Tips sukses menyusui

Semua ibu pasti tau kalo ASI adalah makanan terbaik bayi. Semua ibu pasti pengen banget menyusui bayinya. Tapi ternyata nggak semua ibu sukses menyusui. Kenapa? Mungkiiinn… mungkin loh ya,, kegagalan menyusui bersumber dari si ibu sendiri.

Dulu, saya pikir, memberi bayi susu formula selain ASI adalah hal yang wajar. Trus setelah waktunya makan, maka makanan bayi itu ya bubur-bubur instan. Apalagi bagi ibu-ibu yang bekerja, ya udah gampangnya kasih susu formula aja gitu ya. Tapi apa beneran segampang itu? Faktanya banyak juga ibu-ibu yang pusing milih susu formula yang cocok untuk bayinya, belum harganya yang mahal, belum repotnya bikin susu tengah malam dengan takaran yang tepat, harus selalu sedia air panas, dll. Repot juga kan?

Banyak ibu yang sebelum melahirkan udah sibuk cari susu formula yang bagus. Termasuk saya dulu juga hampir tergoda untuk melakukan hal yang sama. Sampai akhirnya saya bertemu komunitas ibu-ibu menyusui, di sana saya benar-benar tersadar dan belajar banyak. Daripada sibuk mencari informasi susu formula, lebih baik mencari informasi tentang ASI dan tips2 sukses menyusui. Cari tau fakta-fakta dari mitos-mitos yang banyak berkembang di masyarakat.

Alhamdulillah sudah 16 bulan saya menyusui, dan insyaallah akan lanjut sampai anak saya 2 tahun dan tersapih dengan cinta. Makanya, saya ingin berbagi tips sukses menyusui buat para ibu-ibu semua.

Tips sukses menyusui:

1. Pijat payudara. Ada beberapa ibu yang sudah merasakan cairan ASI keluar saat hamil. Saya termasuk yang nggak merasakan itu. Nah, bagi yang belum keluar seperti saya dulu nggak usah khawatir. ASI pasti keluar saat bayi lahir (kan rejekinya bayi). Untuk merangsang hal itu, nggak ada salahnya coba teknik pijat payudara saat hamil. Bisa dilakukan sendiri kok. Pemijatan payudara saat ibu hamil, bertujuan untuk menguatkan dan melenturkan puting susu dan merangsang kelenjar-kelenjar air susu supaya kelak bisa memproduksi ASI yang banyak dan lancar. Pemijatan bisa dimulai setelah usia kehamilan 7 bulan. Setelah bayi lahir, teknik pijat ini juga bisa dilanjutkan. Pemijatan payudara setelah persalinan, bertujuan untuk merangsang dan meningkatkatkan volume ASI, serta mencegah pembengkakan payudara. Pemijatan payudara bisa dimulai setelah hari kedua persalinan. Teknik pijatnya bisa dilihat di sini ya.

2. Posisi menyusui yang benar. Bayi dan ibu sama-sama baru belajar menyusui, makanya ibu perlu tau bagaimana posisi menyusui yang baik dan benar, supaya bayi dapat dengan lancar menyusu, ibu juga nyaman, dan mengurangi rasa sakit akibat posisi menyusui yang salah. Pertama biasakan mencuci tangan dulu. Lalu ibu bisa duduk ato berbaring dengan posisi senyaman mungkin. Untuk mengurangi rasa sakit saat puting dihisap bayi, ibu bisa memeras dulu sedikit ASI kemudian diusap ke sekitar aerola (daerah gelap puting ibu). Lalu letakkan bayi menghadap ibu dengan posisi perut bayi menempel ke perut ibu, dagu bayi menempel ke payudara, telinga dan lengan bayi berada di satu garis lurus, mulut bayi terbuka lebar menutup aerola (daerah gelap puting ibu). Susui bayi di satu payudara sampai terasa kosong (kira2 15 menitan), baru pindah ke payudara yang lain. Hal ini supaya bayi dapat hindmilk ASI yang mengandung banyak lemak. Perlu diketahui ASI terdiri dari foremilk (mengandung protein) dan hindmilk (mengandung lemak). Jika bayi cukup mendapat hindmilk bisa diketahui dengan melihat warna pup bayi yang berwarna kuning keemasan. Kalau pup bayi berwarna hijau, kemungkinan bayi hanya mendapat foremilk dan belum cukup hindmilk.

Gambar
image from here

3. Susui bayi tiap 2-3 jam sekali. Ato bahkan semau bayi kapanpun ia mau menyusu. Biasanya ini berlangsung selama 1 bulan pertama. Perhatikan tanda-tandanya, seperti bangun dan menggeliat gelisah atau tidurnya nggak tenang, matanya terlihat bergerak-gerak walopun masih merem, mulut dan lidah melakukan gerakan menghisap, tangan bergerak ke arah mulut berulang kali. Kalau sudah begitu susui segera, jangan tunggu sampai nangis.πŸ˜€ Tapi kalo bayi tidur terus usahakan bangunkan bayi tiap 3 jam sekali untuk menyusu. Umumnya durasi menyusui adalah 30-45 menit untuk 2 payudara (tergantung bayi). Tapi, ada saatnya bayi mengalami lonjakan pertumbuhanΒ (growth spurts), selama kira-kira 2-3 hari (ada yang lebih). Growth spurts itu seringkali terjadi umur 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan. Saat itu, bayiΒ  akan lebih sering menyusu bahkan setiap setengah jam, selama 2-3 hari itu. Ini wajar, turuti aja kemauan bayi. Nggak usah takut ASI nggak cukup, karena ASI prinsipnya SUPPLY BY DEMAND, ASI akan terus berproduksi menyesuaikan kebutuhan bayi. Kalau growth spurts selesai, bayi akan menyusu lagi dengan normal. Kuncinya adalah SABAR!! Banyak ibu yang menyerah pada masa ini. Makanya benar-benar dukungan dari sekitar sangat diperlukan disamping tekad si ibu.

4. Gendut bukan berarti sehat. Ini dia yang dianut sebagian besar para ibu dan keluarganya. Bayi itu harus gendut biar sehat, lucu, nggemesin. Kalo bayinya kurus, langsung deh si ibu galau, dikira kurang gizi, bahkan sampai menuduh si ibu nggak becus ngurus anak. Glek! Kalau udah gini yang disalahin biasanya ASI nya nih. Ada yang bilang ASI nya kurang gizi, nggak bagus, nggak cukup, dll, akhirnya si ibu menyerah pada susu formula. Ampuun bu,, bayi gendut bukan satu2nya indikator sehat loh. Lah, kalo overweight? Malah bingung kan gimana dietnya. Yang perlu jadi pegangan ibu adalah pertumbuhan anak kita sesuai dengan growth chart. Growth chart ini biasanya ada di buku KMS (kartu menuju sehat), ato ibu bisa download baby growth chart standard WHO di sini. Tiap ibu nimbang bayi, langsung catat pertumbuhannya di growth chart. Kalau masih dalam kurva normal (ideal) dan pertumbuhan tiap bulannya terus mengalami kenaikan, maka nggak ada yang perlu dikhawatirkan. Lihat juga perawakan ayah ibunya, kalo ayah ibunya kurus, ya anak nggak harus gendut lah, kan keturunan. Setelah itu, harus tebel2 iman (cuek maksudnya) denger omongan miring tentang anak kita. Yang penting sehat kan ya.πŸ™‚

5. ASI perah (ASIP). Bagi ibu pekerja solusinya adalah ASI perah (ASIP). Dianjurkan memerah dari awal bayi lahir, selama masa cuti 3 bulan (supaya nggak kejar tayang), karena memerah ASI itu juga perlu belajar. Jarang sekali perah langsung dapet banyak, biasanya bertahap. Usahakan perah tiap 2 /3 jam sekali secara teratur, setelah itu taruh di botol steril dan taruh di freezer (bisa tahan sampai 6 bulan). Untuk lebih jelas soal ASIP bisa dilihat di situs ayahasi yah. Banyak kok ibu-ibu bekerja yang sukses menyusui sampai 2 tahun. Ayo semangat bu!πŸ™‚ Oya, ASIP bukan cuma untuk ibu bekerja aja, ini bisa juga buat cadangan kalo si ibu tiba2 sakit harus dirawat, ato ibu ada keperluan mendadak harus meninggalkan bayi. Dalam kasus ini ASIP berguna banget kan.

6. Jangan sembarangan konsumsi obat2an. Lebih baik jika sakit konsultasikan dulu pada dokter obat apa yang aman untuk busui. Karena nggak jarang obat2an yang berpengaruh pada produksi ASI. Jadi harus hati-hati yah. Apalagi yang mau ber-KB, bener2 harus konsultasi KB yang nggak mempengaruhi produksi ASI.

7. Buang semua susu formula yang ada di rumah! Ini tambahan dari saya. Agak ekstrim sih, maaf ya jika kurang berkenan. Ini nih yang bikin tekad ibu melemah, biasanya karena ada susu formula di rumah. Alasannya buat cadangan, jaga-jaga kalo ada kejadian yang nggak diinginkan. Menyusui itu perlu tekad bu (pasti ibu semua setuju). Tapi tekad biasa nggak cukup, harus tekad yang benar-benar melebihi baja! Kalau nggak ada alternatif (sufor) di rumah kan mau nggak mau si ibu HARUS memberikan ASI ke bayi (karena nggak ada yang lain kan). Perlu diketahui, emosi ibu sangat berperan dalam menenangkan bayi. Bayi ibu tau loh kalo ibu sedih, bingung, marah, gelisah, dll. Makanya kalo ibu uring2an, bayi juga ikut uring2an. Jangan dikira bayi nangis karena lapar aja, bisa jadi karena yang lain (nggak nyaman, kepanasan, pengen digendong, kembung perutnya, dll). Pengalaman saya mengatasi bayi Nisa yang ngamuk (menolak menyusu, nangiiiss terus) adalah tenangkan diri dulu, ambil napas panjang, kontrol emosi, kalo perlu ambil air wudhu. Lalu gendong bayi sambil diajak ngobrol, biasanya saya bawa menjauh dari orang-orang (hanya berdua saya dengan bayi saya). Setelah tangisnya agak reda, baru saya susui. Trust me, it works! You should try it, mom!πŸ™‚

8. Komunikasikan dengan keluarga. Utarakan niat ibu yang ingin menyusui eksklusif 6 bulan dan lanjut hingga 2 tahun pada keluarga, terutama suami, dan orangtua. Supaya mereka tahu dan ikut mendukung. Kalau orangtua nggak mendukung (banyak kasus), yang patut diingat adalah it’s your baby, mom! Ibu dan ayahnya punya otoritas penuh terhadap bayi ibu, bukan nenek ato kakeknya. Tapi beri pengertian yang baik, jangan malah bertengkar ya bu. Tiap orangtua pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.πŸ™‚

Walah panjang amat yah tipsnya. Yah, menyusui itu nggak gampang, tapi juga nggak sesulit yang dibayangkan. Kunci sukses menyusui biasanya ada di awal masa menyusui (6 bulan pertama). Kalau ibu berhasil mengatasi masalah menyusui di awal, insyaallah ke depannya akan lebih mudah. ASI is a mindset game. Jadi jangan pernah berpikir ASI kurang, nggak cukup buat bayi, ASI saya kurang gizi, Payudara saya kecil jadi ASI sedikit (trust me, ini MITOS!!).

“Tapi, nggak semua ibu seberuntung kamu loh, bisa menyusui. Jadi kamu harus bersyukur.”

Well, itu yang sering dilontarkan ibu-ibu pada saya. Hei, menyusui itu bukan faktor keberuntungan loh. Kami sukses menyusui karena kami berupaya. Jadi jangan menyepelekan usaha para busui untuk sukses menyusui bayinya. Perjuangan busui benar-benar dibayar dengan lelah, kurang tidur, bahkan ada yang sampai berdarah-darah, semua demi memberikan ASI untuk buah hatinya. Memang bersyukur itu harus, dalam keadaan apapun. Dan memang saya akui juga ada kasus ibu yang benar-benar nggak bisa menyusui. Saya hanya ingin berbagi tips dan semangat buat ibu-ibu yang bisa menyusui dan ingin berusaha menyusui supaya sukses menyusui. Kalau sudah gagal sebelumnya, nggak usah disesali, pengalaman terdahulu bisa jadi pelajaran dan pastinya ingin lebih baik jika diberi amanah lagi. Don’t worry be happy. Menyusui itu harus bahagia bu. Karena tiap tetes ASI ada nilai pahalanya dari Allah, jadi berbahagialah.

Happy breastfeeding, Mom!πŸ˜€

8 thoughts on “Tips sukses menyusui

  1. mksh bunda,artikelx sgt membantu,sy pgn u/anak yg ke 2 ini bs memberikan ASI,krn anak pertama dl langsung dberi susu formula sm bidan yg membantu.

  2. Mksh ats tipsnya y mbak,,smga nanti kalo sy pny ank lg sy bs menyusui krn dlu wkt ank pertma,sya smpat ptus asa krn ASI sy kluarx dikit,akhrx beralih ke sufor.

  3. Bayi sy baru berumur 1 bulan….masih memungkinkan gk yaaa bayix mau netek???krn bayix bingung puting.jd tiap disidori puting menolak

    1. sangat bisa. dicoba aja terus. bingung puting itu ga lama kok, apalagi masih umur 1 bulan. coba susui saat bayi ga lapar dan ga ngamuk. sodorin puting sambil main2. atau saat minum asi di botol, saat sudah tenang coba perlahan2 ganti botolnya dengan puting. atau hentikan sementara pemakaian botol sampai terbiasa dengan puting lagi, ganti dengan cup feeder.
      dicoba terus, jgn patah semangat.πŸ™‚
      semoga sukses.

  4. assalamu’alaikum…
    saya mau minta sharingnya,anak saya sudah berusia 3 bulan namun minum asinya agak rewel dan sedikit,klo diberi asi sering di lepas,kira2 solusinya gmn ya supaya bayi saya minum asi banyak?? mohon sharingnya tetima kasih

    1. wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
      kegiatan menyusui harus dilakukan dgn nyaman. mungkin ibu ambil posisi yg nyaman dulu, bisa duduk di sofa, dll. kemudian susui bayi dgn posisi yg benar dan nyaman juga untuk bayi. kalau bayi rewel mungkin karena sudah sangat lapar, atau posisinya kurang nyaman. coba susui bayi sambil dengerin musik lembut atau murottal. sambil ajak bayi bicara dari hati ke hati. ciee… semoga berhasil ibu. ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s