Bidadari-Bidadari Surga

Apa yang terlintas di pikiranmu kalau membaca judul di atas? Terutama buat para lelaki nih. Seneng pastinya yah kalo bisa ketemu bidadari di surga. Kalo cewek gimana dong? Diganti bidadara kali yah? hehe… ato kita yang akan menjelma menjadi bidadari buat pasangan kita di surga? aamiin… aamiin…

Seperti kutipan Tere Liye di novelnya “Bidadari Bidadari Surga” berikut ini:

“Wahai, wanita-wanita yang hingga usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih dari itu, tapi belum juga menikah (mungkin kerana kekurangan fizikal, tidak ada kesempatan, atau tidak pernah ‘terpilih’ di dunia yang amat keterlaluan mencintai harta dan penampilan wajah.) Yakinlah, wanita-wanita solehah yang sendiri, namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, bersedekah dan berkongsi, berbuat baik dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari syurga. Dan khabar baik itu pastilah benar, bidadari syurga parasnya cantik luar biasa.”
Tere Liye, Bidadari Bidadari Surga

Bagi yang udah baca novelnya, katanya bagus yah? Jujur saya belum pernah satu kalipun baca novel2nya Tere Liye. Kenal nama Tere Liye aja baru banget karena sering baca2 postingan temen saya tentang novel2nya Tere Liye ato baca share2 statusnya Tere Liye di Facebook. Jujur saya jadi penasaran.  Walaupun saya tergolong orang yang hobi baca, tapi sejak datang ke Jepang kurang lebih 1 tahun yang lalu, saya nggak pernah lagi baca buku. Huhu… Baca buku Jepang hurufnya keriting semua hihi (ada yang bersedia mengirim buku2 dari indo?)😀

Gambar
novel

Yang belum sempet baca novelnya, nonton filmnya ajah. Udah rilis tanggal 6 Desember 2012 loh. Yah, daripada nonton film2 hantu2 nggak jelas (masih ada yah?), mending pilih tontonan yang mendidik dan inspiratif kayak gini. Duh, coba saya ada di Indonesia, pengen banget nonton…. secara penasaran banget soalnya banyak yang bilang novelnya bagus. Filmnya pasti nggak jauh beda lah. Yang udah baca novelnya juga boleh banget nonton.😀

Gambar
film

Nih, saya copas review ceritanya dari sini, daripada saya mengarang-ngarang cerita karena belum nonton filmnya dan baca novelnya.🙂

Bidadari-Bidadari Surga bercerita tentang pengorbanan seorang kakak (Laisa) untuk adik-adiknya (Dalimunte, Ikanuri, Wibisana dan Yashinta) di Lembah Lahambay agar adik-adiknya dapat melanjutkan pendidikan mereka, meski ia harus bekerja di terik matahari setiap hari, mengolah gula aren setiap jam 4 pagi serta dimalam hari menganyam rotan, meski pada dasarnya keempat adik-adiknya tersebut berasal dari darah yang berbeda dengan dirinya.

Satu sisi Laisa digambarkan sebagai kakak yang galak dan tegas, mengejar-ngejar adiknya yang bolos sekolah dengan rotan dan ranting kayu. Di sisi lain, kontradiktif dengan fisiknya yang gempal, gendut, berkulit hitam, wajah yang tidak proporsional ditambah dengan rambut gimbal serta ukuran tubuhnya yang tidak normal, lebih pendek, Laisa sesungguhnya tipe kakak yang mendukung adik-adiknya, rela mengorbankan diri untuk keselamatan ‘dua anak nakal’ Ikanuri dan Wibisana dari siluman Gunung Kendeng, serta mati-matian mencari obat bagi kesembuhan adiknya Yashinta yang diserang demam panas hingga kejang pada suatu malam.

Nah, nah,, cuplikan ceritanya bagus kan? Kalo gitu buruan deh pada nonton, nanti ceritain ke saya yah abis itu,, hehe…🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s