Prompt #2 : Hadiah

734993_10151385265240489_1128325319_a“Sri, ada kiriman lagi tuh dari Pak Bondan,” kata Ibu pada Sri yang baru saja pulang.

“Kiriman apa sih, Bu?” tanya Sri.

“Ibu nggak tau. Coba dilihat dulu,”

“Malas ah. Ibu aja yang liat,”

“Ish… kamu ini, enggak boleh gitu. Udah sana cepetan dibuka kirimannya.” Ibu mendorong tubuh Sri. Sri dengan malas membuka kotak kiriman yang terbungkus rapi itu. Ibu mengintip di balik tubuh Sri, penasaran.

Sri mengambil isi kotak yang sudah terbuka. Sebuah tas. Hmm… harum lagi.

Sri menimang-nimang tas branded itu. Bentuknya cantik sekali. Terbuat dari kulit sintetis yang diemboss berwarna putih dengan aksen kulit sintetis bertekstur kulit ular. Berkali-kali dia menimang lalu menaruhnya kembali, lalu kembali mengambil dan menimangnya lagi. Pikirannya kacau.

“Wuaah, bagus ya, Sri. Pasti mahal ya? Pak Bondan memang orangnya baik, suka kasih hadiah. Baju yang kemarin juga bagus loh. Pantas di kamu. Waktu itu juga pernah kasih kamu kalung kan, Sri? Mana, kok nggak dipakai?” Ibu menimpali.

“Ibu! Balikin semua barang ini ke Pak Bondan!” teriak Sri tiba-tiba.

“Loh loh, kenapa? Kamu enggak suka? Ini kan bagus, Sri. Kayaknya juga Pak Bondan benar-benar cinta kamu.”

“Sri nggak suka! Kalau Ibu suka, kenapa enggak Ibu aja yang nikah sama Pak Bondan??”

PLAK! Tamparan mendarat keras di pipi Sri. Mata Ibu sudah berkaca-kaca.

“Maafkan Sri, Bu. Tapi Sri sungguh nggak mau nikah sama Pak Bondan. Sri nggak mau jadi istri kedua. Sri juga nggak mau punya anak tiri yang usianya hampir sama sama Sri! Sri mohon, Bu.” Sri bersimpuh di kaki Ibu sambil tersedu.

“Maafkan Ibu, Sri. Ibu nggak bisa melindungimu. Ibu nggak tau harus bagaimana lagi. Pak Bondan berjanji akan melunasi hutang-hutang kita, dan membayar uang sekolah adik-adikmu. Andai Bapakmu masih hidup, mungkin nggak akan begini nasibmu, Sri…”

***

jumlah kata: 290

Promt Challenge minggu ini: Tentang Tas. ^_^

42 thoughts on “Prompt #2 : Hadiah

  1. Sri, boleh aja kamu gak suka sama pak Bondan yang bandot itu, hahahaha….tapi jangan menyakiti hati ibumu dengan kata-kata yang kasar dan rada-rada kurang ajar itu ya. Kasian ibumu, hiks, hiks……ceritanya bagus.

  2. Ceritanya udah bagus. Cuma menurut saya. pengulangan kata “Sri”-nya banyak sekali. Mungkin bisa diganti ‘gadis itu’, ‘dia’, ‘nduk’.. atau kata lain..

    IMHO..πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s