Speech delay anak bilingual?

Oh tidak!! Akhir2 ini saya mengalami kegalauan. Nisa bulan ini usia 15 bulan. Harusnya sudah bisa bicara minimal 5 kata (menurut berbagai sumber). Tapi Nisa cuma lancar ngomong “mam” (untuk makan), dan “baba” (bye-bye). Ngomong “mama” sama “papa” jarang, padahal dulu waktu belum setahun udah lancar ngomong mama, papa, dan nen. Tapi sekarang seolah lupa, Nisa nggak mau ngucapin lagi walopun saya dan papanya udah ngomong berkali-kali biar ditiruin. Nah ini dia lagi masalahnya, Nisa males niruin omongan kita. Kalau kami ngomong berulang-ulang, biasanya langsung ditinggal pergi Nisa chan… -___-;

Penyakit emaknya timbul, membandingkan kemampuan anak sendiri sama anak orang. Ada anak teman yang usianya sama dengan Nisa udah banyak perbendaharaan kata2nya. Bisa respon jawab kalo diajak ngobrol. Huhu… look at my Nisa… masih ngoceh2 nggak jelas. Ibu mana yang nggak iri? yang nggak khawatir? Tapi minimal Nisa ngerti dan paham kalo kami ajak ngomong, paling nggak, berarti Nisa nggak mengalami gangguan pendengaran. Alhamdulillah… hanya menunggu waktu aja sampai Nisa mau bicara dengan jelas.

Saya cari berbagai informasi mengenai kemampuan bicara anak. Dan ada salah satu penyebab yang mungkin dialami Nisa. Keterlambatan bicara pada anak billingual. OMG! Selama ini Nisa hanya berbahasa Indonesia sama orangtuanya aja di rumah. Tapi kalo keluar, otomatis bahasa Jepang yang ia dengar. Nonton tv bahasa Jepang, dengar lagu bahasa Jepang, baca buku anak-anak juga bahasa Jepang. Huhu… tapi nggak usah terlalu khawatir berlebihan katanya. Lambat laun ia akan fasih berbahasa 2 bahasa, walaupun mungkin kosakata yangΒ  ia kuasai nggak sebanyak anak monolingual. Saya sudah pasrah jika nantinya Nisa akan lebih fasih berbahasa Jepang sebagai first language nya dibanding bahasa Indonesia yang cuma sebagai second language. Kebanyakan anak2 Indo yang lahir di sini gitu soalnya, mereka cas cis cus ngomong bahasa Jepang.

Tapi saya dapat tips dari seorang teman tentang cara mengajarkan bahasa Indonesia pada anak bilingual yang tinggal di luar negeri:

1. Harus konsisten. Gunakan bahasa Indonesia saat percakapan di rumah. Hal ini untuk membiasakan anak menggunakan bahasa ibu untuk berkomunikasi dengan orangtuanya.

2. Perkenalkan buku-buku bacaan berbahasa Indonesia. Secara konsisten bacakan misalnya sebelum tidur atau pada saat2 tertentu.

3. Perkenalkan abjad bahasa Indonesia terlebih dulu sebelum mengenalkan abjad bahasa Jepang (khusus bagi yg tinggal di Jepang). Karena abjad Jepang agak berbeda dari yang lain, cara pengucapannya pun beda (abjad Jepang tidak mengenal huruf-huruf konsonan yang berdiri sendiri kecuali huruf “N” yang dibaca “ng”). Ini untuk mempermudah jika suatu saat anak belajar membaca atau belajar pengucapan dalam bahasa Indonesia. Kalau anak diajarkan abjad bahasa Jepang terlebih dulu, anak akan sulit mengucapkan huruf2 tertentu dalam bahasa Indonesia.

Sekarang saya nikmati aja lah kicauan-kicauan Nisa untuk sementara. “mam… uwauwauwa…” , “babababruaaa…”, “dadadadididibuah…” -___-
*artinya apa itu, nak?*

Sehat terus ya cantik… semoga cepet bisa ngomong ya biar bisa curhat sama mama….πŸ™‚

9 thoughts on “Speech delay anak bilingual?

  1. aaaa nisa lucu deh, wajahnya udah kayak orang jepang ya mamπŸ™‚. Mungkin agak lama ya Mam karena dua bahasa. Jadi memang enggak bisa dibandingin apple to apple sama anak lain. Hihihi.. #sotoydehaku

  2. Wah, kemarin juga kepikiran ini, mama nisa. Di sekolahnya, fatah mendengar bahasa Jepang. Tapi, di rumah, kami konsisten pakai bahasa Indonesia, meskipun itu membacakan buku bahasa Inggris atau bahasa Jepang.

    Semoga Nisa-chan dan Fatah-kun bisa beradaptasi yahπŸ™‚

  3. salam kenal MakπŸ™‚ ceritanya miriiip sama Alma setahun yang lalu.. padahal saya di Malaysia, bukan di Jepang yang notabene bahasanya jauuuh berbeda dengan bahasa Indonesia, hehe. Ada tantangan tersendiri yaah membesarkan anak di luar Indo, terutama sekali yang saya rasakan soal sosialisasi. Semoga tetap semangat yaaah!πŸ™‚

  4. Salam kenal,
    Senengnya nemuin blog org Indo yg tinggal Di Jepang. Kita baru pulang kemaren liburan disana dan seneng banget, pengen bgt nyobain pindah kesana tapi suami kayaknya ga gampang dapetin kerja disana.
    Oia ttg anak bilingual itu normal Kalo mereka speech delay. Karan anakku (skrg 9 th) dulunya ga ngomong lancar sampai umur 2,5 th. Dia belajar 4 bahasa sekaligus dari papanya (farsi) mamanya (indo), kita berdua (inggris) trus dari sekolah (belanda), asal konsisten bisa kok. Otak anak menyerap semuanya asal kitanya ga give up. Umur 3-5 th itu yg paling crucial soalnya banyak anak yg ga mau susah jd cuma pake bahasa yg gampang (biasanya bahasa sekolah) tp sebagai ortu kita harus tetep galak hehe, lama2 juga terbiasa. Sukses yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s