Cerita Nisa #1: Tali Plasenta Pendek

Apa itu tali plasenta pendek? Apakah termasuk kelainan pada kehamilan? Yup. Apa yang menyebabkan tali plasenta pendek? Belum ada yang bisa memastikan apa penyebab tali plasenta pendek.

Waktu hamil Nisa 4 bulan, saya terbang ke Jepang. Sampai di Jepang saya nggak langsung periksa kandungan karena harus ngurus KTP Jepang dan kartu asuransi dulu. Ini makan waktu 1 bulan. Otomatis saya ‘miss’ perkembangan Nisa 1 bulan. Pas usia 6 bulan baru saya pergi ke dokter kandungan.

from here

from here

Kontrol pertama Alhamdulillah sehat semua. Namun dokter berulang kali bilang, janin kecil ya. Hmm… usia 26 minggu di USG terlihat perkiraan berat janin sekitar 788 g. Memang keliatannya kecil sih, tapi normal kok (dari berbagai sumber).

Kontrol-kontrol berikutnya dokter tetap mengulang perkataan janin saya agak kecil, dan sepertinya tali plasenta saya juga pendek. Tali plasenta pendek, trus maksudnya apa dok? saya tanya. Kalau tali plasenta pendek akan menghambat proses kelahiran, jadi kemungkinan tidak bisa normal, harus caesar. Duaar! Apa? Rasanya seperti kena petir di siang hari.

Sampai di rumah saya langsung cari referensi di internet apa itu tali plasenta pendek, apa ada cara buat manjangin, dsb, dsb. Dan dari semua referensi memang menyebutkan opsi caesar pada kasus tali plasenta pendek. Saya juga berkonsultasi dengan orangtua di Indonesia dan teman bidan Mama saya, semua memang meng-iyakan. Lemas. Rasanya saya seperti nggak bertenaga.

Saya coba mencari solusi di sebuah komunitas ibu-ibu di Fb. Ada yang menyarankan saya cari second opinion dengan dokter yang berbeda. Cara ini sulit bagi saya, kenapa? Karena saya tinggal di kota kecil, RS tempat saya kontrol adalah RS besar satu-satunya yang ada bagian periksa kandungan (産婦人科) di kota saya. Ada sih klinik bersalin, tapi saya pernah coba periksa di sana sebelum datang ke RS dan saya ditolak. Alasannya hamil saya sudah besar dan mereka tidak mau ambil resiko karena tidak mengetahui riwayat kehamilan saya dari awal. Mau pergi ke RS di kota lain terlalu jauh nantinya. Akhirnya saya hanya bisa pasrah.

Kontrol berikutnya saya sudah dipersiapkan untuk operasi. Saya mulai menjalani ‘nabung darah’. Maksudnya darah saya diambil sampai 400 ml secara bertahap, darah ini untuk tabungan saya saat operasi caesar nanti untuk transfusi saya sendiri. Gitu deh kira-kira.

Pada saat usia kehamilan saya 32 minggu, tiba-tiba dokter memutuskan tanggal operasi saya. Waktu itu HPL (hari perkiraan lahir) saya tanggal 24 Agustus 2011. Dokter menyarankan saya operasi tanggal 3 Agustus (maju 3 minggu), saat usia kehamilan saya 37 minggu. Saat itu saya agak keberatan karena tanggal segitu suami saya nggak libur, saya minta dimundurkan jadi pertengahan Agustus saat libur musim panas. Tapi dokter bilang kalau pertengahan Agustus sudah mendekati HPL, dikhawatirkan sudah terjadi kontraksi dan itu bisa berbahaya. Saya nggak ngerti maksud bahaya di sini bagaimana. Ya sudahlah saya pasrah aja ikut kata dokter.

Tanggal 28 Juli 2011. Kontrol terakhir sebelum operasi tanggal 3 Agustus. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh ucapan dokter yang bilang kalo tali plasenta saya tiba-tiba panjang! Hah? Untuk memastikan saya diminta melakukan cek MRI supaya terlihat. Setelah cek MRI dan 3 kali USG transvaginal, akhirnya dokter yakin saya tak perlu operasi caesar karena tali plasenta saya cukup panjang untuk melahirkan normal. Allahu Akbar!! Sungguh sangat mudah bagi Allah. Hari itu saya tak henti-hentinya bersyukur.

Sebenarnya saya nggak tau apa yang menyebabkan tali plasenta saya tiba-tiba memanjang. Itu betul-betul kejaiban Tuhan.

Tugas-tugas plasenta

Plasenta memiliki  empat fungsi :

  • Berfungsi mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin.
  • Membawa karbondioksida dan sisa-sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu.
  • Membentuk penahanan untuk infeksi dan obat-obatan tertentu. Tapi virus rubella dan aspirin dosis tinggi  dapat menembus pertahanan plasenta. Antibodi dari darah ibu
    juga dapat menembus plasenta dan memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu sesaat  setelah persalinan.
  • Mengeluarkan hormon, terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen.

Semuanya penting untuk kelangsungan hidup dinding rahim, pertumbuhan rahim dan payudara. (sumber: http://bidanku.com/index.php?/pengertian-fungsi-plasenta-dan-tali-pusar)

Tali pusat terlalu pendek atau  terlalu panjang tidak berpengaruh terhadap pemberian makanan dan oksigen pada janin. Akan tetapi, tali pusat yang terlalu pendek atau terlalu panjang dan melilit dapat mempersulit proses persalinan. Pada saat persalinan, janin yang sudah turun ke jalan lahir biasanya naik lagi karena tertahan tali pusat ini. Tiap kali janin akan turun, tali pusat semakin kuat menahan. Ini biasanya terlihat selama proses persalinan, dengan tidak terjadinya kemajuan pada penurunan janin. Pada keadaan yang ekstrem dapat terjadi terlepasnya plasenta sebelum janin lahir. Panjang tali pusat, normalnya 50-60 cm. Bila di bawah 40 cm berarti pendek. Nah, jika kasusnya seperti ini, mau tidak mau proses persalinan harus dilakukan dengan cara sesar karena bayi tidak akan bisa mencapai jalan lahir. (Sumber: http://vhychocolatenurse.blogspot.jp/2012/05/ragam-kelainan-plasenta-dan-tali-pusat.html)

Demikianlah soal tali plasenta. Sungguh Allah menciptakan segala sesuatu tidak dengan sia-sia, melainkan semua memiliki fungsi masing-masing. Subhanallah…

Postingan ini masih akan bersambung ya… hihihi… ;)

About these ads

6 thoughts on “Cerita Nisa #1: Tali Plasenta Pendek

  1. Mayya

    Subhanallah ya mbak, bisa aja gitu tiba-tiba panjang. Allah memang Maha Besar! Salut juga deh ama dokternya, memutuskan sesuatu dengan pertimbangan yang benar-benar matang :)

    Reply
    1. nisamama Post author

      iya mb, aku sampe langsung dirujuk ke bagian dalam buat cek MRI hari itu juga. setelah MRI pun dokter masih mastiin lagi lewat USG. ckckck….

      Reply
  2. lia

    Klo saya mbak anak kedua yg tali placentanya pendek sekitar 20cm wkt USG dokter gak bilang tali placentanya pendek cm bayinya 3.85kg,alhamdullilah lahir normal cm lama kontraksinya mulesnya sampe 4 hari,ALLAH MAha Besar

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s