Imunisasi buat Nisa

Waktu Nisa baru lahir, saya agak sedikit bingung soal imunisasi. Bukan, bukan masalah pro kontra nya. Saya termasuk yang ibu-ibu yang membolehkan imunisasi (nggak usah dibahas lah yaaa…). Saya mau cerita aja soal imunisasi di Jepang.

Yang saya bingung itu tentang jadwal imunisasi di Jepang. Karena waktu hamil saya nggak dapat penjelasan apa2, trus brosur ato informasi tentang imunisasi juga saya nggak pernah dapat, akhirnya saya tanya suster. Baru saya tau kalo ternyata di Jepang bayi baru bisa imunisasi setelah usia 3 bulan. Tapi, ada imunisasi nggak wajib (pilihan) yang bisa dimulai usia 2 bulan+.

Hal ini setelah saya tanya alasannya, dia bilang karena bayi baru lahir masih punya sistem imun sendiri yang didapat saat masih di dalam perut, dan pemberian ASI juga dapat membantu memperkuat imun.

Akhirnya setelah saya keluar RS dan melapor tentang kelahiran saya ke Dinas Kesehatan Kota (Kenkou Senta), baru saya dikasih informasi imunisasi. Ada buku satu bundel (yobosesshu techo) tentang imunisasi yang wajib diikuti Nisa. Buku itu udah dinamai atas nama Nisa jadi nggak akan ketukar. Untuk imunisasi nggak wajib (pcv dan hib), saya juga diberi penjelasan, kertas pertanyaan seputar kondisi anak, dan semacam tiket untuk imunisasi.

Yobosesshu techo (buku imunisasi wajib)

Tadinya saya agak ragu sama imunisasi nggak wajibnya. Pikir saya, kalo nggak wajib berarti nggak ikut boleh dong. Tapi setelah saya cari tau tentang informasi imunisasi ini di internet saya jadi mikir lagi (sebenernya udah dikasih brosur penjelasannya sih, tapi karena pake bahasa jepang saya males bacanya, hehe..). :p

PCV adalah singkatan dari pneumococcal vaccine. Padanan kata Indonesianya adalah vaksin pneumokokal dan penyakit pneumokok invasif. Pneumokok, atau bahasa latinnya Streptococcus pneumonia, adalah bakteri penyebab penyakit yang dapat bersifat invasif (berefek luas) atau lokal (efek setempat). Efek luas yang dimaksud adalah penyakit tersebut dapat menyerang tubuh dengan luas, seperti radang otak, radang paru atau infeksi pada darah. Bakteri Streptokokus tadi dapat dicegah dengan vaksin pneumokok. Jadi dengan katakan lain, PCV adalah vaksin untuk mencegah terjadinya IPD (Invasice pneumococcal disease). Vaksin ini diberikan 3 kali sebelum umur 1 tahun, dan diulang setelah umur 12 bulan. (sumber: http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Tanya+-+Jawab/Bayi/samakah.imunisasi.pcv.dengan.ipd/)

Sedangkan Hib (Haemophilus Influenzae type B) adalah untuk mencegah penyakit meningitis. Meningitis sendiri adalah infeksi radang otak dan penutup sumsum tulang belakang yang bisa menyebabkan kerusakan otak kekal serta ketulian. Selain itu, imunisasi ini juga dapat mencegah pneumonia (radang paru-paru), pembengkakan parah di tenggorokan, serta beragam infeksi seperti:darah, sendi, dan tulang. (sumber: http://namanakbayi.com/imunisasi-hib-pada-bayi-dan-balita)

Buku boshitecho versi bahasa Indonesia
Vaksin PCV & Hib Nisa
imunisasi wajib Nisa

Semua imunisasi (wajib dan nggak wajib), kecuali polio, dilakukan di RS/klinik anak yang ditunjuk dinas kesehatan kota. Karena Nisa ada kartu berobat anak (salah satu fasilitas yang didapat anak2 di Jepang), maka semua biaya imunisasi gratis alias nggak bayar. Tapi saya baru tau kalo kebijakan ini bisa beda2 di tiap kota Jepang (ada teman saya yang tinggal di kota lain yang bayar untuk imunisasi nggak wajib). Makanya kartu ini nggak boleh hilang, dan berlaku sampai anak usia 16 tahun. Untuk polio, ada jadwalnya sendiri tiap bulan April-Mei dan September-Oktober, dan dilakukan bersama-sama di dinas kesehatan kota. Kalo saya menyebut dinas kesehatan kota itu posyandu. Ini istilah saya aja loh. Sama kan fungsinya kayak posyandu, hehe…πŸ™‚ Abis nyebutnya kepanjangan sih, jadi singkat aja posyandu.

Tapi, kemarin saya baru aja dapat informasi baru, kalo sistem imunisasi polio berubah, nggak lagi sistem oral tapi suntik. Karena Nisa untuk polio yang pertama udah pake yang oral, untuk selanjutnya pake suntik. Ini nggak lagi dilakukan di posyandu, tapi di RS/klinik anak yang ditunjuk.

Trus untuk imunisasi wajib di jepang ada 6: BCG, DPT, Polio, Campak (MR1), Rubella (MR2), dan Radang Otak Jepang (Nihon Nouen).

Untuk jadwal imunisasi Nisa karena saya jadi pusing sendiri ngatur jadwalnya, akhirnya saya minta bantuan sama bidan yang ada di posyandu. Dan bidan yang baik hati dan tidak sombong (lebay) itu dengan senang hati membuatkan jadwal buat Nisa.πŸ™‚ Makasih bubid.

Waktu imunisasi, kondisi anak harus sehat dan fit. Sebelum di imun, di cek dulu suhu badan. Pernah Nisa Di cek suhu badannya 37.5 C. Menurut saya masih normal sih, tapi kata suster ada demam sedikit, harus tunggu turun dulu nanti di cek lagi. Pokoknya harus dibawah 37.5 C. Ooo….begitu ya. Akhirnya saya tunggu sekitar 5-10 menitan trus di ukur lagi, untungnya turun jadi 37.3 C. Trus pernah lagi Nisa abis sakit flu dan demam, mau imunisasi campak. Pas mau imunisasi udah sembuh sih (udah nggak demam, tapi masih meler dikit). Kata suster nggak boleh, harus ditunda imunisasinya, karena kalo demam harus tunggu minimal 1 minggu baru boleh dilakukan imunisasi. Waktu itu Nisa kurang dari 1 minggu. Hmmm….. jadi belajar deh…πŸ™‚

2 thoughts on “Imunisasi buat Nisa

  1. Halo halooo.. Nisa umur berapa skrg ma? Udah cuntik vaksin PCV sama hib jg kah?
    Momichan udah selesai semua yg wajib.. Tp emaknya masih bandel nih blm bawa lg untuk DPT tambahan yang ke 2 dan 3.. Jadi baru sekali doang DPT nya… Huhu

    1. Halo moma… nisa setahun mom 12 bln… kmrn mau imun campak tp lg demam, PCV sama Hib nya tinggal yg ke-4. DPT udah lengkap,, hehe… Momichan umur brp moma? kawaii ne…πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s