[Berani Cerita #2]: Surat Merah Jambu

Tak sengaja aku menemukan surat bersampul merah jambu itu.

Untuk Ratih,

Begitu bunyi tulisan di sampulnya. Penasaran kubuka isinya.

letter-love-old-pink-vintage-Favim.com-448774
credit

Percaya padaku ini bukan nafsuku
Perasaan yang utuh dari dalam hatiku
Percaya kataku ini bukan akalku
Keinginan yang tulus tuk dapatkan hatimu

Ini cinta, bukan yang lainnya

Tatap jelas mataku, jangan ragukan itu
Lihat dalam matakuΒ 

kaulah lamunan itu

Ini cinta, bukan yang lainnya *

Arman…

Hah? Dari Arman? Wajahku seketika panas dan memerah. Degub jantungku menjadi tak keruan. Sejak kapan? Sejak kapan Arman mempunyai rasa ini? Aku mencoba mengingat-ingat kelakuan Arman beberapa hari terakhir.

Hmm… Begitu rupanya. Dari situ ternyata awal mulanya. Tiba-tiba senyumku mengembang. Senyum sinis lebih tepatnya. Wajahku semakin memerah. Degub jantungku semakin kencang. Napasku pun memburu. Kuremas surat itu. Kepalan tanganku siap meninju seseorang.

Ratih… Dasar perempuan jalang. Berani-beraninya dia berselingkuh di belakangku.

“Ratiiihh!!!” aku berteriak tak sabar memanggil istriku. Kulihat ia berlari tergopoh-gopoh menghampiriku. Wajahnya seketika pucat melihatku dan surat merah jambu itu.

Ratih mencoba melepaskan diri dari cengkeramanku. Ia meronta. Mulutnya terus memohon ampun padaku. Kini tak ada ampun untukmu Ratih…

***

jumlah kata: 176/500

* : diambil dari lirik lagu ini cinta, Noah.πŸ™‚

Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.

13 thoughts on “[Berani Cerita #2]: Surat Merah Jambu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s