Saat Nisa Demam

Nisa jarang banget sakit. Abis imunisasi pun nggak pernah yang namanya rewel ato demam. Pernah demam dikit waktu flu, itu pun nggak sampe 38 dercel suhunya, cuma anget aja.

Nah, satu bulan setelah tiup lilinnya yang pertama, Nisa demam. Gejala awalnya ada sih, bersin-bersin dan hidung meler. Flu kayaknya. Tapi selama ini jarang banget Nisa kalo flu disertai demam. Tapi saat itu demam Nisa sampai 38,5 dercel. Segera saya kompres, saya peluk (skin to skin), dan saya susui. Ternyata sampai pagi demamnya nggak turun juga. Suhunya masih di sekitaran 38 dercel. Karena di rumah nggak ada obat penurun panas, akhirnya saya memutuskan ke dokter siangnya. Dokter memberikan resep penurun panas. Tapi penurun panasnya hanya boleh digunakan saat demam mencapai 39 dercel. Kurang dari itu tidak perlu. Pemakaian pada suhu 39 dercel juga jika disertai rewel berlebihan, jika tidak rewel (dalam arti anak tenang, bisa tidur nyenyak, nggak susah makan, mau minum, dsb) nggak dikasih obat penurun panas juga nggak papa. Cukup dengan kompres aja. Tapi jika ingin diberikan ya boleh-boleh saja. Gitu penjelasan apotekernya.

Syukurlah Nisa anak manis. Dalam keadaan demam, masih ceria main-main walau nggak banyak bergerak mungkin karena lemas, makan juga mau, minum, nenen, masih seperti biasa. Peluk Nisa….πŸ™‚ Karena suhu tubuh Nisa belum mencapai 39 dercel saya nggak kasih obat penurun panasnya, hanya untuk jaga-jaga aja nanti.

Untungnya esok harinya demam Nisa turun. Suhu tubuh kembali normal, Nisa kembali ceria. Ternyata setelah diperhatikan, ada yang menyembul di gusi atas dan bawah. Waaa… ternyata mau tumbuh gigi toh? Oalah naak… syukurlaaah. Yeaay! Gigi Nisa yang pertama nih!! Tumbuh gigi perdana di usia 13 bulan! haha… penantian panjang.πŸ˜† Langsung 2 lagi, atas bawah. Semakin hari giginya makin nongol deh. Tara! eeh… tapi kok gigi atasnya yang tumbuh taring duluan ya?? Gigi tengahnya masih ompong… jadi lucu kalo ketawa.πŸ˜€

Kemarin pas Idul Adha, Nisa kembali demam. Kali ini nggak disertai gejala flu, cuma demam aja. Saya raba gusinya, kayaknya ada yang aneh. Ternyata gusi atas sebelah kiri ada yang menyembul lagi. Hmmm… mau unjuk gigi lagi ya nak? Okeee… mama tunggu yaaa….. tapi, kali ini yang mau tumbuh lagi-lagi gigi taringnya… gigi atas yang tengah masih ompong. Nanti kalo ketawa jadi kayak drakula dong. Hahaha…πŸ˜€ Total di usia Nisa 14 bulan 1 minggu giginya baru 3 plus 1 yang mau nongol.πŸ˜› Omedetou!! Selamaaat!πŸ˜€

nih, lihat gigiku yang bawah, udah ada 2 loh…πŸ™‚ yang atas ga kelihatan ya…πŸ™‚ senyumku jadi makin manis kan?πŸ™‚

Tips mengatasi anak demam ala Mama Nisa:

  1. Kompres air hangat. Saya lebih memilih kompres air hangat daripada air dingin. Kenapa? Karena saat kompres air hangat, pusat pengatur suhu yang ada di otak (disebut jugaΒ termoregulator), akan menerima informasi bahwa suhu tubuh sedang berada dalam kondisi hangat, maka tubuh butuh untuk segera diturunkan suhunya. Selain itu kompres hangat juga dapat membuat tubuh lebih nyaman. Agar lebih efektif kompres di bagian bawah ketiak atau pangkal paha. Untuk lebih jelasnya tentang kompres hangat atau dingin bisa dibaca di sini.
  2. Skin to skin contact. Maksudnya adalah peluk anak sampai nempel ke badan ibu, sampai nempel kulit dengan kulit. Cara ini terbukti efektif menurunkan demam.πŸ™‚
  3. Beri asupan cairan lebih banyak. Karena saat demam, tubuh akan kehilangan banyak cairan, maka dari itu perlu cairan lebih banyak untuk mencegah dehidrasi. Kalau masih ASI, gempur dengan ASI (frekuensi menyusui diperbanyak).
  4. Beri makanan yang mudah ditelan. Kalau saya kemarin kasih Nisa makan nasi dengan kuah sayur sop yang agak banyak. Alhamdulillah Nisa masih mau makan. Bisa juga dibuatkan bubur kacang hijau.
  5. Istirahat / tidur yang cukup.Β Usahakan anak bisa tidur dengan nyenyak dan tidak terganggu. Pakaikan baju yang tidak telalu tebal karena akan menghambat keluarnya keringat. Jika bajunya sudah basah oleh keringat, ganti dengan yang baru.
  6. Beri obat penurun panas jika perlu. Baca dulu aturan pakainya. Jika suhu sudah mencapai suhu 39 dercel ke atas, bisa dipertimbangkan untuk memberi obat penurun panas. Dan juga bisa diberikan saat anak rewel banget nggak mau disusui atau makan atau minum.

Semoga lekas sembuh ya. Oya, perlu diwaspadai juga adanya kejang demam saat demam anak sudah tinggi sekali. Tapi, yang saya tahu kejang demam ini bisa terjadi kalo anak punya riwayat kejang demam di keluarganya (faktor keturunan). Keluarganya ini bukan hanya ibu atau ayahnya, bisa faktor keturunan dari neneknya, tantenya, pakdenya, ato sodara yang lain. Maka dari itu penting sekali mengetahui riwayat kesehatan keluarga kita.

Semoga bermanfaat ya…πŸ™‚

9 thoughts on “Saat Nisa Demam

  1. Sepanjang Fatah demam dan mendapatkan obat penurun panas, dikasih penjelasan di apotek2 di wilayah Chiba, obat penurun panas diberikan klo suhu di atas 38.5 dercel. Beda yah berarti, mama nisa?

    Fatah juga belum tumbuh gigi di usia 13 bulanπŸ˜€ Bersyukur udah lancar jalan, jadi khawatirnya gak dobel hi..hi..

    1. kalo baca petunjuk di obatnya sih 39 dercel mba,, tp mungkin beda jenis obatnya kali yah… hehe
      wah, sama kayak nisa ya 13 bulan udah lancar jalan, tp blm tumbuh gigi… tos dlu sama fatah…πŸ™‚

  2. wah senangnya dapat ilmu baru, anakku baru2 ini kena demam juga mak, panik plus bingung…ternyata setelah diperhatikan ada gigi bawah kanan yang nongol malu-malu, dia masih umur 7 bulan, lumayan cepat numbuhnya…semoga demam numbuh gigi kemarin jd pelajaran buatku…

  3. Wahh ternyata beda-beda yaa perkembangan anak, anakku Zakiyy umurnya 9 bulan setengah udh tumbuh gigi sekaligus 4, 2 diatas dan 2 lagi dibawah… Ini aku belum tidur loh bun soalnya Zakiyy rewel maunya mimik terus. Pengalaman pertamaku hihi… Salam kenal yaa bundaπŸ™‚

  4. Salam kenal Mama NisaπŸ™‚
    Alhamdulillah tengah malem gini ketemu tulisan ini. Sebagai ‘mamah baru’ saya sangat terbantu sekali. Louna 6m 2d seharian tadi badannya panas, ditambah rewel. Tadi sore suhu paling tinggi sampe 38,5 dercel. Persis kayak Nisa, Louna jarang sakit. Udah dua minggu ini pilek itupun ga pake demam. Berbarengan sama sering pup yg, maaf, warnanya ijo. Papanya (LDR-an) terus2an nyuruh ke RS/Bidan supaya Louna dikasih obat aja. Tapi masih saya tahan2 karna saya yakin, sentuhan ibu-lah obat yg paling mujarab untuk anaknya disaat seperti ini (ceritanya keep calm even ketar-ketir –, ). Saya cuma khawatir Louna jadi tergantung sama dokter. Sedikit2 obat, apa2 obat (yaa, ga gitu juga kali..). Saya juga sempat beberapa kali browsing dan mencocokkan gejala-gejala yg dialami Louna. Dan alhamdulillah, dibantu kakek-neneknya (ganti2an gendong plus nenangin), suhu badan Louna turun. Louna mau pinter kali, yaaakk..πŸ™‚
    Saya mau lihat berkembangannya sampai besok pagi. Kalo masih begini aja barulah dibawa ke medis.
    Doakan Louna ya, Mama Nisa.
    Salam manis untuk Kak Nisa :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s