan anak-anak. Sambil menunggu bisa sekalian bersosialisasi.πŸ™‚

Pukul 13 tepat pemeriksaan dimulai. Petugas kesehatan mulai memanggil nama anak dan nomor urutnya. Kira-kira sekali panggil ada 5 orang untuk masuk ke ruangan lain.Β  Saya nomor urut 28. Hehe.

Di ruangan ini ada 4 bilik. Bilik pertama, tempat pengukuran berat badan dan tinggi badan anak. Tiap anak di lepas bajunya dan diganti popoknya dengan yang baru. Jadi, saat ditimbang anak hanya mengenakan popok. Oya, semua dilakukan oleh ibu. Petugas kesehatan hanya membantu mencatat hasilnya.

Setelah selesai, pindah ke bilik kedua. Antri satu per satu. Di bilik kedua ini ada dokter spesialis anak yang akan mengecek kondisi anak. Seperti biasa saja, dicek dengan stetoskop dada dan punggungnya, kemudian mulutnya, abis itu disuruh berbaring dicek perutnya, dsb. Nisa? Nangissss. Hehe.πŸ˜›

Bilik ke tiga, cek kesehatan gigi. Ada dokter gigi anak yang akan memeriksa. Posisinya saya dan dokter duduk saling berhadapan. Nisa disuruh rebahan kepalanya di pangkuan dokter, sedangkan kakinya dipangkuan saya. Yak, Nisa sukses memberontak. Tapi dokter melakukan dengan cepat, nggak sampai 2 menit, selesai. Penjelasan juga dilakukan di sela-sela tangis Nisa sambil mendekatkan ke telinga saya (saking berisiknya sama suara tangis Nisa).

Oke, kali ini bilik terakhir. Nisa mulai kapok. Enggak bisa ditenangkan. Bilik keempat ini isinya masih dokter gigi. Tapi, dokter gigi yang ini tugasnya memberikan penjelasan seputar cara menyikat gigi. Posisinya masih sama dengan posisi di bilik ketiga. Kepala Nisa rebahan di pangkuan dokter. Dokter dengan cekatan menyikat gigi Nisa dengan flouride. Sikat giginya tentu saja pake sikat yang dibawa dari rumah. Setelah sikat gigi, dokter berpesan tidak boleh makan minum dulu selama 30 menit. Hmm, baiklah.

Selesai. Eh, masih belum ding. Selanjutnya kami pindah ke ruangan sebelah. Ruangan yang besar dan tenang, setelah sebelumnya berisik oleh tangisan anak-anak yang saling bersahutan.

Di sini, tiap ibu akan didatangi petugas kesehatan untuk dijelaskan hasil pemeriksaan tadi. Selain itu, ada tes perkembangan motorik halus dan kasar. Di sinilah juga sesi konsultasi. Ada yang disuruh menunjukkan gambar-gambar binatang. Ada yang disuruh menulis/menggambar. Ada yang disuruh menekan-nekan tombol musik. Macam-macam.

Tapiiiii …. Nisa tidur! Hehe, kasian, setelah capek nangis dan emang jamnya tidur siang, tidur deh. Akhirnya, pas petugas kesehatan datang, saya cuma dikasih pertanyaan-pertanyaan aja. Udah, abis itu buku ibu dan anak saya dikembalikan, semua hasil periksa dan catatan sudah tertulis di situ.

Hasilnya:

IMG

Nisa 18 bulan:

BB: 9,2 kg

TB: 77 cm

Gigi: 4 atas (seri dan taring), 3 bawah (seri dan taring kanan), serta satu gusi geraham bawah yang bengkak karena mau unjuk gigi. Enggak ada mushiba (gigi bolong). Bagus.

Hasil kesehatan keseluruhan bagus, enggak ada masalah. Perkembangan normal.

Lihat grafik disamping. Grafiknya naik, dan masuk kurva normal. Yang bikin saya senang, BB nya sekarang naik jadi di agak ke tengah kurva, biasanya setia di batas akhir. Fiuh, perjuangan! yoku ganbatta ne, Nisa chan. πŸ™‚

Alhamdulillah. Sehat terus ya anak Mama sayang.πŸ™‚

Pukul 14.50, saya sudah bisa pulang. Begitulah, periksa rutin anak di Jepang. Sangat tertib. Petugasnya juga ramah. Sampai jumpa di periksa rutin berikutnya.πŸ™‚

 

 

***

14 thoughts on “Periksa Rutin Nisa chan

  1. Wah, turut senang dengan perkembangan nisaπŸ™‚
    Udah mulai jarang ah pemeriksaan kayak gitu di Indo, kangen posyandu >_<
    Itu jilbab Nisa ada ya yang jual di Jepang? *penasaran*

    1. makasiiii mb mayya. iya ya, posyandu di Indo paling kalo ada imunisasi aja ya. Ini jilbab Nisa dibawain temen dari Indo, hehe. Di sini mana ada.πŸ˜€

  2. ih enak bener yah pemeriksaan di jepun mak,rapi bener dan tertib..disini pemeriksaannya kacau balau x_x saya sampe lupa mau nanya apa ke dokter saking kacaunya dalam ruangan hikz…andai di indo juga gitu yaah *etapi kapaaan kapaaan* huhuhuhuh

    1. iya, soalnya di sini gedung posyandunya gede, Mak. Trus ibu2 yang dateng periksa rutin dibatasi jumlahnya, sebulan sebelumnya udah ada pemberitahuan (surat). Jadi pesertanya ga membludak, hehe. coba deh di Indo pake sistem ini, jadi ga terlalu rame, dan yang ga berkepentingan dilarang masuk, kecuali anak dan walinya, jadi lebih gampang ngaturnya. ^_^

      1. oya, dan lagi sesi konsultasi ada waktu sendiri, setelah semua pemeriksaan selesai, dan itu dilakukan oleh petugas kesehatan, ga harus dokter, jadi ga mengganggu jalannya pemeriksaan. anak udah lebih tenang, ga nangis lagi, ibu juga lebih fokus. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s