[Berani Cerita #1] Sekali ini saja

hyakkai kurai wasureyou to shitakedo mou dame dayo…

kidzukeba itsumo omae no koto bakkari omoidashiteta

imasara datte wakatteru kedo yappari sukidayo

aitai yo… mou ichido mata, yari naoshitai… *

Ah… lagu ini lagi. Bahkan sampai di kafe bandara pun aku harus mendengar lagu ini. Benar benar deh, ada apa sih dengan semua orang? Kenapa semuanya seolah-olah bersekongkol untuk mencekoki telingaku dengan lagu ini? Memangnya kalian tahu apa yang kurasakan? Jangan sok tahu deh…

dare to iru no? doko ni iru no? nani wo shiteru no?

aenai hi wa yappari fuan ni naru yo…

renraku no ippon mo kurenai toki wa itsumo

kekkyoku watashi atomawashi no sonzai nano?

suki to iu kimochi yorimo gaman dekinai kimochi no hou ga mune ga itai yo

hayaku kite yo tsuyoku gyutte shite hoshii noni…

imasara omae no kotoba tachi omoidasu… **

Aku menyentuh tombol call history smartphone ku. Panggilan gagal 20 kali ke nomor yang sama. Sial. Sepertinya aku sudah terprovokasi lagu ini. Kutekan sekali lagi nomor itu. Seketika sebuah foto langsung terpampang di layar diikuti nada…

tut……..

tut……..

Ah, sepertinya sia-sia saja aku melakukannya. Tidak ada jawaban di seberang sana. Sebelum aku jadi gila, kuputuskan untuk beranjak dari kafe ini. Pesawatku sebentar lagi boarding. Mungkin setelah sampai di sana aku bisa mencobanya lagi, aku mencoba menenangkan hati.

***

Tok… Tok…

Kucoba mengetuk pintu. Jantungku berdebar keras menantikan pertemuan kami kembali. Sudah satu bulan lebih aku di kota ini, tapi belum juga bisa menghubunginya. Akhirnya di sinilah aku sekarang, mencoba segala peruntunganku untuk menemuinya.

Perlahan-lahan pintu terbuka. Sesosok perempuan cantik berdiri di baliknya. Sosok yang kurindukan. Sosok yang pernah mengisi hatiku bahkan sampai hari ini. Ah, akhirnya aku dapat bertemu dengannya lagi.

“Rima…” tanpa sadar aku mengucapkan namanya. Aku bisa melihat wajah terkejutnya.

“Mau apa kemari, Bang?” katanya ketus. Aku hanya tersenyum. Bahkan wajah marahnya pun terlihat sangat cantik.

“Apa kabar Rima?” tanyaku.

“Abang nggak perlu datang dan tanya-tanya kabar Rima lagi. Kita sudah nggak ada hubungan lagi, Bang. Rima sudah bahagia sekarang,” jawab Rima seraya menutup pintu.

Untung aku berhasil mencegahnya.

“Tunggu Rima. Dengar dulu penjelasan Abang. Sekali ini saja Rima. Paling tidak, ijinkan Abang bertemu anak Abang, Reza.”

“Reza bukan anak Abang, dan nggak akan pernah jadi anak Abang!!” Rima berteriak padaku dan membanting pintu.

Berapa kali pun aku berusaha menggedor pintu, Rima tak pernah membukanya lagi untukku. Kini kesempatanku sudah hilang. Aku menunduk memandang sebuah foto dalam genggaman…

***

“Sudah siap Martin?” tanya dokter.

Aku hanya mengangguk saja, tak mampu menjawab. Ruangan ini dingin sekali. Aku berbaring menyamping dan badanku ditekuk sampai aku bisa mencium dengkulku sendiri. Kurasakan perlahan benda tajam menembus tulang belakangku. Aku memejamkan mata mencoba membayangkan hal indah bersama Rima dan Reza yang dulu pernah kami lalui bersama. Sungguh aku merindukan mereka saat ini…

credit
credit

***

Jumlah kata: 456/500

*   : walau 100 kali aku mencoba melupakanmu, tapi ku tak bisa

       aku selalu teringat tentang dirimu

       sekarang aku mengerti bahwa aku mencintaimu

       aku rindu… aku ingin kau beri kesempatan padaku sekali lagi

**: dengan siapa, dimana, sedang apa?

       hari hari tak bisa bertemu membuatku cemas

       satu kali pun tak pernah menghubungiku, apakah kau mengabaikanku?

       perasaan ini menyiksaku, kau tahu?

       cepatlah datang, aku ingin memelukmu erat

       sekarang aku ingat kata-katamu…

(terjemahan ngasal) ^_^

lagu ini bisa dinikmati di sini.

Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma.

15 thoughts on “[Berani Cerita #1] Sekali ini saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s