Selamat berumah tangga…

P :  “Sist, mau nikah ya?”

A : “InsyaAllah mau lah.. Kan sunnah Rasulullah..”

P :  “Dah punya calon?”

A :  “Alhmdulillah sudah, kan sudah ditulis sama Allah”

P :  “Siapa dia?”

A : “InsyaAllah dia adalah lelaki pilihan Allah”
P :  “Mengapa mau nikah sama dia?”
A :  “InsyaAllah memilih dia karena Allah”
P :  “Bagaimana nanti ketemunya?”
A :  “Yakin saja, Allah punya cara yang tak pernah kita duga. Percaya saja sama
Allah”
P :  “Lah, trus kapan donk nikahnya?”
A :  “hmm.. Allah Maha Tahu kok kapan waktu yang tepat dan terbaik”
P :  “Trus, dimana ketemunya?”
A :  “tenang… Masih di bumi Allah, kalau toh memag tidak di dunia, InsyaAllah di syurganya Allah”
P :  “jadi…”
A :  “Serahkan pada Allah, niatkan tuk gapai ridhaNya semata. InsyaAllah beres! Apapun yang berkaitan dengan rezeki (termasuk jodoh), jangan diletakkan di hati, tapi benar2 serahkan pada Allah…” ^_^

*nggak tau sumber jelasnya percakapan ini, cuma copas dari status teman*🙂

Saya baru-baru ini dapet kabar dari sodara yang sedang menempuh S2 di Amerika, kalau ia akan menikah. Pasangannya juga mahasiswa S2, sama-sama orang Indonesia. Mereka berani memutuskan menikah jauh dari orangtua, di negeri yang jauh pula.

Saya sendiri menemukan jodoh juga terbilang ajaib. Pertemuan lewat dunia maya, berkomitmen juga melalui dunia maya, kemudian bertemu sekali, dua kali, dan yang ketiga langsung bertemu di pelaminan.😀

See? Allah sudah merencanakan semuanya. Pertemuan, hati yang saling terpaut, kemudian keputusan yang bulat. Kalau nggak didasari dengan percaya dan pasrah pada Allah, mana berani?

Ada yang bilang, pernikahan seperti judi, terlalu banyak ketidakpastian. Orang Jepang sendiri nggak terlalu percaya dengan lembaga pernikahan. Saya pernah bertemu nenek-nenek usia 50an, dan ia tidak pernah menikah. Ketika saya tanya alasannya, “mendokusai” katanya, merepotkan. Hmm… Apa nggak kesepian? “Saya punya banyak keluarga, dan keponakan-keponakan” katanya lagi. Okey then…🙂 cukup sampai di situ, saya nggak ingin terlibat lebih jauh.

Menurut saya, orang yang menolak untuk menikah adalah orang yang nggak siap atau belum siap bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup calon pasangannya. Kalau pernikahan seperti judi, bukankah hidup itu sendiri juga penuh dengan ketidakpastian? Kalau mereka berani untuk menjalani hidup, kenapa nggak berani menjalani pernikahan? Pernikahan kan bagian dari hidup. Makanya saya bilang mereka hanya belum siap. Tapi, kalau nunggu siap dulu, sampai kapan siapnya? Oleh karena itu dibutuhkan keberanian, komitmen yang kuat, dan kepercayaan pada Allah.

Oke, gimana kalau yang sedang menanti jodoh? Hmm… jangan diartikan secara telanjang, menanti berarti hanya menunggu aja. Tentu dibutuhkan usaha juga. Tapi usaha bukan berarti pacaran dengan beberapa orang untuk menemukan siapa yang cocok dengan kita. Kalau mau mencontoh cara saya, saya cukup menyiapkan hati. Jika hati sudah siap, insyaAllah jodoh akan datang dengan sendirinya. Datang sendiri ini beneran loh. Mungkin nggak cuma satu yang datang, tapi banyak, haha… Tinggal keputusan kita untuk memilih. Di sini kita butuh bantuan Allah tentu saja. Berdoa dan pasrahkan siapa yang akan jadi jodoh kita. Kalau saya melihat kucing, kucing betina jika ingin kawin, mereka pasti mengeluarkan tanda atau sinyal kan? Dan sang jantan pun akan datang sendiri, mungkin banyak yang datang, si betina tinggal memilih. Trus, maksudnya manusia sama gitu sama kucing?? Hahaha… bukan bermaksud menyamakan sih. Hanya saja mungkiiiinn jika hati kita sudah siap menikah, secara nggak sadar kita juga melepaskan tanda atau sinyal ke lingkungan atau semesta. Nanti semesta yang akan bekerja mengantarkan sinyal kita itu kepada lawan jenis yang sudah siap juga. Mungkiiiin looohh…. ini teori asal-asalan saya aja *keplak*.😀

Sebenernya saya ingin berbagi tips. Tapi karena pernah diposting sebelumnya di blog saya yang lama, saya males copy paste lagi (panjang banget). Baca sendiri aja ya… di sini nih.🙂

Semoga bermanfaat…

Selamat berumah tangga…🙂

4 thoughts on “Selamat berumah tangga…

  1. Mantep tuh jawabannya klo ada yg nanya kapan nikah? hehehe….

    Sama dong kita mbak, ketemu jodoh lewat dunia maya. Allah memang memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, ternyata berlaku juga utk jodoh.
    Doa dan ikhtiar sangat penting peranannya. Selain harus jeli tentunya.

    Selamat berumah tangga juga! ^__^

  2. Assalamualaikum, Mbak Kartika🙂

    Perkenalkan saya Inong. Saya suka blogwalking dan kemarin secara kebetulan ketemu blog ini🙂 Suka banget baca blog ini karena mungkin awalnya gara-gara Mbak tinggal di Jepang dan saya bekerja jadi penerjemah bahasa Jepang serta suka banget Jepang dan bercita-cita suatu hari ingin tinggal di sana🙂 Dan pas baca posting ini, kok kayaknya ngena banget ke saya yang lagi mencari belahan jiwa. So, saya mau minta izin reblog dan follow blog Mbak nih..Bolehkah? 宜しくお願い致します🙂

    1. wa’alaikum salam mbak mutia. salam kenal. semoga segera bertemu jodohnya. ^_^ silakan kalau mau reblog. terima kasih ya. こちらこそ宜しくお願い致します。

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s