#Postcardfiction: Anakku…

531082_4536368339819_1076975445_nPagi ini khayalanku melambung jauh. Pergi ke zaman anakku dilahirkan. Saat itu kami bersuka cita menyambutnya. Aku ingat pertama kali ia menyusu, aku begadang sepanjang malam. Rasanya bahagia sekali bisa memeluk dan menciumnya.

Aku ingat langkah pertamanya. Rasanya tak tega melihatnya jatuh bangun belajar berjalan. Tapi ia tak pernah menyerah, sampai akhirnya bisa berlari lincah kesana kemari. Lalu kata pertamanya. Sejak itu ia menjadi cerewet sekali. Tapi aku selalu sabar menjawab pertanyaannya, segala keingin tahuannya.

Dan betapa bahagianya aku saat ia mulai mengenakan seragam sekolahnya. Itu berarti ia mulai menapaki dunia lain selain rumahnya. Ada rasa haru dalam dada ini. Masih kuingat jelas tawanya juga tangisnya saat bercerita padaku tentang kehidupan sekolahnya.

Tak terasa waktu berlalu, tau-tau ia sudah mengenakan pakaian toga sambil menenteng ijazah berjalan ke arahku seraya tersenyum lebar. Ya Tuhan, baru kali itu aku sadar ia bukan lagi gadis kecil seperti dulu. Tingginya bahkan hampir melampauiku. Putri kecilku yang dulu selalu kupeluk dan kugendong, kini telah berubah menjadi wanita anggun yang cantik. Pria mana yang tidak tertarik padanya. Bahkan aku pun jatuh cinta padanya.

“Pak…” seseorang menepuk pelan pundakku.

Aku tersadar dari lamunanku. Kembali ke dunia nyata. Kupandangi satu-satu wajah di hadapanku. Terlihat banyak orang sedang duduk mengelilingiku, di depanku seorang pemuda berpakaian rapi namun tampak gugup menatapku, kemudian di sebelahnya tak jauh dari tempatnya duduk terlihat putriku yang cantik sedang menunduk. Sungguh cantik sekali ia pagi ini.

Tiba-tiba aku teringat misiku pagi ini. Kupersiapkan suaraku. Bismillahirrohmanirrohim…

“Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Fitria Larasati binti Joko Wardoyo dengan mas kawin seperangkat alat sholat, tunai!”

Selesai….

Selesai sudah tanggung jawabku dalam membimbing putriku. Kini kuserahkan tanggung jawab itu pada pemuda di hadapanku. Sedih. Sesak hati ini tak kuasa menahan haru. Sungguh tak rela sebenarnya aku melepasmu. Air mataku menetes.

Semoga kau bahagia, Nak…

 

***

jumlah kata: 300

 

 

6 thoughts on “#Postcardfiction: Anakku…

    1. ayo bikin ci… gampang kok,, ini aku pake wordpress, bisa juga pake blogspot, nanti create new blog gt… tp harus punya account google dulu… bikin aja di gmail. ayo bikin nikki tentang yurika chan… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s