#Postcardfiction: Sarapan Paling Enak

image from here

Pagi ini aku terbangun karena suara ribut. Uhh… kenapa berisik sekali sih? Nggak tau apa aku semalam tidur larut? Biarkan aku tidur sebentar lagi, sebelum badan ini terpaksa harus kuseret ke kantor.

Kubenamkan kepalaku ke dalam selimut. Kulihat suamiku sudah tidak ada di sampingku. Ah, dia memang selalu bangun lebih dulu dariku.

“Mama… mama…”

Sayup kudengar suara kecil memanggilku. Kubuka sedikit mataku. Oh tidak, seseorang telah menyingkirkan selimutku yang tadi menutup kepalaku. Samar-samar kulihat wajah mungil di hadapanku. Ah, putri kecilku sudah rapi dengan seragam sekolahnya dan rambut diikat dua tinggi-tinggi. Pasti Bi Siti yang melakukannya, pikirku.

“Kenapa Sheila sayang? Udah mau berangkat sekolah ya? Hati-hati ya…” ujarku sambil mengelus poninya. Tiap hari memang Sheila biasa pamit berangkat sekolah padaku di tempat tidur.

“Bukaaaan….. sekolahnya masih lama. Ayo bangun Ma…” kata Sheila sambil mengguncang badanku.

“Nanti ya, Mama capek banget… Sheilaaa….” tiba-tiba lenganku sudah ditarik Sheila menuju keluar kamar.

Aku terhuyung-huyung mengikuti langkah Sheila. Mau kemana sih nih anak? Sampai di dapur baru Sheila melepas tanganku. Kulihat suamiku dan Bi Siti sudah berdiri di samping meja makan.

“Mama, sini…” Sheila memanggilku sambil menarik kursi menyuruhku duduk. Ada apa sih, ini? Walaupun hatiku penasaran tapi badanku nurut juga duduk di kursi yang ditarik Sheila.

Tiba-tiba mataku terpaku pada sepiring nasi goreng yang sudah terhidang di hadapanku. Bukan nasi gorengnya yang membuatku terkejut, tapi hiasan di samping kanan kirinya. Ada tulisan “I Love Mom”, plus kartu kecil dan setangkai mawar.

“Selamat Hari Ibu, Mama…” Sheila mencium pipiku disusul suamiku di pipi satunya.  Aku terperangah. Hari Ibu?

“Nasi gorengnya, Non Sheila yang buat loh Bu…” ujar Bi Siti sambil menuang segelas air putih untukku. Aku menoleh ke arah Sheila. Sheila tersenyum lebar. Ada rasa haru dalam hatiku.

“Makasih sayang. Ini sarapan paling enak yang pernah Mama makan.”  ujarku seraya memeluk putri semata wayangku.

 

 

***

jumlah kata: 300

 

7 thoughts on “#Postcardfiction: Sarapan Paling Enak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s